Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Riwayat Penyakit Ibu Dan Keluarga Dengan Kejadian Preeklampsia Rohmawati; Sri Handayani; Triani Yuliastanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.811

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu disertai proteinuria atau tanda gangguan organ lainnya. Ibu hamil dengan riwayat hipertensi memeliki resiko lebih tinggi mengalami preeklampsia dibandingkan dengan ibu tanpa riwayat. Selain itu, kondisi metabolik dan gangguan vascular yang telah ada sebelumnya dapat memperberat respon tubuh terhadap perubahan fisiologis selama kehamilan. Selain riwayat penyakit ibu, faktor genetik atau riwayat keluarga juga memiliki peranan penting. Ibu hamil yang memiliki ibu atau saudara perempuan dengan riwayat preeklampsia diketahui memiliki resiko lebih besar mengalami kondisi yang sama. Tujuan: untuk Mengetahui hubungan riwayat penyakit ibu dan keluarga dengan kejadian preeklampsia di Kabupaten Boyolali. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 202 responden.. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden ibu hamil dengan 41 (40,6%) dengan ibu memiliki riwayat penyakit mengalami preeklampsia dan sebanyak 36 (35,6%) mengalami preeklampsia pada ibu yang memiliki riwayat penyakit di keluargnya. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit ibu dan keluarga dengan kejadian preeklampsia. Kata Kunci : Preeklampsia, Riwayat Penyakit Ibu , Riwayat Penyakit Keluarga
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN PADA ANAK BALITA STUNTING USIA 2-5 TAHUN DI DESA CANDI PUSKESMAS AMPEL BOYOLALI Triani Yuliastanti; Novita Nurhidayati; Siti Marfuah
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.960

Abstract

ABSTRAK : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya, tetapi baru nampak setelah anak usia 2 tahun. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Tengah turun menjadi 17,1% dari 20,7% pada tahun sebelumnya. Dampak dari stunting sendiri salah satunya yaitu keterlambatan perkembangan kognitif, motorik, dan kemampuan berbicara. Dari studi pendahuan yang dilakukan di desa Candi pada 10 balita stunting didapatkan 2 balita kategori severely stunted dengan perkembangan meragukan, 8 balita kategori stunted 4 diantaranya dengan perkembangan meragukan dan 4 lainnya dengan perkembangan sesuai. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan pada balita stunting usia 2-5 tahun di Desa candi Puskesmas Ampel Boyolali. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita stunting usia 2-5 tahun di Desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali pada bulan April 2025 sebanyak 33 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling dengan jumlah sampel 32 balita stunting usia 2-5 tahun di Desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali. Hasil dalam penelitian ini ditemukan dua kategori perkembangan, yaitu balita stunting dengan kategori severely stunted sebanyak 4 balita (12.5%) dengan perkembangan meragukan dan 28 balita dengan kategori stunted, 13 balita (40.6%) mengalami perkembangan meragukan dan 15 balita (46.9%) mengalami perkembangan sesuai. Hasil analisis data menunjukkan p-value 0.046 (p<0.05). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan pada anak balita stunting usia 2-5 tahun di desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali. Kata Kunci : Stunting, Perkembangan, Balita