Nur fadhilah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Terjadinya Dekubitus pada Pasien yang Dirawat di Ruang ICU RSUD Kabupaten Majene Yulianah Sulaiman; Nur fadhilah; Fahrul Fahrul
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Ulkus dekubitus adalah luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama. Luka akan muncul di area kulit yang paling banyak mendapatkan tekanan, seperti tumit, siku, pinggul, dan tulang ekor. Ulkus dekubitus juga dikenal sebagai bed sores. Ulkus dekubitus berisiko terjadi pada orang yang kondisinya menyebabkan gerak tubuhnya terbatas. Penderita tersebut akan berbaring di tempat tidur atau duduk di kursi roda dalam waktu yang lama sehingga ada bagian tubuh yang terus-menerus mengalami penekanan. Dekubitus berasal dari bahasa latin decumbree yang berarti merebahkan diri yang didefinisikan sebagai suatu luka akibat posisi penderita yang tidak berubah dalam jangka waktu lebih dari 6 jam (Suheri, 2009). Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara immobilisasi dan lama hari rawat dengan terjadinya dekubitus pada pasien yang dirawat di Ruang ICU RSUD Kabupaten Majene. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditarik secara total sampling, didapatkan 31 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan diolah menggunakan program statistik (SPSS) dengan uji chi- square dan dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara immobilisasi dengan dekubitus (p=0,001); ada hubungan antara lama hari rawata dengan dekubitus dengan (p=0,01). Kesimpulan Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara immobilisasi dan lama hari rawat dengan dekubitus pada pasien yang di rawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Majene.
MODEL EDUKASI GIZI DAN POLA ASUH SEHAT BAGI IBU PESISIR DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nur Fadhilah; Rasmawati; Sri Aryati Artha
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i2.533

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan utama di wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi, pola makan tidak seimbang, dan praktik pengasuhan yang kurang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu pesisir melalui model edukasi gizi dan pola asuh sehat berbasis partisipatif dan potensi pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan dengan melibatkan 30 ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita. Metode yang digunakan meliputi survei awal, edukasi interaktif, demonstrasi pengolahan makanan bergizi berbahan lokal seperti ikan dan daun kelor, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi ibu dari rata-rata 63,1 menjadi 84,5 dan peningkatan pengetahuan tentang pola asuh sehat dari 60,0 menjadi 81,1. Selain itu, 70% peserta mulai menerapkan menu bergizi di rumah, dan tingkat kehadiran di posyandu meningkat hingga 90%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis partisipatif dan kearifan lokal efektif dalam membangun kesadaran serta perubahan perilaku ibu pesisir terhadap pentingnya gizi dan pengasuhan anak. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa model edukasi gizi dan pola asuh sehat dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam pencegahan stunting di wilayah pesisir. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan program serupa di daerah lain, terutama yang memiliki potensi pangan lokal namun masih menghadapi permasalahan gizi anak. Kata Kunci : edukasi gizi, pola asuh sehat, stunting, ibu pesisir, Desa Laliko