Literasi sains merupakan kompetensi esensial yang harus dikuasai peserta didik pada abad ke-21 yang diperlukan siswa untuk memahami fenomena ilmiah, menyelesaikan masalah kompleks, dan menghubungkan konsep ilmiah dengan kehidupan sehari-hari. Namun Survei PISA hasilnya mengindikasikan bahwa tingkat literasi sains siswa di Indonesia masih berada di bawah standar internasional sehingga diperlukan perhatian pada faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian belajar, termasuk minat belajar. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan tingkat literasi sains dan minat belajar siswa SMP serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut melalui metode Systematic Literature Review (SLR) yang didasarkan pedoman PRISMA, mencakup identifikasi artikel dari Google Scholar, Crossref, dan Publish or Perish, penyaringan relevansi dan duplikasi, penilaian kelayakan melalui judul, abstrak, dan isi, serta sesuai syarat inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 15 artikel yang layak dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi sains siswa umumnya berada pada kategori rendah hingga sedang, dipengaruhi oleh strategi pembelajaran, fasilitas belajar, dan kemampuan berpikir kritis, sementara minat belajar terbukti menjadi faktor internal yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep dan partisipasi siswa. Sebagian besar penelitian mengungkapkan bahwa minat belajar siswa cenderung meningkat seiring dengan tingginya tingkat literasi sains, sehingga memperlihatkan adanya hubungan positif antara kedua variabel tersebut.di mana peningkatan salah satu variabel turut memperkuat variabel lainnya.