Tujuan— Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya kerja adaptif, komitmen organisasi, dan burnout terhadap turnover intention di era transformasi digital. Metodologi Penelitian— Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. MRS berjumlah 76 orang. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, yaitu sebanyak 76 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, uji regresi linier, uji deskriptif, dan uji hipotesis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 2. Hasil— Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja adaptif tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Sebaliknya, komitmen organisasi berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Secara simultan, budaya kerja adaptif, komitmen organisasi, dan burnout berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, dengan kontribusi sebesar 67,6%. Keterbatasan Penelitian/Implikasi— Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu memperkuat komitmen organisasi melalui dukungan, penghargaan, komunikasi yang terbuka, serta pengembangan kompetensi dan karier. Selain itu, pencegahan burnout melalui pengelolaan beban kerja, dukungan sosial, dan pendampingan dalam menghadapi transformasi digital diperlukan untuk menekan turnover intention karyawan. Orisinalitas— Penelitian ini memberikan perspektif empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention karyawan dalam lingkungan kerja yang mengalami transformasi digital.