Penelitian ini mengkaji penguatan metode pembelajaran di MTsN 2 Lhokseumawe melalui integrasi pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (Love-Based Curriculum). Sebagai madrasah tsanawiyah negeri, lembaga ini menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan kurikulum umum dan keagamaan di tengah keterbatasan waktu, sekaligus menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Partisipatory Action Research (PAR). Data telah dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala madrasah dan guru serta tiga orang siswa disamping juga digunakan tenik pengumpulan data yang melibatkan Fokus Group Discussion (FGD). Analisis dokumen perangkat pembelajaran juga digunakan dalam kegiatan penguatan pembelajaran kurikulum berbasis cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan model pembelajaran dilakukan melalui tiga strategi utama. Pertama, penerapan pendekatan Deep Learning yang menekankan pembelajaran bermakna mengenai kurikulum berbasis cinta. Kedua, internalisasi nilai-nilai Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah, Rasul, diri sendiri, sesama, dan lingkungan, yang diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Ketiga, penguatan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan berkelanjutan dan praktik peer teaching. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inspiratif, serta mampu mengembangkan kecerdasan intelektual dan karakter peserta didik secara seimbang dan berkelanjutan.