Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Korelasi Visual Branding Interior terhadap Kesejahteraan Pengunjung: Studi Kasus Jabarano Cafe, Bandung Mohd Ridho Kurniawan; Rangga Firmansyah; Nera Leiya Maisury
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19295

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara visual branding dalam desain interior dan kontribusinya terhadap kesejahteraan pengunjung dalam konteks bisnis ritel, dengan fokus pada tiga lokasi Kafe Jabarano di Bandung, Indonesia. Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, desain interior tidak lagi berfungsi hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi yang memengaruhi pengalaman ruang dan respons emosional pengunjung. Elemen visual branding seperti skema warna, pencahayaan, material, tekstur, bahasa grafis, dan dekorasi berperan dalam membentuk persepsi merek serta atmosfer ruang yang mendukung kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif melalui observasi partisipatif dan analisis konten ulasan daring untuk mengidentifikasi karakteristik implementasi visual branding interior pada Kafe Jabarano. Analisis dilakukan untuk memahami keterkaitan antara elemen visual branding dengan persepsi kenyamanan, kepuasan, dan kesejahteraan emosional pengunjung. Temuan penelitian menunjukkan adanya variasi strategi implementasi visual branding pada ketiga lokasi studi kasus, yang menyesuaikan dengan konteks bangunan cagar budaya serta karakter lingkungan sekitarnya. Visual branding yang konsisten dan kontekstual terindikasi berkontribusi terhadap terciptanya atmosfer ruang yang nyaman serta mendukung pengalaman emosional positif bagi pengunjung. Penelitian ini memberikan pemahaman kontekstual mengenai peran visual branding interior dalam membentuk pengalaman ruang pada kafe lokal, serta menawarkan pertimbangan desain bagi praktisi interior dalam mengintegrasikan identitas merek dengan karakter ruang secara lebih adaptif.   Kata Kunci: Desain interior, Jabarano Café, Kesejahteraan pengunjung,Visual branding,  
KAJIAN APLIKASI BRAND IDENTITY PADA ELEMEN DESAIN INTERIOR SPARKLE COFFEE BANDUNG Mohd Ridho Kurniawan
Jurnal Anala Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.1.1625.10-18

Abstract

Bandung dikenal sebagai salah satu pusat tren gaya hidup di Indonesia, termasuk dalam perkembangan coffee shop yang terus meningkat. Fenomena ini mencerminkan kebutuhan masyarakat urban akan ruang sosial yang nyaman sekaligus tempat bekerja dan bersantai. Namun, persaingan yang ketat memaksa setiap coffee shop memiliki identitas unik untuk menarik pelanggan. Brand identity pada coffee shop merupakan elemen penting yang memengaruhi keputusan pengunjung dalam memilih tempat melampaui sekadar cita rasa produk. Penelitian ini mengkaji aplikasi konsep brand identity pada elemen desain interior Sparkle Coffee di Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan analisis indikator pembentuk brand identity dan elemen desain interior. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan kajian teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan brand identity sparkle coffee secara fisik dan psikologis efektif diterapkan melalui elemen interior tangible dan intangible. Secara tangible, identitas sparkle coffee tercermin dari kombinasi warna terracotta dan silver, pemilihan furnitur modern dengan material alumunium yang menciptakan kesan hangat dan mewah. Secara intangible, suasana ruang dengan pencahayaan redup dan menonjolkan spot ikonik “berkilau” dan penghawaan yang baik mendukung identitasnya sebagai kafe “instagramable”. Dapat disimpulkan bahwa implementasi konsep brand identity yang tepat pada desain interior Sparkle Coffee mampu meningkatkan brand image dan menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan, sekaligus mendukung daya saing bisnis di tengah pertumbuhan coffee shop yang pesat Kota Bandung. Kata Kunci: Brand identity, coffee shop, desain interior, Bandung
ANALISIS MODEL KENYAMANAN VISCHER DALAM EVALUASI RUANG BELAJAR OPEN LIBRARY TELKOM UNIVERSITY: TINJAUAN FISIK, FUNGSIONAL DAN PSIKOLOGIS Mohd Ridho Kurniawan; Citra Kania Dewi; Ignatius Dendrow Krisnantio
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya desain interior perpustakaan yang adaptif terhadap kebutuhan civitas akademik di era open-space learning. Masalah yang diidentifikasi meliputi potensi glare fatigue akibat pencahayaan jendela, kepadatan sirkulasi furniture, serta tantangan privasi pada area komunal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas ruang Open Library Telkom University melalui tiga tingkatan Model Kenyamanan Vischer: fisik, fungsional, dan psikologis. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan dan analisis komparatif berdasarkan standar SNI 6197:2020 serta standar antropometri. Temuan menunjukkan bahwa kenyamanan fisik telah terpenuhi melalui pencahayaan buatan dan suhu ruangan. Secara fungsional, terdapat variasi zona kerja yang mendukung produktivitas, meski sirkulasi antar meja mezzanine (60 cm) masih di bawah standar minimal. Dari sisi psikologis, penggunaan elemen rumput sintetis efektif menciptakan batas teritorialitas semu bagi pengunjung. Simpulannya, interior Open Library telah mencapai tingkat kenyamanan fungsional yang baik, namun memerlukan penataan ulang tata letak furnitur untuk mengoptimalkan privasi dan aksesibilitas penyandang disabilitas di area mezzanine. Kata-kunci: Model Vischer, Perpustakaan, Kenyamanan Interior, Psikologi Interior