Burnout kerja menjadi salah satu permasalahan penting dalam pengelolaan sumber daya manusia karena kondisi kelelahan fisik dan emosional yang dialami tenaga kerja dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan pekerjaan dalam organisasi perusahaan. Aktivitas operasional perusahaan jasa pelabuhan yang berlangsung secara terus-menerus menyebabkan tenaga kerja menghadapi tekanan pekerjaan yang cukup tinggi sehingga perusahaan perlu menjaga stabilitas kondisi psikologis karyawan agar kualitas pelayanan organisasi dapat berlangsung secara optimal. PT Pelindo Petikemas Makassar sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelabuhan dan distribusi logistik membutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja secara profesional dalam menghadapi tuntutan operasional perusahaan yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh burnout kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Pelindo Petikemas Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada responden penelitian yang terdiri atas karyawan PT Pelindo Petikemas Makassar. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,162 dan tingkat signifikansi sebesar 0,016 yang lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi penelitian sebesar 0,05. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa burnout kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan pekerjaan dan kualitas pelayanan organisasi perusahaan. Pengelolaan tekanan kerja, peningkatan kualitas lingkungan kerja, dan penguatan pengawasan organisasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produktivitas tenaga kerja pada perusahaan jasa pelabuhan modern. Peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya manusia diharapkan mampu membantu perusahaan mempertahankan efektivitas pelayanan operasional dan meningkatkan kualitas kinerja tenaga kerja secara berkelanjutan. Work burnout has become an important issue in human resource management because physical and emotional exhaustion experienced by employees can influence the effectiveness of work performance within organizational environments. Operational activities in port service companies that continuously run at a high intensity cause employees to face considerable work pressure, requiring companies to maintain the psychological stability of workers in order to preserve service quality effectively. PT Pelindo Petikemas Makassar, as a company engaged in port services and logistics distribution, requires employees who are capable of working professionally in dealing with dynamic operational demands. This study aims to analyze the influence of work burnout on employee performance at PT Pelindo Petikemas Makassar. The research employed a quantitative approach using explanatory research methods. Data collection was conducted through observation, documentation, and questionnaire distribution to employees of PT Pelindo Petikemas Makassar as research respondents. Data analysis techniques used multiple linear regression analysis assisted by IBM SPSS version 23 software. The results indicate that work burnout has a positive and significant influence on employee performance with a regression coefficient value of 0.162 and a significance level of 0.016, which is lower than the research significance level of 0.05. These findings indicate that work burnout is one of the factors influencing work effectiveness and organizational service quality within the company. Managing work pressure, improving work environment quality, and strengthening organizational supervision are important aspects in maintaining employee productivity stability in modern port service companies. Improving the quality of human resource management is expected to help companies maintain operational service effectiveness and continuously improve employee performance quality.