Pariwusiana Anwar
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pasal 95-105 UU Hak Cipta Terhadap Perlindungan Hak Ekonomi Konten Kreator Digital di Platform Youtube Pariwusiana Anwar; Aisyah Nurmala Hidayati; Anaku Alana; Ikhwan Aulia Fatahillah
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 2 (2026): June
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat platform digital, khususnya YouTube, telah melahirkan konten kreator sebagai aktor penting dalam ekonomi kreatif berbasis digital. Namun, kemudahan reproduksi dan distribusi konten di ruang siber juga memunculkan berbagai bentuk pelanggaran hak cipta yang berdampak langsung terhadap hak ekonomi kreator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pasal 95–105 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dalam memberikan perlindungan terhadap hak ekonomi konten kreator digital di platform YouTube. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan sumber akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum nasional telah mengatur mekanisme penyelesaian sengketa, ganti rugi, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran hak cipta, implementasinya di ruang digital masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan yurisdiksi lintas negara, anonimitas pelaku, serta ketergantungan pada kebijakan internal platform seperti Content ID. Selain itu, terdapat kesenjangan antara mekanisme hukum nasional dengan sistem otomatis platform yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi kreator. Upaya perlindungan hak cipta perlu dilakukan melalui kombinasi strategi preventif dan represif, baik melalui instrumen hukum seperti gugatan perdata dan alternatif penyelesaian sengketa, maupun melalui pemanfaatan teknologi digital seperti sistem deteksi konten dan fitur takedown. Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi antara regulasi nasional dan kebijakan platform digital, penguatan mekanisme penegakan hukum lintas yurisdiksi, serta peningkatan literasi hukum bagi konten kreator guna mewujudkan perlindungan hak ekonomi yang efektif dan berkelanjutan di era digital.
Pengelolaan TPA Bantar Gebang dalam Perspektif Hukum Lingkungan: Penerapan Prinsip Perlindungan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Pariwusiana Anwar; Deizan Azriel Drahmasyfa; Aisyah Nurmala Hidayati; Laila Nurfadilah
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 1 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18103049

Abstract

The management of the Bantar Gebang Final Disposal Site (TPA) faces structural challenges related to capacity limitations, environmental pollution, and the fulfillment of the community’s right to a good and healthy environment. This study analyzes the application of environmental law enforcement principles as regulated in Law Number 32 of 2009, focusing on the principles of precaution, pollution prevention, the polluter pays principle, sustainability, and community participation in landfill management practices. The research findings indicate that although technical approaches such as sanitary landfills and the development of waste-to-energy (PLTSa) facilities have been implemented, gaps in implementation persist due to the high volume of waste, weak supervision, and the dominance of an end-of-pipe disposal approach without adequate upstream waste reduction strategies. Legal instruments such as Environmental Impact Assessments (AMDAL), environmental permitting, and administrative sanctions tend to be reactive in nature and have not fully ensured the imposition of restoration costs on polluters. Furthermore, community participation remains limited due to the lack of dialogue mechanisms and management accountability. This study recommends strengthening law enforcement through stricter supervision, enhancing public participation mechanisms, developing a collaborative governance model across regions between DKI Jakarta and the City of Bekasi, and integrating upstream waste reduction programs with social protection for waste pickers.Â