Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Program Jum’at Berkah Dalam Membina Karakter Peduli Sosial Siswa di MAS Al Washliyah 22 Tembung Muhammad Rafi; Mardianto Mardianto; Enny Nazrah Pulungan
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam pada Program Jumat Berkah dalam membina Karakter Peduli Sosial Siswa di MAS Al-Washliyah 22 Tembung yang masih dilaksanakan pada setiap hari Jumat di MAS Al-Washliyah 22 Tembung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian observasi alami, dimana peneliti mengumpulkan data dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proses implementasi Program Jum’at Berkah yang dilaksanakan di MAS Al Washliyah 22 Tembung yaitu pertama pihak pengelola madrasah harus memastikan seluruh siswa kondusif dan berada pada lokasi yang sudah disediakan. Kemudian siswa yang sudah dijadwalkan sebelumnya sebagai utusan untuk memimpin bacaan harus sudah siap dan berada pada lokasinya. Kepala Madrasah memulai dengan muqoddimah, kemudian utusan siswa memulai memimpin bacaan Yasin. Takhtim dan Tahlil. Setelah itu dikembalikan kepada Kepala Madrasah untuk memberikan tausyiah, membawakan doa dan membacakan al-fatihah untuk hajat orang-orang yang berinfaq sebelumnya. Dan kegiatan terakhir adalah bersholawat secara berjamaah. Program Jum’at Berkah dalam Pelaksanaannya secara langsung memberikan pembinaan kepada siswa, salah satunya adalah Pembinaan Karakter Peduli Sosial siswa. Nilai-nilai karakter peduli sosial siswa terbina setidaknya melalui serangkaian implementasi Program Jum’at Berkah. Misalnya dengan program berinfaq dan rutinitas mendoakan sesama. Adapun infaq yang dititipkan melalui pihak sekolah akan disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, misalnya disalurkan dengan memberikan kebutuhan pokok masyarakat yang ada di sekitar madrasah, kemudian memberikan bantuan kepala siswa dan keluarga siswa yang memerlukan bantuan dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Dibuktikan dengan kesaksian dari informan penulis bahwa selama program ini berjalan, program jum’at berkah memiliki dampak yang siginifikan dalam melakukan pembinaan terhadap karakter peduli sosial siswa.
The Integration of Islamic Educational Philosophy and Neuroscience in Understanding the Nature of the Human Being as an Educational Subject Muhammad Fadhli Azmi; Muhammad Rafi; Azizah Hanum OK
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 2 (2026): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i2.30790

Abstract

Understanding human nature is fundamental to developing effective education. However, Islamic educational philosophy and neuroscience are often treated as separate disciplines, resulting in a fragmented view of humans as educational subjects. This study aims to examine the integration of Islamic educational philosophy and neuroscience in understanding human nature within the educational context. A qualitative library research design with an integrative-philosophical approach was employed. Data were collected from books, scholarly journal articles, and other relevant literature, then analyzed using content analysis and conceptual synthesis. The findings indicate that the Islamic concept of fitrah corresponds with the neuroscience concept of neuroplasticity, emphasizing the dynamic potential of human development. Furthermore, integrating the concepts of 'aql, qalb, nafs, and ruh with neuroscientific perspectives provides a more comprehensive understanding of learners as biological, cognitive, moral, and spiritual beings. This integration also supports the development of holistic educational practices that balance intellectual, emotional, moral, and spiritual growth. The study concludes that integrating Islamic educational philosophy and neuroscience offers a comprehensive framework for strengthening contemporary Islamic education.
Jual Beli Narkotika dalam Perspektif Fikih Kontemporer: Analisis Maqasid Al-Syariah Terhadap Peredaran dan Penyalahgunaannya di Era Modern Arif Rahman Hakim; Muhammad Rafi; Nazli Azwany; Ismail Amnur; Ali Imran Sinaga
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.964

Abstract

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika pada era modern telah menjadi persoalan multidimensional yang berdampak pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi, moral, dan keagamaan. Perkembangan jaringan perdagangan narkotika yang memanfaatkan teknologi digital menuntut adanya kajian hukum Islam melalui perspektif fikih kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis hukum jual beli narkotika dalam perspektif fikih kontemporer serta mengkaji implikasinya berdasarkan pendekatan maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa Al-Qur'an, hadis, kitab fikih klasik dan kontemporer, buku, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan teori maqāṣid al-syarī'ah sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narkotika memiliki kesamaan 'illat dengan khamr, yaitu sama-sama menghilangkan kesadaran, merusak akal, dan menimbulkan ketergantungan, sehingga hukumnya haram. Jual beli narkotika untuk tujuan penyalahgunaan dinyatakan sebagai transaksi yang tidak sah (bāṭil) karena bertentangan dengan prinsip fikih muamalah. Selain itu, peredaran narkotika mengancam lima tujuan pokok syariat (al-kulliyyāt al-khams), yaitu perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, penanggulangan narkotika perlu dilakukan melalui pendekatan hukum, pencegahan, edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kemaslahatan serta mencegah kerusakan secara berkelanjutan.
The Integration of Islamic Educational Philosophy and Neuroscience in Understanding the Nature of the Human Being as an Educational Subject Muhammad Fadhli Azmi; Muhammad Rafi; Azizah Hanum OK
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 2 (2026): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i2.30790

Abstract

Understanding human nature is fundamental to developing effective education. However, Islamic educational philosophy and neuroscience are often treated as separate disciplines, resulting in a fragmented view of humans as educational subjects. This study aims to examine the integration of Islamic educational philosophy and neuroscience in understanding human nature within the educational context. A qualitative library research design with an integrative-philosophical approach was employed. Data were collected from books, scholarly journal articles, and other relevant literature, then analyzed using content analysis and conceptual synthesis. The findings indicate that the Islamic concept of fitrah corresponds with the neuroscience concept of neuroplasticity, emphasizing the dynamic potential of human development. Furthermore, integrating the concepts of 'aql, qalb, nafs, and ruh with neuroscientific perspectives provides a more comprehensive understanding of learners as biological, cognitive, moral, and spiritual beings. This integration also supports the development of holistic educational practices that balance intellectual, emotional, moral, and spiritual growth. The study concludes that integrating Islamic educational philosophy and neuroscience offers a comprehensive framework for strengthening contemporary Islamic education.