Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Pelanggaran Fiduciary Duty dan Personal Liability Direksi dalam Kepailitan Perseroan Terbatas Elena Philomena Lee; Gisella Helga Xaviera; Jessy Yohanes; Paulina Shelly Kwu; Sheren Christabella Nathanael; Udin Silalahi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1579

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertanggungjawaban hukum anggota direksi ketika Perseroan Terbatas berada dalam keadaan pailit, dengan fokus pada pembatasan kewenangan direksi dalam pengambilan keputusan serta penerapan prinsip kepercayaan dan kewajaran dalam pengurusan perusahaan sebagaimana tercermin dalam fiduciary duty dan business judgment rule. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual dengan menelaah Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Kepailitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa direksi berkewajiban menyelenggarakan pengurusan perseroan secara jujur, cermat, dan setia terhadap tujuan serta kepentingan hukum perseroan. Pelanggaran terhadap standar kehati-hatian maupun kewajiban loyalitas tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum berupa tanggung jawab individual maupun tanggung jawab bersama. Meskipun demikian, direksi dapat terbebas dari tuntutan hukum sepanjang keputusan bisnis diambil secara rasional, tanpa benturan kepentingan, serta didasarkan pada informasi yang layak. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip tata kelola korporasi yang baik merupakan instrumen penting untuk menekan risiko hukum direksi dalam kondisi kepailitan.
The Effectiveness of Tangerang Mayor Regulation Number 111 of 2022: An Analysis Based on Lawrence M. Friedman’s Legal System Theory Sheren Christabella Nathanael; Jessy Yohanes; Paulina Shelly Kwu; Jaffray Paul Kam; Jerry Shalmont
Begawan Abioso Vol. 17 No. 2 (2026): Begawan Abioso (In press)
Publisher : Magister Ilmu Hukum, Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37893/abioso.v17i2.1399

Abstract

Plastic waste has become an increasingly serious environmental problem in Tangerang City, particularly due to the extensive use of single-use plastic bags in traditional markets, shopping centers, supermarkets, and restaurants. As a regulatory response, the Tangerang City Government enacted Tangerang Mayor Regulation Number 111 of 2022 concerning Restrictions on the Use of Plastic Bags. This study employs a normative-empirical legal research method using a statutory approach. The findings indicate that the implementation of Tangerang Mayor Regulation Number 111 of 2022 has not yet been optimal. From the perspective of legal substance, ambiguity remains regarding the “gradual” implementation of the policy in traditional markets. In terms of legal structure, public dissemination and regulatory supervision by the local government remain insufficient, resulting in a limited understanding among business operators of their obligation to use environmentally friendly shopping bags. From the perspective of legal culture, the prevailing public preference for free plastic bags and economic considerations among traders constitute major factors contributing to the low level of compliance with the regulation. The study concludes that the effective implementation of Tangerang Mayor Regulation Number 111 of 2022 requires stronger integration among legal substance, legal structure, and legal culture. Accordingly, strengthened public dissemination, consistent regulatory supervision, and greater collaboration among the local government, market administrators, business operators, and the public are necessary to achieve the intended reduction in plastic waste.