Usfiyatur Rusuly
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Kelompok Fleksibel terhadap Pembelajaran Bahasa Arab di MA Attaraqqie Yusril Ihza Elyas; Dewi Chamidah; Usfiyatur Rusuly
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 8 No. 1 (2026): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v8i1.4905

Abstract

Bahasa Arab adalah salah satu materi penting untuk diajarkan di madrasah, hal tersebut disebabkan karena bahasa Arab merupakan salah satu ilmu pokok untuk memahami dan mendalami agama Islam, terkhusus bagi seorang muslim. Namun, pada praktiknya pembelajaran bahasa Arab belum sepenuhnya berjalan dengan efektif dan tepat sasaran. Pembelajaran berdiferensiasi hadir sebagai salah satu cara untuk menangani permasalahan ini melalui strategi pembelajaran kelompok fleksibel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan implementasi strategi pembelajaran kelompok fleksibel dalam pembelajaran bahasa Arab di MA Attaraqqie dan bagaimana respon murid terhadapnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil dari penelitian ini adalah tahapan pembelajaran dilaksanakan dengan pembagian kelompok homogen untuk murid dengan tingkat kompetensi yang sama pada keterampilan menyimak dan berbicara sedangkan kelompok heterogen yang terdiri dari murid dari berbagai tingkat kompetensi pada keterampilan membaca dan menulis. Respon murid menunjukkan bahwa strategi ini dinilai “Sangat Layak” untuk diimplementasikan.
Cognitive-Epistemic Management of Intensive Arabic Language Learning: A Qualitative Case Study of POAC, Knowledge Quality, and Powerful Knowledge Moh. Syaifudin; Wildana Wargadinata; Sutaman Sutaman; Usfiyatur Rusuly; Faruq Abdul Muid
Al-Muyassar: Journal of Arabic Education Vol 5 No 3 (2026): Al-Muyassar: Journal of Arabic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/x6tbtn40

Abstract

This study explores how the management functions of planning, organizing, actuating, and controlling (POAC) operate in intensive Arabic language learning from the perspective of cognitive psychology and how these management practices shape the epistemic quality of learners’ knowledge and create conditions for the development of powerful knowledge. Employing a qualitative case-study design, the study drew on PKPBA semester learning-plan documents and interviews with eight informants identified by the codes AA, AS, BB, FH, IM, YH, AC, and NQ. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that planning facilitated the activation of prior schemata, content segmentation, and cognitive-load regulation; organizing structured attention, proficiency-based differentiation, and learning environments; actuating operationalized scaffolding, elaboration, multimodal processing, practice, and metacognitive support; and controlling reinforced retrieval, feedback, monitoring, schema restructuring, and self-regulation. Collectively, these functions enhanced the epistemic quality of Arabic-language knowledge by making it more systematic, accessible, integrated, and accurate, while creating conditions for powerful knowledge through generative use, transfer across contexts, access to academic resources, and greater epistemic autonomy. The study’s novelty lies in integrating POAC, cognitive psychology, cognitive regulation, epistemic quality, and powerful knowledge into a cognitive-epistemic management model. Theoretically, the model extends instructional management beyond administrative functions by incorporating cognitive and epistemic dimensions. Practically, it offers a framework for aligning intensive language-program management with learners’ cognitive needs and knowledge development.