Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN STRATEGIS GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX Putri Anggreni; I Gusti Ayu Suasthi; Anak Agung Istri Inten Dwitayanti
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pentingnya strategi dan implikasi peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti serta siswa kelas IX. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, faktor-faktor pentingnya peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tegallalang, Gianyar setelah dianalisis ternyata didasari oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari dimensi profesionalitas guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, tantangan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, motif guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam memberikan solusi terhadap motivasi belajar dan prestasi siswa, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, sedangkan faktor eksternal terdiri dari komunikasi orang tua dengan siswa, lingkungan belajar yang kondusif, dan dukungan dari lingkungan sosial turut memberikan pengaruh terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Kedua, peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tegallalang, Gianyar setelah dianalisis ternyata dipengaruhi oleh penerapan strategi pembelajaran yang memperhatikan minat, pemanfaatan teknologi, dan pemetaan gaya belajar siswa. Ketiga, implikasi peran strategis guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tegallalang, Gianyar setelah di analisis ternyata berimplikasi terhadap intelektual, psikologis, etika, spiritual, dan sosial.
Revitalisasi Wayang Wong Anak-Anak Di Desa Bona, Gianyar, Bali Ni Made Ruastiti; I Made Sidia; Gede Yoga Kharisma Pradana; Kadek Suryani; Putri Anggreni
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.91

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk revitalisasi pertunjukan Wayang Wong anak-anak yang mulai terpinggirkan akibat putusnya regenerasi. Sebagai warisan budaya yang mengandung nilai-nilai budaya lokal dengan koreografi gerak yang lucu dan menghibur, Wayang Wong anak-anak semestinya tidak terpinggirkan pada masyarakat desa Bona, di Gianyar. Akan tetapi, terlihat sangat jarang dipentaskan karena masalah kader penarinya.  Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode R&D dengan tahapan identifikasi kebutuhan mitra, serta tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi rancangan untuk keberlanjutan rancangan model pertunjukan yang ditopang oleh hasil analisis kualitatif dalam perspektif kajian budaya. Hasil menunjukan bahwa revitalisasi Wayang Wong Anak-Anak berhasil dilakukan dengan menciptakan Wayang Wong Anak-Anak Inovatif untuk upacara di Pura Dalem Desa Bona, Gianyar dengan bantuan Sanggar Paripurna selaku mitra. Wayang Wong Anak-Anak Inovatif ini adalah purwarupa yang dihasilkan berdasarkan penelitian dasar, sosialisasi rancangan, pelatihan artistik, pendampingan, evaluasi dan upaya penguatan eksistensi melalui teknologi & media promosi. Dengan berminatnya anak-anak di desa Bona menari Wayang Wong Anak-Anak Inovatif maka telah menanggulangi masalah krisis regenerasi penari Wayang Wong sebagai salah satu penyebab Wayang Wong terpinggirkan dalam kebudayaan masyarakat lokal di Desa Bona, Gianyar.
Internalisasi Nilai Agama Hindu melalui Ecoprint sebagai Praktik Etnopeeragogi bagi Anak Berkebutuhan Khusus Putri Anggreni; Ni Made Ruastiti; Gede Yoga Kharisma Pradana
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i1.12524

Abstract

Anak berkebutuhan khusus di SLB Susrusa telah diperkenalkan pada kegiatan ecoprint dan nilai-nilai agama Hindu, namun keduanya belum diintegrasikan secara sistematis ke dalam model pembelajaran adaptif berbasis teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi Model Ecoprint Berbasis Nilai-Nilai Hindu serta menganalisis proses internalisasi nilai melalui kegiatan ecoprint sebagai praktik etnopeeragogi dalam pendidikan khusus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan pendekatan terapan, konstruktivistik, sinkronik, dan berbasis lapangan. Informan dan peserta penelitian dipilih secara purposif dan dikembangkan melalui teknik snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, pengodean tematik, penyajian data, triangulasi, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Hindu diinternalisasikan melalui aktivitas konkret dan berulang, seperti memilih bahan-bahan alami, menata daun, melakukan pencetakan, berbagi alat, menunggu giliran, membersihkan ruang kerja, membantu teman sebaya, serta melakukan refleksi terhadap pemanfaatan alam. Proses tersebut menghasilkan empat luaran yang saling berkaitan, yaitu karakter personal, kemandirian, kepedulian sosial, dan kesadaran ekologis. Konsep Tri Hita Karana menjadi struktur nilai melalui aspek Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan, sedangkan pembelajaran sebaya memungkinkan nilai-nilai tersebut dipraktikkan secara horizontal antarsiswa. Diferensiasi tugas dan tingkat bantuan memungkinkan nilai yang sama dialami dan diterapkan sesuai dengan kapasitas masing-masing peserta didik. Penelitian ini berkontribusi dalam mengembangkan model etnopeeragogi adaptif yang mengintegrasikan keterampilan vokasional, nilai-nilai Hindu, pembelajaran sebaya, pendidikan karakter, dan kesadaran ekologis bagi anak berkebutuhan khusus.