Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Dosen Mata Kuliah Sejarah dalam Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Program Studi PAI UIN Sumatera Utara Iklima Novriani; Indah Pratiwi; Arif Rahman Hakim; Siti Halimah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8768

Abstract

Masalah yang ditemukan di lokasi penelitian menunjukkan bahwa penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam di UIN Sumatera Utara Medan belum sepenuhnya memenuhi standar kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Ketidakselarasan antara rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Sub-CPMK dengan kedalaman bahan kajian yang disajikan menjadi permasalahan utama yang ditemukan. Selain itu, dosen masih cenderung menyusun RPS secara content-based dan bergantung pada template, sehingga dokumen RPS lebih berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan administratif daripada sebagai instrumen perencanaan pembelajaran yang substantif. Penelitian ini dilakukan karena kemampuan dosen dalam menyusun RPS merupakan faktor penentu kualitas implementasi kurikulum OBE, yang secara langsung memengaruhi pencapaian kompetensi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan dosen dalam merumuskan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK, mendeskripsikan tingkat kedalaman bahan kajian, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan RPS, serta memberikan rekomendasi konstruktif untuk peningkatan kualitas penyusunan RPS berbasis OBE pada mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi evaluatif dan analisis dokumen, dilengkapi dengan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA). Metode ini dipilih karena mampu mengkaji kualitas dan konsistensi komponen RPS secara mendalam berdasarkan kriteria OBE yang telah ditetapkan, sekaligus menganalisis keterhubungan antar komponen pembelajaran dalam struktur bahasa akademik dokumen RPS. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap RPS dan wawancara dengan dosen pengampu, kemudian dianalisis menggunakan instrumen penilaian skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dosen dalam menyusun RPS berbasis OBE berada pada kategori baik secara keseluruhan dengan persentase antara 62% hingga 71,6%, namun terdapat kelemahan signifikan pada dimensi kedalaman bahan kajian (66%) dan gradasi kognitif (64%). Seluruh Sub-CPMK menggunakan kata kerja operasional "menganalisis" pada level C4, namun bahan kajian yang disajikan masih dominan bersifat deskriptif-faktual pada level C1–C2. Keterhubungan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK belum tersusun secara eksplisit dan sistematis, serta rubrik penilaian masih bersifat umum. Disimpulkan bahwa dosen pengampu telah memiliki pemahaman yang memadai terhadap prinsip OBE secara konseptual dan administratif, tetapi kemampuan operasionalisasinya masih perlu ditingkatkan, khususnya pada aspek kedalaman dan gradasi kognitif bahan kajian serta konsistensi keterkaitan antar komponen RPS. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk melibatkan lebih banyak dosen dan mata kuliah secara komparatif guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi OBE di lingkungan PTKIN, serta mengkaji efektivitas RPS dalam praktik pembelajaran aktual di kelas.
Jual Beli Narkotika dalam Perspektif Fikih Kontemporer: Analisis Maqasid Al-Syariah Terhadap Peredaran dan Penyalahgunaannya di Era Modern Arif Rahman Hakim; Muhammad Rafi; Nazli Azwany; Ismail Amnur; Ali Imran Sinaga
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.964

Abstract

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika pada era modern telah menjadi persoalan multidimensional yang berdampak pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi, moral, dan keagamaan. Perkembangan jaringan perdagangan narkotika yang memanfaatkan teknologi digital menuntut adanya kajian hukum Islam melalui perspektif fikih kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis hukum jual beli narkotika dalam perspektif fikih kontemporer serta mengkaji implikasinya berdasarkan pendekatan maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa Al-Qur'an, hadis, kitab fikih klasik dan kontemporer, buku, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan teori maqāṣid al-syarī'ah sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narkotika memiliki kesamaan 'illat dengan khamr, yaitu sama-sama menghilangkan kesadaran, merusak akal, dan menimbulkan ketergantungan, sehingga hukumnya haram. Jual beli narkotika untuk tujuan penyalahgunaan dinyatakan sebagai transaksi yang tidak sah (bāṭil) karena bertentangan dengan prinsip fikih muamalah. Selain itu, peredaran narkotika mengancam lima tujuan pokok syariat (al-kulliyyāt al-khams), yaitu perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, penanggulangan narkotika perlu dilakukan melalui pendekatan hukum, pencegahan, edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kemaslahatan serta mencegah kerusakan secara berkelanjutan.