Basri Rakhman
Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformation of the Government's Collaborative Innovation Model In Handling Street Children Basri Rakhman; Indra Wijaya; Ardy Firman Syah
Jurnal Borneo Administrator Vol. 22 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v22i1.1717

Abstract

This study examines the transformation of the government's collaborative innovation model in handling street children, focusing on the TRC Saribattang (Rapid Reaction Team) innovation in Makassar City. It is a team initiated by the government and formed by the Social Service of Makassar City to maximize performance related to handling street children, beggars, and homeless people in Makassar City. This research investigates the relative advantages, compatibility, complexity, trialability,and observability of the TRC Saribattang innovation in the context of street children management. Data was collected from 12 participants involved in street children management in Makassar City. The study analyzed their perceptions of the TRC Saribattang innovation. This qualitative phenomenological study explored Makassar’s TRC Saribattang innovation for handling street children. Results show simplified processes, stronger cross-sector coordination, and improved access to information, with significant reductions in the number of street children. The implementation's complexity is perceived as low. Observability is evident in the reduction of street children, although discrepancies exist between field reality and reported data. Challenges such as resource limitations, social resistance, and institutional coordination barriers persist. The TRC Saribattang innovation presents a simplified and more coordinated approach to managing street children. The findings of this study are based on a limited number of participants in one city and do not include comparisons with other areas. Explore the long-term impact of the TRC Saribattang innovation, investigate strategies to overcome the identified challenges, and examine the applicability of a pentahelix model for a more integrative approach.
Pengaruh Budaya Kerja Adaptif, Komitmen Organisasi, dan Burnout Terhadap Turnover Intention di Era Transformasi Digital Asmika Tranggono; Ahmad Firman; Basri Rakhman
Advances: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 4 No. 5 (2026): September - October
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ajeb.v4i5.1036

Abstract

Tujuan— Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya kerja adaptif, komitmen organisasi, dan burnout terhadap turnover intention di era transformasi digital. Metodologi Penelitian— Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. MRS berjumlah 76 orang. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, yaitu sebanyak 76 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, uji regresi linier, uji deskriptif, dan uji hipotesis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 2. Hasil— Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja adaptif tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Sebaliknya, komitmen organisasi berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Secara simultan, budaya kerja adaptif, komitmen organisasi, dan burnout berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, dengan kontribusi sebesar 67,6%. Keterbatasan Penelitian/Implikasi— Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu memperkuat komitmen organisasi melalui dukungan, penghargaan, komunikasi yang terbuka, serta pengembangan kompetensi dan karier. Selain itu, pencegahan burnout melalui pengelolaan beban kerja, dukungan sosial, dan pendampingan dalam menghadapi transformasi digital diperlukan untuk menekan turnover intention karyawan. Orisinalitas— Penelitian ini memberikan perspektif empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention karyawan dalam lingkungan kerja yang mengalami transformasi digital.