Hamzah
Institut Agama Islam Negeri Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Position of Ampi Kale' Grants in The Community of Sibulue District, Bone Regency: A Review of Islamic Inheritance Law A. Very Febriany; Asni Zubair; Hamzah; Nur Afifah HS
Al-Bayyinah Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Bayyinah
Publisher : Faculty of Sharia and Islamic Law Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/al-bayyinah.v10i1.10484

Abstract

This study examines the practice of Ampi Kale' grants in Sibulue District by highlighting three main aspects, namely the practice of implementation, community views, and analysis of the perspective of Islamic inheritance law. The method used is empirical law with a qualitative approach, through in-depth interviews with traditional leaders, religious leaders, and the community involved in the grant, as well as a literature review of inheritance fiqh, customary law, and maqāṣid al-syarī‘ah theory. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods to identify patterns, meanings, and socio-religious implications of the practice. The results of the study show an empirical analysis of the Ampi Kale' practice as a customary gift phenomenon that lies at the intersection between gifts and wills in Islamic inheritance law. Thus, the meaning of Ampi Kale' has transformed from a mere moral reward to an instrument of wealth distribution that directly impacts inheritance rights. This study offers a model for harmonizing custom and Sharia by positioning Ampi Kale' as a conditional gift that must fulfill the principles of justice, willingness, and legal certainty. This study enriches the body of Islamic family law with relevant, current, and contextual local case studies, particularly regarding the integration of customary law and Islamic law in inheritance practices.
Gerakan Sadar Pencatatan Nikah Sebagai Strategi Preventif Terhadap Perkawinan Tidak Tercatat di Kabupaten Bone Try Canthika; Hamzah; Jumriani Nawawi; Andi Sugirman
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 12 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i12.2628

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah sebagai strategi preventif terhadap perkawinan tidak tercatat di Kabupaten Bone, meliputi pelaksanaan gerakan, strategi Kantor Urusan Agama (KUA), serta tinjauannya dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan teologis normatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang melibatkan Kepala KUA, penghulu, penyuluh agama, Kementerian Agama Kabupaten Bone, pengurus APRI, serta dokumen terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Sadar Pencatatan Nikah dilaksanakan melalui sosialisasi, penyuluhan hukum, pendampingan administrasi, pendataan perkawinan tidak tercatat, dan fasilitasi isbat nikah. Pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya kesadaran hukum, perkawinan usia dini, ketidaklengkapan dokumen, perkawinan di perantauan, serta pengaruh budaya. KUA merespons kendala tersebut melalui penguatan edukasi hukum, optimalisasi penyuluh agama, koordinasi lintas sektoral, dan sinergi dengan pemerintah serta tokoh masyarakat. Dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah, gerakan ini tidak hanya mewujudkan tertib administrasi, tetapi juga menjadi instrumen preventif untuk melindungi hak-hak keperdataan, status hukum perkawinan, nasab, dan kemaslahatan keluarga melalui pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.