ABSTRACT This study was motivated by the low ability of second-grade students at SDN 3 Bajur to master basic mathematical arithmetic operations, particularly in column addition. The primary issue is that many students incorrectly place digits according to their place value (ones, tens, hundreds, and so forth) and do not yet have a proper understanding of the carrying process, resulting in inaccuracies in calculations. This research focuses on analyzing the types of difficulties experienced by students and the underlying causal factors. This study employs a descriptive method with a qualitative approach, where data collection was conducted through observation, interviews, and documentation involving teachers and students in the field. The results indicate that students face significant obstacles in distinguishing between units and tens and frequently fail to apply the carry technique when the addition result exceeds ten. The factors causing these difficulties include internal factors such as low interest, motivation, and a lack of understanding of basic concepts, as well as external factors including suboptimal use of learning media and a lack of systematic practice. The conclusion of this study emphasizes that mastering place value is a crucial foundation for students' arithmetic skills. Therefore, more concrete, gradual, and contextual learning strategies are required to strengthen conceptual understanding and increase students' confidence in solving column addition operations. ABSTRAK Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa kelas II SDN 3 Bajur dalam menguasai operasi hitung matematika, khususnya pada materi penjumlahan bersusun. Permasalahan utama muncul karena banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam menempatkan angka berdasarkan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, dan seterusnya) serta belum memahami konsep menyimpan dengan benar, sehingga menyebabkan ketidaktelitian dalam proses perhitungan. Fokus penelitian ini adalah menganalisis jenis kesulitan yang dialami siswa serta faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan serius dalam membedakan nilai satuan dan puluhan serta sering kali gagal dalam melakukan Teknik menyimpan (carry) saat hasil penjumlahan melebihi angka sepuluh. Faktor penyebab kesulitan ini mencakup faktor internal seperti rendahnya minat, motivasi, dan pemahaman konsep dasar, serta faktor eksternal yang meliputi penggunaan media pembelajaran yang kurang optimal dan minimnya Latihan soal yang sistematis. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan nilai tempat adalah fondasi krusial bagi kemampuan aritmatika siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih konkret, bertahap, dan kontekstual untuk memperkuat pemahaman konsep serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan bersusun.