p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebidanan
Novita Nurhidayati
Program Studi Sarjana Kebidanan STIKES Estu Utomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SENAM NIFAS BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA IBU NIFAS Triani Yuliastanti; Novita Nurhidayati; Sandiyah Sandiyah
Jurnal Kebidanan VOLUME 15, NO.02 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v15i02.668

Abstract

Masa nifas merupakan masa setelah persalinan, setelah melahirkan banyak perubahan yang dialami dan dikeluhkan oleh para ibu selain berubahnya rutinitas kegiatan ibu sehari-hari juga adanya perubahan dalam tubuh salah satunya perubahan berat badan. Dampak yang ditimbulkan dari penambahan berat badan atau berat badan tidak turun bahkan mengalami obesitas dapat mengakibatkan tergangunya aktivitas fisik, timbul ketidaknyamanan yang dapat mengakibatkan terhambatnya ibu dalam memberikan ASI atau merawat bayinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penurunan berat badan ibu nifas di Klinik Pratama Jasmine Medika Desa Babatan Katibung Lampung Selatan. Penelitian menggunakan one grup pre test – post test design. Subyek penelitian yang diambil 38 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini senam nifas dan varibael terikat penurunan berat badan ibu. Hasil yang diperoleh setelah diberikan senam nifas menunjukkan bahwa ada perubahan berat badan ibu antara sebelum dan sesudah diberikan senam nifas dengan nilai p-value 0.026 < 0,05 dengan nilai rata-rata 55,34. Kesimpulan yang didapat senam nifas berpengaruh terhadap penurunan berat badan pada ibu nifas. Kata Kunci : Berat Bedan, Nifas, Senam Nifas
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN PADA ANAK BALITA STUNTING USIA 2-5 TAHUN DI DESA CANDI PUSKESMAS AMPEL BOYOLALI Triani Yuliastanti; Novita Nurhidayati; Siti Marfuah
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.960

Abstract

ABSTRAK : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya, tetapi baru nampak setelah anak usia 2 tahun. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Tengah turun menjadi 17,1% dari 20,7% pada tahun sebelumnya. Dampak dari stunting sendiri salah satunya yaitu keterlambatan perkembangan kognitif, motorik, dan kemampuan berbicara. Dari studi pendahuan yang dilakukan di desa Candi pada 10 balita stunting didapatkan 2 balita kategori severely stunted dengan perkembangan meragukan, 8 balita kategori stunted 4 diantaranya dengan perkembangan meragukan dan 4 lainnya dengan perkembangan sesuai. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan pada balita stunting usia 2-5 tahun di Desa candi Puskesmas Ampel Boyolali. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita stunting usia 2-5 tahun di Desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali pada bulan April 2025 sebanyak 33 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling dengan jumlah sampel 32 balita stunting usia 2-5 tahun di Desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali. Hasil dalam penelitian ini ditemukan dua kategori perkembangan, yaitu balita stunting dengan kategori severely stunted sebanyak 4 balita (12.5%) dengan perkembangan meragukan dan 28 balita dengan kategori stunted, 13 balita (40.6%) mengalami perkembangan meragukan dan 15 balita (46.9%) mengalami perkembangan sesuai. Hasil analisis data menunjukkan p-value 0.046 (p<0.05). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan pada anak balita stunting usia 2-5 tahun di desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali. Kata Kunci : Stunting, Perkembangan, Balita