Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Artificial Intelligence dalam Manajemen SDM: Efisiensi dan Risiko Dehumanisasi Soraya Exsaniah Bilkhist; Maya Dwi Yuliani; Najwa Dhana Almaghvira; Rafika Meilia Sari
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v4i2.1578

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM), khususnya dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan efisiensi MSDM serta mengkaji implikasi etis yang muncul, terutama terkait risiko dehumanisasi tenaga kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran pada basis data Google Scholar, SINTA, dan DOAJ yang menghasilkan 25 artikel yang sesuai, serta 11 artikel paling relevan dari periode 2021–2026 untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi AI mampu mengoptimalkan berbagai fungsi MSDM, seperti rekrutmen, pengelolaan kinerja, serta analitik prediktif tenaga kerja, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Namun, penerapan AI juga menimbulkan berbagai tantangan etis, antara lain distorsi algoritma yang berpotensi memperkuat diskriminasi, rendahnya transparansi dalam pengambilan keputusan, risiko pelanggaran privasi data, serta berkurangnya sensitivitas terhadap aspek kemanusiaan dalam pengelolaan tenaga kerja. Penelitian ini berkontribusi dengan merumuskan kerangka integratif yang menghubungkan efisiensi dan etika dalam penggunaan AI pada MSDM, serta menegaskan pendekatan human-in-the-loop sebagai strategi kunci untuk menjaga keseimbangan antara optimalisasi teknologi dan nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, pemanfaatan Artificial Intelligence dalam manajemen sumber daya manusia mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas keputusan berbasis data, namun ketergantungan yang berlebihan berisiko menimbulkan dehumanisasi dan persoalan etis, sehingga perlu keseimbangan antara teknologi, peran manusia, dan prinsip etika organisasi.  
Analisis Perbandingan Efisiensi Operasional Bank BNI, BSI Dan BTN Berdasarkan Cost-To-Income Ratio (CIR) Tahun 2023-2025 Najwa Dhana Almaghvira; Vivi Nur Fitriani; Shyntia Anggraini; Adiva Nanda Hendriawan; Achmad Miftachul Huda
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jebmak.v5i2.1711

Abstract

Industri perbankan saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional, namun ketatnya persaingan menuntut pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien demi mempertahankan daya saing. Di sisi lain, meskipun literatur manajemen keuangan menempatkan Cost-to-Income Ratio (CIR) sebagai indikator vital untuk menilai tingkat efisiensi operasional, sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada pengaruh CIR terhadap profitabilitas, sehingga analisis komparatif tingkat efisiensi bank-bank BUMN pada periode pasca pemulihan ekonomi tahun 2023–2025 masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat efisiensi operasional Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Tabungan Negara (BTN) selama periode 2023–2025 dengan menggunakan indikator CIR. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif komparatif dengan memanfaatkan data sekunder laporan keuangan publikasi masing-masing bank, yang kemudian diuji melalui analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji inferensial One-Way ANOVA, serta uji lanjut Games-Howell. Temuan terpenting dari analisis deskriptif dan inferensial menunjukkan adanya perbedaan rata-rata nilai CIR yang signifikan secara statistik di antara kelompok bank yang diteliti, di mana BNI berhasil mencatat tingkat efisiensi operasional terbaik dengan tren nilai CIR yang relatif paling rendah dan stabil dibandingkan BSI dan BTN. Sebagai kesimpulan, kemampuan pengendalian biaya operasional dan optimalisasi pendapatan pada BNI terbukti berjalan lebih efektif daripada dua bank lainnya. Oleh karena itu, direkomendasikan bagi BNI untuk mempertahankan konsistensinya, sedangkan BSI disarankan fokus pada penguatan integrasi operasional, dan BTN perlu mengevaluasi struktur biaya serta memperbaiki stabilitas efisiensinya agar lebih adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi.