Misbahuddin Misbahuddin
Universitas Islam Negeri Alauddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Otoritas Fatwa Berbasis Maqasid al-Syari‘ah dalam Menjawab Problematika Hukum Kontemporer Muh Yunan Putra; Kurniati Kurniati; Misbahuddin Misbahuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v10i1.6971

Abstract

Tujuan penelitian ini berupaya untuk merekonstruksi otoritas fatwa melalui lensa maq??id al-shar??ah sebagai respons terhadap kompleksitas tantangan hukum modern yang semakin meningkat. Desentralisasi otoritas keagamaan, khususnya di era digital, telah mengakibatkan fragmentasi fatwa dan ketidakpastian publik dalam mengidentifikasi referensi hukum yang sah. Akibatnya, diperlukan metodologi yang tidak hanya berorientasi pada teks, tetapi juga secara substantif membahas tujuan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kerangka kerja normatif-filosofis yang berlandaskan maq??id al-shar??ah, dengan memanfaatkan tinjauan pustaka dari sumber primer dan sekunder yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa otoritas fatwa yang berlandaskan maq??id telah berevolusi dari paradigma tekstual-formal menjadi kerangka kerja substantif dan kontekstual yang memprioritaskan manfaat. Jenis otoritas ini memiliki aspek tambahan yang bersifat substantif, kontekstual, kolektif-institusional, dan etis-transformatif. Proses pembuatannya mencakup pemulihan metodologi ijtihad, penggabungan analisis tekstual dan kontekstual, serta penggunaan instrumen u??l fiqh yang ditingkatkan dengan pendekatan multidisiplin. Validasi juga dilakukan melalui ijtihad kelompok, metode yang jelas, dan akuntabilitas publik. Implikasi dari metode ini menunjukkan bahwa fatwa menjadi semakin fleksibel, sensitif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Hal ini menjadikan lembaga fatwa lebih sah di masyarakat dan membantunya lebih sesuai dengan sistem hukum nasional. Jadi, maq??id al-syar?'ah memberi kerangka strategis untuk menjadikan otoritas fatwa lebih terbuka, aktif, dan berfokus pada kemaslahatan manusia.
Dinamika Hukum Islam dalam Migrasi Transnasional Mahasiswa Muslim Indonesia di Sudan: The Dynamics of Islamic Law in the Transnational Migration of Indonesian Muslim Students in Sudan M. Fadli; Kurniati Kurniati; Misbahuddin Misbahuddin
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 5 No. 4 (2026): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v5i4.3181

Abstract

This study examines the dynamics of Islamic law in the context of the transnational migration of Indonesian Muslim students in Sudan. The interaction between Indonesian students and Sudanese Muslim society creates social and legal encounters that reflect the flexibility of Islamic law in responding to cultural and madhhab diversity. This research aims to analyze the ontological, epistemological, and axiological dimensions of Islamic law within the experiences of Muslim diaspora students in Sudan. The study employs a library research method using philosophical, normative, and socio-historical approaches to Islamic law. Primary data were obtained from classical and contemporary Islamic legal literature, while secondary data were collected from scholarly journals and studies related to transnational migration and Muslim diaspora communities. The findings demonstrate that Islamic law in the context of migration is not static, but continuously negotiates with social realities and local traditions. The use of sarong by Indonesian students and differences in qunut practices between the Shāfiʿī and Mālikī schools illustrate the adaptive and pluralistic character of Islamic law. This study contributes to the development of socio-historical studies of Islamic law by showing that Islamic law functions not only as a normative system but also as a medium for cultural adaptation, social integration, and the preservation of Muslim identity in transnational communities.