Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SUPERVISI BERBASIS KOLABORATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Hariadi, Hariadi; Akbar, Ali; Supriandi, Supriandi; Herman, Herman; Rawati, Rawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8750

Abstract

ABSTRACT This study discusses collaborative supervision as a means of improving educational quality at SMP Negeri 27 Makassar. The author formulates a sub-problem concerning how collaborative supervision is implemented at SMP Negeri 27 Makassar. This research employs a qualitative design with a phenomenological approach to gain a comprehensive understanding of the situation from the perspectives of the subjects involved in supervision activities, namely the principal, teachers, and school supervisors. Data were collected through documentation, interviews, and observations. The data analysis techniques included data reduction, comparative analysis, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the principal plays a role as a facilitator in organizing supervision and in providing observation instruments collaboratively with teachers and school supervisors. School supervisors also participate by providing guidance and support related to the supervision program, which helps strengthen relationships between teachers and school leadership. Supervision results are then used to formulate improvement strategies. The improvement steps identified include enhancing teachers’ competencies in digital literacy for instructional presentation, developing teachers’ competencies in their respective fields of expertise, and fostering collaboration within subject-area groups for the development of teaching materials. ABSTRAK Penelitian ini membahas supervisi kolaboratif sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 27 Makassar. Penulis kemudian membagi ke dalam submasalah, yaitu bagaimana supervisi kolaboratif di implementasikan di SMP Negeri 27 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi untuk memahami keadaan secara menyeluruh dari sudut pandang subjek yang terlibat dalam kegiatan supervisi, yaitu kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Metode pengumpulan data lainnya yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data, penggalian data, teknik analisis komparatif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dalam mengorganisir supervisi, menyediakan alat observasi bersama guru, dan pengawas sekolah. Pengawas sekolah turut serta memberikan bimbingan dan dukungan terkait program supervisi akan membantu memperkuat hubungan antara guru dan pimpinan. Hasil supervisi dan merumuskan langkah-langkah perbaikan. Adapun langkah perbaikan yang dihasilkan ialah pengembangan kompetensi guru dalam penguasaan digitalisasi dalam penyajian materi pengajaran, pengembangan kompetensi guru di masing-masing bidang keahlian, membangun kerjasama dalam rumpun keilmuan dalam pembuatan bahan ajar.
Kontribusi Pa’jello terhadap Peningkatan Kompetensi Baca Tulis Al-Qur’An pada Anak di Kabupaten Bone Muhammad Arsyam; Ali Akbar
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi media Pa’jello terhadap peningkatan kompetensi baca tulis Al-Qur’an pada anak di Kabupaten Bone. Permasalahan penelitian berangkat dari rendahnya kemampuan dasar literasi Al-Qur’an pada sebagian anak, khususnya dalam mengenal huruf hijaiyah, membaca suku kata secara lancar, dan menulis huruf dengan benar. Kondisi tersebut diperburuk oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya media visual-kinestetik yang sesuai dengan karakteristik belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi kegiatan belajar mengajar, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Pa’jello berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan pengenalan huruf, kelancaran membaca, ketepatan makhraj, serta keterampilan dasar menulis. Pa’jello juga terbukti meningkatkan motivasi belajar, memperkuat interaksi guru–siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan partisipatif. Pembahasan mengungkap bahwa karakter multisensori Pa’jello selaras dengan teori perkembangan anak dan prinsip pembelajaran berbasis pengalaman konkret. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pemanfaatan media berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, serta mendorong lembaga pendidikan agar mengintegrasikan Pa’jello secara sistematis dalam kurikulum pembelajaran.
Pendekatan Ma’na Cum Maghza atas QS. Al-Maidah: 77 Sebagai Kritik Terhadap Ekstrimisme Beragama asmullah; Aulia Karimatul Ma'rifat; Muhammad Alwi HS; Ali Akbar
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1139

Abstract

Artikel ini bertujuan mengaplikasikan pendekatan Ma'na cum Maghza (MCM) terhadap larangan ghuluw dalam QS. Al-Maidah: 77 sebagai kritik terhadap ekstrimisme dalam beragama. MCM dipilih agar QS. Al-Maidah: 77 tidak hanya dikontekstualisasikan, tetapi juga mengungkap signifiknasi ayat berupa implikasi sosial-keagamaannya di Indonesia. Artikel ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Artikel ini menyimpulkan bahwa QS. Al-Maidah: 77 diwahyukan untuk mengkritik sikap Yahudi dan Nasrani (ahl Kitab) yang berlebih-lebihan dalam beragama sehingga menjadikan Nabi Isa sebagai anak Tuhan. Sekalipun asalnya mengkritik umat Yahudi dan Nasrani, pendekatan MCM memberi pemahaman bahwa ayat ini berlaku untuk agama apapun. Berdasarkan analisis konteks historis (mikro dan makro), kebahasaan, dan pemahaman kontemporernya, ghuluw dalam QS. Al-Maidah: 77 setara dengan konsep dan sikap ekstremisme beragama yang mesti dihindari karena merugikan berbagai pihak, individu-kolektif, muslim-non muslim, umat beragama-berbangsa. Menghindari ekstremisme beragama sama halnya mewujudkan moderasi beragama.