Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENENTUAN HARGA JUAL BATU PECAH MENGGUNAKAN METODE BREAK EVEN POINT PADA PENGOLAHAN BATU PECAH DI PT. NANDA KARYA PUTRA PRATAMA DESA MIO, KECAMATAN AMANUBAN SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Isabela Teixeira; Yusuf Rumbino; Henda Viktor Taopan; Rizhard Ndolu
Jurnal Teknologi Vol 20 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam memulai operasi pertambangan, diperlukan analisis perencanaan keuangan yang bertujuan untuk menentukan harga jual minimum dan menganalisis parameter biaya yang harus ditetapkan oleh perusahaan agar dapat menghindari kerugian. Break Even Point adalah suatu titik atau keadaan dimana perusahaan didalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian, dengan kata lain keuntungan dan kerugian sama dengan nol. Analisis sensitivitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui dampak dari perubahan parameter pada komponen biaya yang ada terhadap usaha penambangan. Berdasarkan perhitungan Break Even Point pada Rp. 3.692.800.000 (biaya investasi), diperoleh harga jual minimum sebesar Rp. 409.092/m3. Break Even Point (unit) pada harga jual minimum tersebut sebesar Rp. 9,028 m3. Analisis sensitivitas dilakukan dengan memperhatikan harga jual, volume produksi, biaya produksi, dan biaya pemeliharaan, dan didapatkan jika harga jual tetap, biaya pemeliharaan, dan operasional tetap, maka volume penjualan harus ditingkatkan 7%, jika harga jual turun 25% yakni menggunakan harga jual perusahaan sebesar Rp. 319.000, biaya pemeliharaan dan biaya operasional tetap maka perusahaan harus menaikan volume produksi minimal sebesar 43% dan jika harga jual turun 25%, volume penjualan tetap, maka biaya pemeliharaan dan operasional harus kurangi 45% agar perusahaan mendapatkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.
Pengaruh Fly Ash Dan Kapur Tohor (CaO) Hasil Upgrading Batugamping Dolomit Lokal Terhadap Peningkatan Nilai CBR, Sifat Fisik Dan Mekanis Tanah, Serta Stabilitas Lereng Di Desa Oemasi Rizhard Ndolu; Woro Sundari; Andreas Sinuhaji; Frengky Banunaek
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1363

Abstract

Tanah lempung berplastisitas tinggi memiliki daya dukung dan kuat geser yang relatif rendah sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan perkerasan jalan dan ketidakstabilan lereng. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stabilisasi menggunakan kapur tohor (CaO) hasil upgrading batugamping dolomit lokal dan Fly Ash terhadap sifat fisik, sifat mekanis, nilai California Bearing Ratio (CBR), serta stabilitas lereng di Desa Oemasi, Kabupaten Kupang. Pengujian dilakukan terhadap tanah asli dan tanah yang distabilisasi dengan 5% kapur serta variasi Fly Ash 10%, 15%, 20%, dan 25%. Parameter yang dianalisis meliputi sifat indeks, pemadatan, CBR, dan kuat geser langsung. Stabilitas lereng dianalisis menggunakan Rocscience Slide dengan metode Limit Equilibrium dan simulasi Monte Carlo berdasarkan parameter geoteknik dari tiga sampel pada bagian atas, tengah, dan dasar lereng dengan beban permukaan 15 kN/m². Hasil menunjukkan peningkatan CBR dari 13,40% menjadi 19,04% serta peningkatan kohesi dan sudut geser dalam. Nilai Factor of Safety (FS) meningkat dari 0,568 pada tanah asli menjadi 0,883; 1,122; 1,402; dan 1,615, sedangkan Probability of Failure (PF) menurun dari 100% menjadi 0% pada variasi 20% dan 25% Fly Ash. Kombinasi 5% kapur dan 25% Fly Ash menghasilkan stabilitas tertinggi, sedangkan 5% kapur dan 20% Fly Ash telah memenuhi kriteria kestabilan dengan FS > 1,30