Salsabila Maulida
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG DASAR PADA SISWA KELAS II SDN 3 GERUNG SELATAN Salsabila Maulida; Lisha Nurramdhani; Nabila Alfatien; Sabandi Sabandi; Mirah Rizki Wulandari; Djuita Hidayati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10632

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the limitations of mathematics learning methods and their implications for students’ understanding of basic arithmetic operation concepts in grade II at SDN 3 Gerung Selatan. Mathematics learning in elementary schools requires varied methods to help students understand addition, subtraction, multiplication, and division concepts effectively. However, classroom observations showed that the learning process was still dominated by lecture methods with limited use of instructional media, causing students difficulties in understanding the material. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of observation and interviews. The data were analyzed descriptively to describe the condition of mathematics learning in the classroom. The findings revealed that the limited variation of teaching methods and learning media affected students’ understanding of basic mathematics concepts, reduced their learning interest and motivation, and created differences in learning outcomes among students. Therefore, more interactive learning methods and the use of concrete learning media are needed to improve students’ understanding of basic arithmetic operations. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis keterbatasan metode pembelajaran matematika serta implikasinya terhadap pemahaman konsep operasi hitung dasar siswa kelas II SDN 3 Gerung Selatan. Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan metode yang bervariasi agar siswa dapat memahami konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian secara optimal. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah dengan penggunaan media yang terbatas sehingga siswa mengalami kesulitan memahami materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pembelajaran matematika di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dasar matematika, menurunnya minat dan motivasi belajar siswa, serta adanya perbedaan hasil belajar antar siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan penggunaan media konkret untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep operasi hitung dasar.  
GURU SEBAGAI ARSITEK MOTIVASI: STRATEGI BERBASIS BUKTI UNTUK MENGOPTIMALKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Amaliatul Fitri; Salsabila Maulida; Savinah Savinah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10648

Abstract

ABSTRACT Learning motivation is the most determinative psychological component in the success of the learning process at the elementary school level. Low student motivation remains a real challenge faced by teachers, necessitating evidence-based strategies that are planned and adaptive. This study aims to: (1) examine the concepts and definitions of learning motivation from various theoretical perspectives; (2) classify types of motivation and their implications for learning; (3) analyze principles of learning motivation relevant to elementary school contexts; and (4) identify effective evidence-based strategies that teachers can implement as architects of motivation. A qualitative approach with the library research method was employed, through the collection, analysis, and synthesis of relevant literature sources. The findings indicate that learning motivation is multidimensional divided into intrinsic and extrinsic motivation with intrinsic motivation proven more effective and sustainable. Teachers play a strategic role as architects of motivation who design and implement various strategies integratively, including: explicitly communicating learning objectives, using varied interactive methods and learning media including digital media, integrating educational games, providing proportional praise and rewards, applying punishment pedagogically, and ensuring transparent assessment. The success of these strategies depends greatly on teachers' consistency, creativity, and sensitivity to individual student needs and classroom dynamics. ABSTRAK Motivasi belajar merupakan komponen psikologis paling determinatif dalam keberhasilan proses pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Rendahnya motivasi siswa masih menjadi tantangan nyata yang dihadapi guru, sehingga diperlukan strategi berbasis bukti yang terencana dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji konsep dan pengertian motivasi belajar dari berbagai perspektif teoritis; (2) mengklasifikasikan jenis-jenis motivasi beserta implikasinya dalam pembelajaran; (3) menelaah prinsip-prinsip motivasi belajar yang relevan bagi konteks sekolah dasar; dan (4) mengidentifikasi strategi-strategi efektif berbasis bukti yang dapat diimplementasikan guru sebagai arsitek motivasi dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan, analisis, dan sintesis berbagai sumber pustaka relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar bersifat multidimensional terbagi atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik dengan motivasi intrinsik terbukti lebih efektif dan berkelanjutan. Guru berperan strategis sebagai arsitek motivasi yang merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi secara integratif, meliputi: penyampaian tujuan pembelajaran secara eksplisit, penggunaan metode interaktif dan media pembelajaran bervariasi termasuk media digital, integrasi permainan edukatif, pemberian pujian dan reward yang proporsional, penerapan punishment secara pedagogis, serta penilaian yang transparan. Keberhasilan strategi-strategi tersebut sangat bergantung pada konsistensi, kreativitas, dan kepekaan guru terhadap kebutuhan individual siswa serta dinamika kelas.