Anna Zakiyah Hastriana
Universitas Annuqayah

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Produk Anti Nyamuk dari Mimba untuk Ekonomi Kreatif di Kolpo Sumenep Lailatus Shobibatir Rohmah; Anna Zakiyah Hastriana; Ida Ruhaniatin; Ulfiati Nuril Mustafida; Isnia Fijrianti; Luthfiyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28256

Abstract

Desa Kolpo, Kabupaten Sumenep, memiliki permasalahan kesehatan akibat tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD dan malaria, serta potensi ekonomi yang belum tergarap optimal. Di sisi lain, daun mimba (Azadirachta indica) yang melimpah belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan ekstrak daun mimba sebagai bahan dasar produk anti-nyamuk herbal bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teknis ekstraksi, formulasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran online/offline. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta (ibu PKK, kader posyandu, perangkat desa, dan masyarakat umum). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pengolahan daun mimba sebesar 100% (56,6% sangat setuju, 43,4% setuju), peningkatan pemahaman kewirausahaan sebesar 100%, serta peningkatan keterampilan pembuatan akun e-commerce (Shopee, TikTok) mencapai 100%. Sebanyak 86,9% peserta merasa mampu memproduksi obat nyamuk herbal secara mandiri. Program ini berhasil menciptakan produk anti-nyamuk efektif berbasis ekstrak daun mimba, terbentuknya calon usaha mandiri, serta peningkatan keterampilan dan pendapatan masyarakat. Program ini menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah kesehatan, lingkungan, dan ekonomi di Desa Kolpo sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal berbasis kearifan dan ilmu pengetahuan.
SOCIOECONOMIC DETERMINANTS OF CIRCULAR MIGRATION OF WORKERS: EMPIRICAL EVIDENCE FROM THE RETAIL INFORMAL SECTOR Yaqinatul Muzayyana; Anna Zakiyah Hastriana
JURNAL PROFIT Vol 10, No 1 (2026): Economic And Investment
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/profit.v10i1.14019

Abstract

Circular migration is a form of non-permanent labor mobility that is commonly carried out by rural communities in response to limited employment and inequality of welfare between regions. This phenomenon is especially prevalent in the urban informal sector, including small retailers such as grocery stores, which are relatively accessible to the workforce even with low educational backgrounds. This study aims to evaluate the influence of employment opportunities, wage rates, and family dependents on the circular migration of workers from Lenteng District, Sumenep Regency. The research applied a quantitative design using a survey of 100 respondents chosen through purposive sampling. Primary data were gathered via a five-point Likert-scale questionnaire and processed using multiple linear regression with SPSS. The findings indicate that employment opportunities, wage rates, and family dependents positively and significantly affect circular migration, both individually and collectively. These findings emphasize the importance of strengthening the rural economy and protecting the informal retail sector as an effort to mitigate welfare inequality between regions.
IMPLEMENTASI AKAD RAHN DALAM SISTEM PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH Evi Savila; Anna Zakiyah Hastriana
MARGIN: Journal of Islamic Banking Vol 5 No 1 (2025): MARGIN JOURNAL OF ISLAMIC BANKING
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/margin.v5i1.3031

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan akad rahn dalam pembiayaan yang diterapkan oleh perbankan syariah di Indonesia. Akad rahn, yang merupakan konsep gadai dalam syariah, digunakan sebagai bentuk jaminan atas pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah. Dalam pelaksanaannya, akad rahn memberikan perlindungan bagi kedua belah pihak, yaitu bank dan nasabah, dengan tetap mengikuti prinsip-prinsip syariah, yang menekankan larangan terhadap riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini menggunakan kajian Pustaka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad rahn memberikan manfaat bagi bank syariah dalam mengurangi risiko pembiayaan macet, sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memperoleh pembiayaan dengan jaminan yang jelas. Meskipun demikian, beberapa tantangan masih dihadapi dalam penerapan akad rahn, seperti kurangnya pemahaman mengenai syarat dan ketentuan rahn, serta ketidaksesuaian antara objek yang digadaikan dengan jumlah pembiayaan yang diberikan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi kepada nasabah dan penguatan regulasi yang mendukung penerapan akad rahn dalam perbankan syariah.
PENERAPAN IJARAH PADA PRODUK PEMBIAYAAN DI PERBANKAN SYARIAH Sundu Siyah; Anna Zakiyah Hastriana
MARGIN: Journal of Islamic Banking Vol 5 No 2 (2025): MARGIN JOURNAL OF ISLAMIC BANKING
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/margin.v5i2.3105

Abstract

Ijarah merupakan salah satu akad dalam ekonomi syariah yang digunakan untuk transaksi sewa-menyewa. Dalam akad ini, pemilik aset (mu'jir) menyewakan manfaat atau jasa kepada penyewa (musta'jir) dengan imbalan tertentu sesuai kesepakatan. Konsep Ijarah berlandaskan prinsip keadilan, dimana hak dan kewajiban kedua belah pihak diatur secara jelas. Ijarah menjadi alternatif bagi masyarakat dan lembaga keuangan dalam melakukan transaksi pembiayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, khususnya dalam produk pembiayaan aset seperti kendaraan, properti, maupun jasa. Akad ini tidak hanya berlaku dalam sektor riil, namun juga telah diadopsi oleh perbankan syariah melalui produk Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), yang memungkinkan transfer kepemilikan setelah masa sewa berakhir. Dengan demikian, Ijarah tidak hanya memenuhi kebutuhan transaksi syariah yang adil dan transparan, tetapi juga menjadi salah satu solusi pembiayaan yang menghindari unsur riba dan gharar.