Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Metode Seleksi Karyawan pada UMKM: Studi Kasus UD Karnanjaya Tulungagung Deni Malik; Rafika Meilia Sari
J-MSDM (JURNAL MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA) Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Prodi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode seleksi karyawan yang diterapkan di UD Karyananjaya Pakel Tulungagung dan mengevaluasi efektivitasnya dalam memperoleh sumber daya manusia yang memenuhi kebutuhan bisnis. Seleksi karyawan merupakan fungsi penting dalam manajemen sumber daya manusia, karena berperan penting dalam menentukan kualitas tenaga kerja dan keberlanjutan bisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pemilik bisnis dan karyawan yang terlibat dalam proses seleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode seleksi karyawan di UD Karyananjaya masih relatif sederhana, terdiri dari pemeriksaan kesehatan, wawancara langsung, dan pertimbangan pengalaman kerja. Proses seleksi belum didasarkan pada prosedur operasi standar yang terstruktur, sehingga pengambilan keputusan cenderung subjektif. Meskipun demikian, metode ini dianggap cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, keterbatasan sistem seleksi berpotensi memengaruhi kualitas karyawan dan kinerja bisnis secara keseluruhan.
Diskriminasi, Kekerasan, dan Ketidakadilan Gender di Tempat Kerja: Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia pada Industri Nikel Dea Rindha Seftiana; Sivi Nova Setyorini; Nur Indah Ageng Setiani; Rafika Meilia Sari
J-MSDM (JURNAL MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA) Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Prodi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze discrimination, violence, and gender inequality against female workers in the nickel industry from a human resource management perspective. This study employs a qualitative approach using literature review and content analysis methods. Research data were obtained from news articles, scientific journals, official agency reports, and documents related to gender and labor issues. The results indicate that female workers in the nickel industry continue to face marginalization, gender bias, subordination, limited career opportunities, and vulnerability to sexual violence in the workplace. Human resource management functions also remain suboptimal, as recruitment practices, compensation, labor protection, and promotion processes are still influenced by patriarchal culture and gender stereotypes. The primary factors perpetuating gender inequality are the dominance of masculine culture, weak protections for female workers, and a lack of gender-responsive organizational policies. This study concludes that more inclusive and gender-responsive human resource management policies are needed to create a safe, fair, and gender-equitable work environment in the nickel industry.
Determinasi Ketimpangan Partisipasi Tenaga Kerja Perempuan di Indonesia Eka Puri Sabrina; Yunia Nelly Zakkiyah; Fajrina Syafinatul Islam; Rafika Meilia Sari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan ketimpangan partisipasi tenaga kerja perempuan di Indonesia dengan menekankan keterkaitan antara faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya bersifat deskriptif dan membahas faktor tertentu secara terpisah, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan kajian melalui pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai faktor penyebab dalam satu kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis tematik berbasis studi literatur. Data penelitian diperoleh dari sumber sekunder seperti publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), jurnal ilmiah, buku, serta berbagai sumber relevan lainnya yang berkaitan dengan isu ketenagakerjaan perempuan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi tenaga kerja perempuan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan. Budaya patriarki masih membentuk konstruksi peran gender yang menempatkan perempuan pada tanggung jawab domestik, sehingga memunculkan beban ganda antara pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan di sektor publik. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh keterbatasan akses perempuan terhadap pendidikan, teknologi, dan peluang pengembangan keterampilan, serta adanya diskriminasi struktural di dunia kerja seperti ketimpangan upah dan terbatasnya kesempatan karier. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan partisipasi tenaga kerja perempuan bersifat multidimensional, sehingga diperlukan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan struktur sosial dan budaya guna meningkatkan partisipasi perempuan secara berkelanjutan.
Keterkaitan Pendidikan, Pelatihan Kerja, dan Kesempatan Kerja dalam Menjelaskan Pengangguran di Indonesia: Analisis Kualitatif 2020–2025 Imama Inaroh Hasanah; Viona Anie Vadinda Sari; Floreta Luhtitisari; Rafika Meilia Sari
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bfjen268

Abstract

Pengangguran merupakan permasalahan struktural yang masih menjadi tantangan dalam perekonomian Indonesia pada periode 2020–2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kausal antara pendidikan, pelatihan kerja, dan kesempatan kerja dalam menjelaskan pengangguran di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review yang dipadukan dengan analisis kebijakan, dengan memanfaatkan data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik, artikel jurnal ilmiah terindeks, serta dokumen kebijakan ketenagakerjaan. Pemilihan data dilakukan secara purposive berdasarkan relevansi, kredibilitas, dan periode publikasi 2020–2025. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan open coding, kategorisasi, dan analisis tematik, yang dilanjutkan dengan interpretasi kebijakan serta triangulasi sumber untuk meningkatkan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah lulusan pendidikan tidak diimbangi dengan kualitas dan relevansi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga memunculkan fenomena skill mismatch. Pelatihan kerja belum sepenuhnya berbasis kebutuhan pasar, sementara kesempatan kerja masih didominasi sektor informal dengan produktivitas rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran merupakan hasil interaksi kausal ketiga variabel tersebut, dengan skill mismatch sebagai variabel mediasi, serta menawarkan kerangka integratif bagi perumusan kebijakan.  
Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja terhadap Persentase Kemiskinan Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah Tahun 2023–2025 Ashabul Firdaus; Alfian Rizka Syahrianur; M. Khoirul Anwar; Rafika Meilia Sari
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e4p3qk02

Abstract

Kemiskinan tetap menjadi tantangan kompleks dalam pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar tenaga kerja, terutama melalui Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Namun, karena hubungan antarvariabel ini sering kali tidak konsisten di berbagai daerah, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh TPT dan TPAK terhadap angka kemiskinan di kabupaten/kota se-Jawa Tengah periode 2023–2025. Menggunakan metode kuantitatif regresi linear berganda dengan data panel dari BPS, penelitian ini telah melewati serangkaian uji asumsi klasik, termasuk normalitas (sig. 0,228), multikolinearitas (VIF 1,411), heteroskedastisitas, serta koreksi autokorelasi Cochrane-Orcutt (DW 1,715) untuk memastikan validitas model. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa TPT berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan (β = 0,598; sig. 0,01), yang menegaskan bahwa peningkatan pengangguran memperburuk kemiskinan secara struktural. Menariknya, TPAK juga menunjukkan pengaruh positif yang signifikan (β = 0,190; sig. 0,049). Hal ini mengindikasikan adanya fenomena pekerja miskin (working poor), di mana tingginya partisipasi kerja tidak serta-merta mengurangi kemiskinan karena pekerja terjebak di sektor informal yang rendah produktivitas. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (sig. 0,03), meski nilai Adjusted R-squared sebesar 0,067 menunjukkan bahwa 93,3% faktor kemiskinan lainnya dipengaruhi oleh variabel di luar model seperti kualitas pendidikan dan upah minimum. Temuan ini menyimpulkan bahwa pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah memerlukan strategi menyeluruh, mulai dari penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas hingga penguatan perlindungan sosial dan pelatihan vokasional.  
Dampak Kebijakan Batas Maksimal Potongan Aplikasi Sebesar 8% terhadap Kompensasi Pengemudi Ojek Online Sendy Marcello Edy Putra; Ismatul Eka Novita Sari; Fina Karima; Rafika Meilia Sari
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zx9mpc98

Abstract

This study aimed to analyze the impact of the maximum 8% application fee deduction policy on the compensation of online ojek drivers from a Human Resource Management perspective. The study used a qualitative approach with a library research method by reviewing scientific journals, government regulations, news articles, and previous studies related to the compensation system of online ojek drivers. The results showed that fare systems, bonuses, incentives, and application fee deductions significantly affected drivers’ income levels, work motivation, productivity, and welfare. Before the policy was implemented, application deductions reaching 20% were considered to reduce drivers’ net income, which negatively affected job satisfaction and work motivation. After the implementation of the maximum 8% deduction policy, drivers were expected to receive higher net income, which could improve welfare, job satisfaction, and work productivity. The study concluded that the policy of limiting application deductions represented a form of government intervention capable of creating a more proportional and equitable compensation system for online ojek drivers in the digital economy.
Peran Strategis Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan: Studi Literatur Devina Luthvia Putri; Sholikhatun Nisa Nur Janah; Aditya Wardana; Rafika Meilia Sari
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hmnm8b37

Abstract

Perkembangan lingkungan organisasi yang dinamis, khususnya akibat transformasi digital, menuntut pengelolaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang lebih adaptif dan strategis. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara tuntutan kompetensi tenaga kerja dengan kesiapan sumber daya manusia, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan adanya research gap terkait efektivitas implementasi MSDM dalam meningkatkan kinerja karyawan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis MSDM, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan, serta mengkaji tantangan dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSDM berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang efektif. Selain itu, faktor motivasi, kompetensi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja turut menentukan kualitas kinerja. Dengan demikian, MSDM yang dikelola secara strategis dan adaptif mampu meningkatkan kinerja karyawan serta mendukung keberhasilan organisasi secara berkelanjutan.
Evaluasi Penerapan Human Resource Information System (HRIS) dalam Mengurangi Kesenjangan Pengelolaan SDM: Studi Literatur Loventa Zulvania Abellia; Ashiva Asyura Salma; Dwi Batrisya Cahaya Ningrum; Rafika Meilia Sari
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w8w2c934

Abstract

Human Resource Information System (HRIS) telah menjadi komponen penting dalam pengelolaan organisasi modern di era digital. Fokus utama dari penggunaan HRIS adalah untuk meningkatkan proses pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan mengurangi kesenjangan antara perusahaan besar dengan UMKM. HRIS memfasilitasi pengumpulan, pengolahan, dan penyajian informasi karyawan yang relevan secara cepat dan akurat kepada para pengambil keputusan. Dengan demikian, manajer organisasi dapat menggunakan data yang tersedia untuk menganalisis kinerja, merencanakan kebutuhan tenaga kerja, mengendalikan operasi harian, dan memonitor pencapaian tujuan strategis. Implementasi HRIS tidak hanya memperbaiki efisiensi administrasi tetapi juga memungkinkan evaluasi yang lebih efektif terhadap produktivitas kerja. Selain itu, HRIS memainkan peran kunci dalam membangun dasar informasi yang solid untuk pengawasan kinerja, mendukung upaya transparansi, serta meningkatkan profesionalisme dalam organisasi. Dengan demikian, penggunaan HRIS tidak hanya memperkuat kapasitas pengambilan keputusan tetapi juga mendukung pemerataan kualitas pengelolaan SDM bagi seluruh skala usaha dalam menghadapi transformasi digital.
Rekrutmen dalam Pusaran Kuasa: Analisis Praktik Nepotisme terhadap Profesionalisme Pegawai di Sektor Publik Natswa Alodia Putri Ananta; Riris Andani; Rizka Unia Zatul Umroh; Rafika Meilia Sari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24915

Abstract

Rekrutmen pegawai di sektor publik pada dasarnya dilaksanakan berdasarkan prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan transparansi untuk menciptakan aparatur yang kompeten dan berintegritas. Namun praktik nepotisme dalam proses rekrutmen masih sering ditemukan sehingga menimbulkan ketidakadilan, menurunkan profesionalisme pegawai, dan mempengaruhi kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme praktik nepotisme dalam rekrutmen pegawai publik, dampaknya terhadap profesionalisme aparatur, serta upaya reformasi yang dapat dilakukan untuk mencegah praktik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif melalui pengkajian konsep, teori, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan nepotisme dan profesionalisme birokrasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nepotisme terjadi melalui intervensi pejabat, manipulasi persyaratan seleksi, serta pengaruh hubungan kekuasaan dalam proses penerimaan pegawai. Praktik tersebut berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia, menurunnya motivasi kerja pegawai yang kompeten, menurunnya kualitas pelayanan publik, serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi pemerintah. Penerapan sistem merit, reformasi birokrasi, penguatan pengawasan, dan penggunaan teknologi digital seperti Computer Assisted Test (CAT) menjadi langkah penting dalam mencegah nepotisme dan meningkatkan profesionalisme aparatur negara. Penelitian ini masih terbatas pada kajian literatur sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data empiris lapangan agar diperoleh hasil yang lebih mendalam dan komprehensif.
Integrasi Artificial Intelligence dalam Manajemen SDM: Efisiensi dan Risiko Dehumanisasi Soraya Exsaniah Bilkhist; Maya Dwi Yuliani; Najwa Dhana Almaghvira; Rafika Meilia Sari
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v4i2.1578

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM), khususnya dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan efisiensi MSDM serta mengkaji implikasi etis yang muncul, terutama terkait risiko dehumanisasi tenaga kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran pada basis data Google Scholar, SINTA, dan DOAJ yang menghasilkan 25 artikel yang sesuai, serta 11 artikel paling relevan dari periode 2021–2026 untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi AI mampu mengoptimalkan berbagai fungsi MSDM, seperti rekrutmen, pengelolaan kinerja, serta analitik prediktif tenaga kerja, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Namun, penerapan AI juga menimbulkan berbagai tantangan etis, antara lain distorsi algoritma yang berpotensi memperkuat diskriminasi, rendahnya transparansi dalam pengambilan keputusan, risiko pelanggaran privasi data, serta berkurangnya sensitivitas terhadap aspek kemanusiaan dalam pengelolaan tenaga kerja. Penelitian ini berkontribusi dengan merumuskan kerangka integratif yang menghubungkan efisiensi dan etika dalam penggunaan AI pada MSDM, serta menegaskan pendekatan human-in-the-loop sebagai strategi kunci untuk menjaga keseimbangan antara optimalisasi teknologi dan nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, pemanfaatan Artificial Intelligence dalam manajemen sumber daya manusia mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas keputusan berbasis data, namun ketergantungan yang berlebihan berisiko menimbulkan dehumanisasi dan persoalan etis, sehingga perlu keseimbangan antara teknologi, peran manusia, dan prinsip etika organisasi.