Rasmawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI OLAHAN IKAN (NUGGET) DAN PENDAMPINGAM KELUARGA DALAMA MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN ANAK STUNTING DI DESA TAKATIDUNG Nur Fadhilah Kadir; Rasmawati; Femmy Febrianti
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang dipengaruhi oleh rendahnya asupan protein, khususnya protein hewani. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal yang mudah diterima anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan protein anak stunting melalui edukasi olahan ikan (nugget) dan pendampingan keluarga di Desa Takatidung Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah edukasi, demonstrasi, dan pendampingan selama 4 minggu dengan melibatkan 30 ibu yang memiliki anak stunting. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan, observasi keterampilan, serta pemantauan konsumsi protein dan berat badan anak. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu dari rata-rata 54,5 menjadi 82,8 (p < 0,05). Sebagian besar peserta (73,3%) memiliki keterampilan baik dalam pembuatan nugget ikan. Frekuensi konsumsi protein hewani anak meningkat, dimana kategori ≥5 kali/minggu naik dari 13,3% menjadi 43,3%. Selain itu, terjadi peningkatan rata-rata berat badan anak sebesar 0,9 kg selama periode pendampingan. Kesimpulannya, edukasi olahan ikan dan pendampingan keluarga efektif dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhan protein anak stunting. Program ini direkomendasikan sebagai strategi intervensi berbasis masyarakat yang berkelanjutan untuk mendukung perbaikan status gizi anak.
MODEL EDUKASI GIZI DAN POLA ASUH SEHAT BAGI IBU PESISIR DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nur Fadhilah; Rasmawati; Sri Aryati Artha
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i2.533

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan utama di wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi, pola makan tidak seimbang, dan praktik pengasuhan yang kurang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu pesisir melalui model edukasi gizi dan pola asuh sehat berbasis partisipatif dan potensi pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan dengan melibatkan 30 ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita. Metode yang digunakan meliputi survei awal, edukasi interaktif, demonstrasi pengolahan makanan bergizi berbahan lokal seperti ikan dan daun kelor, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi ibu dari rata-rata 63,1 menjadi 84,5 dan peningkatan pengetahuan tentang pola asuh sehat dari 60,0 menjadi 81,1. Selain itu, 70% peserta mulai menerapkan menu bergizi di rumah, dan tingkat kehadiran di posyandu meningkat hingga 90%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis partisipatif dan kearifan lokal efektif dalam membangun kesadaran serta perubahan perilaku ibu pesisir terhadap pentingnya gizi dan pengasuhan anak. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa model edukasi gizi dan pola asuh sehat dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam pencegahan stunting di wilayah pesisir. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan program serupa di daerah lain, terutama yang memiliki potensi pangan lokal namun masih menghadapi permasalahan gizi anak. Kata Kunci : edukasi gizi, pola asuh sehat, stunting, ibu pesisir, Desa Laliko