Nurul Hikmah
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU PAI DALAM MENGELOLA SUMBER BELAJAR DI PERPUSTAKAAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI Rifana Azzahra; Imas Amanatu Zahro; Nurul Hikmah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7660

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca peserta didik serta belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dalam mengelola sumber belajar di perpustakaan sebagai upaya peningkatan literasi peserta didik, strategi yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan desain deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru PAI dan pustakawan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pengarah peserta didik dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Strategi yang dilakukan meliputi pemberian tugas berbasis literasi, pembelajaran di perpustakaan, penggunaan berbagai media pembelajaran, serta pembiasaan membaca dan mencari referensi tambahan. Faktor pendukung penelitian ini berupa fasilitas perpustakaan yang memadai dan kerja sama antara guru dengan pustakawan, sedangkan faktor penghambatnya meliputi rendahnya minat baca peserta didik serta pengaruh penggunaan gawai dan media sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya optimalisasi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar untuk meningkatkan budaya literasi peserta didik.
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIK WUDHU DENGAN KITAB DURŪS AL-FIQHIYYAH DI PPTQ AL-ASY'ARIYYAH 10 Ahmad Taufiqurrohman; Desi Oktavia; Sekar Najwa Sal Sabila; Nurul Hikmah; Fatkhurrohman Fatkhurrohman
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8262

Abstract

Learning the practice of wuḍūʾ is an essential component of fiqh education, as it directly affects the validity of prayer. However, in pesantren learning practices, some students are still found to perform wuḍūʾ incorrectly and not in accordance with fiqh regulations. This study aims to describe the use of the demonstration method in teaching the practice of wuḍūʾ using the book Durūs al-Fiqhiyyah at PPTQ Al-Asy’ariyyah 10 Al-Asy’ariyyah, to identify supporting and inhibiting factors in its implementation, and to analyze the impact of the use of the demonstration method on students’ understanding and skills. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the use of the demonstration method was implemented through the stages of preparation, implementation, and evaluation, with Durūs al-Fiqhiyyah serving as the theoretical foundation. Supporting factors included the competence of teachers, a pesantren environment that supports the habituation of worship, and the availability of learning facilities, while inhibiting factors involved limited instructional time, a large number of students, and differences in students’ levels of understanding. The impact of using the demonstration method was reflected in improved students’ comprehension of the pillars and sequence of wuḍūʾ as well as enhanced skills in performing wuḍūʾ correctly and orderly. Therefore, the use of the demonstration method has a positive contribution to wuḍūʾ practice learning and is appropriate to be further developed in fiqh learning within pesantren contexts.