Rina El Maza
Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan terhadap Kemiskinan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sebagai Variabel Intervening di Provinsi Lampung Tahun 2017-2024 Vani Rahmawati; Rina El Maza; Carmidah Carmidah
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3626

Abstract

Dalam pembangunan ekonomi daerah, pendidikan berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan kemiskinan, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara pendidikan terhadap kemiskinan di Provinsi Lampung dari tahun 2015 hingga 2024 melalui lensa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Data panel yang mencakup 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung menjadi dasar analisis kuantitatif ini. Analisis jalur menggunakan regresi data panel digunakan dengan bantuan EViews untuk mengkaji data yang diperoleh dari BPS, yang meliputi rata-rata lama pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan tingkat kemiskinan. Pendidikan secara signifikan dan positif mempengaruhi TPT (p = 0,0004), menurut temuan (r = 0,6209). Selain itu, pendidikan secara signifikan dan negatif mempengaruhi kemiskinan (r=-0,2042, p=0,0000), tetapi TPT secara signifikan dan positif mempengaruhi kemiskinan (r=-0,0286, p=0,0002) karena pengaruhnya yang menguntungkan. Mengkonfirmasi keterlibatan substansial TPT dalam memoderasi pengaruh pendidikan terhadap kemiskinan, temuan uji Sobel menunjukkan nilai statistik 2,6496 dengan nilai p 0,0080. Akhirnya, pendidikan membantu mengurangi kemiskinan dalam dua cara: secara langsung dan tidak langsung. Namun, seberapa baik pasar tenaga kerja dapat menyerap orang-orang berpendidikan sangat menentukan seberapa bermanfaat pendidikan dalam hal ini.
Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Nilai; Analisis Pengeluaran Pemerintah Dan Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Lampung Dalam Prespektif Maqashid Syariah Annastasya Sabila Antera; Rina El Maza; Yuyun Yunarti
Al Itmamiy Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Vol. 8 No. 1 (2026): Al Itmamiy : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/8wkkzj89

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif pasca Covid-19, meskipun terus mengalami peningkatan hingga mencapai 4,57 persen pada tahun 2024. Namun demikian, peningkatan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung tahun 2014–2024 serta mengkajinya dalam kerangka Maqashid Syariah. Penelitian ini menggunakan mix method dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan data panel dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan bantuan aplikasi Eviews 12 melalui tahapan uji pemilihan model, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji Hausman, model yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Analisis kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui content analysis terhadap literatur Maqashid Syariah. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan IPM berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif Maqashid Syariah, kondisi ini mengindikasikan bahwa prinsip hifdz al-mal dan hifdz an-nafs dalam pengelolaan pengeluaran pemerintah, serta hifdz an-nafs, hifdz al-aql, dan hifdz an-nasl dalam pembangunan manusia, belum terwujud secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran serta kebijakan yang terintegrasi antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja lokal guna mewujudkan kemaslahatan masyarakat sesuai prinsip Maqashid Syariah.