Erny Luxy D. Purba
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DIGITAL TRANSFORMATION DISCLOSURE DAN INTENSITAS R&D TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN 2024 Yessi Octavia; Chandra Situmeang; Andri Zainal; Nasirwan Nasirwan; Erny Luxy D. Purba
JURNAL AKUNTANSI BARELANG Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Akuntansi Barelang
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jab.v10i2.11507

Abstract

This research seeks to explore and assess the impact of digital transformation disclosure and The impact of research and development (R&D) intensity on financial performance, as well as the moderating role of firm size in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2024. The study uses a cross-sectional design, purposeful sampling, and a quantitative technique. Multiple linear regression and moderated regression analysis (MRA) were used to assess the data, which came from the annual reports of businesses. Return on Assets (ROA) is a measure of financial success, whereas the inclusion of terminology related to digital transformation in annual reports is used to assess disclosure. Firm size is represented by the natural logarithm of total assets, while R&D intensity is denoted by a dummy variable. These results imply that R&D and digital transformation activities have not directly improved the short-term financial performance of manufacturing firms, and in larger firms, the benefits of digital transformation may not yet be fully reflected in improved financial performance. Keywords: Digital Transformation Disclosure, Intensitas R&D, Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan
Pengaruh Fiscal Stress, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, dan Rebudgeting Terhadap Penyerapan Anggaran Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara Nazwa Adinda; Tapi Rumondang Sari Siregar; Muhammad Ridha Habibi Z; Erny Luxy D. Purba; Esa Setiana
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): JULI : Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimea.v6i2.2315

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Fiscal Stress, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, dan Rebudgeting terhadap tingkat penyerapan anggaran pada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2020–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi penyerapan anggaran pemerintah daerah yang masih rendah dan berfluktuasi, sehingga mencerminkan belum optimalnya efektivitas dalam pengaturan APBD. Rendahnya penyerapan anggaran dapat menghambat pembangunan daerah, menurunkan kualitas pelayanan publik, serta menyebabkan terjadinya idle money yang mengurangi efektivitas penggunaan anggaran daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Website Pemerintah Daerah. Populasi penelitian meliputi seluruh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara periode 2020–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 70 sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fiscal Stress berpengaruh terhadap Penyerapan Anggaran, yang berarti tekanan fiskal memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan anggaran secara optimal. Sementara itu, SiLPA dan Rebudgeting tidak berpengaruh terhadap Penyerapan Anggaran, yang menunjukkan bahwa besarnya sisa anggaran maupun perubahan anggaran belum mampu secara langsung meningkatkan efektivitas realisasi anggaran daerah. Namun, secara simultan Fiscal Stress, SiLPA, dan Rebudgeting pengaruh terhadap tingkat Penyerapan Anggaran Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara. Temuan ini diharapkan menjadi sebagai bahan pertimbangan serta evaluasi bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan efektivitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan APBD sehingga proses penyerapan anggaran dapat terlaksana secara lebih optimal