Kajian perilaku spasial dalam ruang interior umumnya menjelaskan hubungan antara konfigurasi ruang dan tindakan pengguna melalui pendekatan psikologi lingkungan maupun konfigurasi spasial seperti space syntax. Namun, proses proyektif berupa kemampuan individu mengantisipasi pengalaman sebelum berinteraksi dengan ruang belum banyak dirumuskan secara eksplisit dalam kerangka perilaku spasial interior. Penelitian ini mengusulkan self-simulation sebagai kerangka konseptual untuk memahami proses proyektif sebagai dimensi laten dalam perilaku spasial ruang interior. Self-simulation dipahami sebagai kerangka yang menjelaskan keterhubungan antara representasi mental, simulasi pengalaman, dan evaluasi prospektif dalam membentuk antisipasi pengguna terhadap kemungkinan pengalaman spasial di dalam ruang. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber literatur dari Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2014-2025. Sebanyak 24 literatur dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perilaku spasial tidak hanya terbentuk sebagai respons langsung terhadap kondisi fisik ruang, tetapi juga melibatkan proses proyektif sebelum interaksi aktual terjadi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model konseptual self-simulation untuk menjelaskan keterhubungan antara konfigurasi ruang, proses kognitif proyektif, dan pembentukan perilaku spasial pengguna di dalam ruang interior. Kata Kunci : perilaku spasial; proses proyektif; ruang interior; self-simulation; spatial cognition