Desa Kolpo, Kabupaten Sumenep, memiliki permasalahan kesehatan akibat tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD dan malaria, serta potensi ekonomi yang belum tergarap optimal. Di sisi lain, daun mimba (Azadirachta indica) yang melimpah belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan ekstrak daun mimba sebagai bahan dasar produk anti-nyamuk herbal bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teknis ekstraksi, formulasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran online/offline. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta (ibu PKK, kader posyandu, perangkat desa, dan masyarakat umum). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pengolahan daun mimba sebesar 100% (56,6% sangat setuju, 43,4% setuju), peningkatan pemahaman kewirausahaan sebesar 100%, serta peningkatan keterampilan pembuatan akun e-commerce (Shopee, TikTok) mencapai 100%. Sebanyak 86,9% peserta merasa mampu memproduksi obat nyamuk herbal secara mandiri. Program ini berhasil menciptakan produk anti-nyamuk efektif berbasis ekstrak daun mimba, terbentuknya calon usaha mandiri, serta peningkatan keterampilan dan pendapatan masyarakat. Program ini menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah kesehatan, lingkungan, dan ekonomi di Desa Kolpo sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal berbasis kearifan dan ilmu pengetahuan.