Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN NEGARA DALAM EKONOMI ISLAM: TELAAH KOMPARATIF ANTARA KAPITALISME DAN SOSIALISME Saeed Fayzul Hayat; Idris Parakkasi; Muslimin Kara; Fatimah
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i1.11902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran negara dalam ekonomi Islam melalui telaah komparatif dengan sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Kapitalisme menekankan kebebasan pasar dengan intervensi negara yang minimal, sedangkan sosialisme menempatkan negara sebagai pengendali utama aktivitas perekonomian. Perbedaan tersebut menimbulkan berbagai persoalan, seperti ketimpangan distribusi kekayaan dalam kapitalisme dan dominasi negara dalam sosialisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library study ) serta pendekatan normatif-konseptual. Data penelitian diperoleh dari berbagai literatur ilmiah berupa jurnal, buku, dan dokumen akademik yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis komparatif untuk membandingkan posisi negara dalam kapitalisme, sosialisme, dan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Islam menempatkan negara sebagai institusi strategis yang menjaga keseimbangan antara kebebasan pasar dan keadilan sosial melalui intervensi yang proporsional. Intervensi tersebut diwujudkan melalui pengawasan pasar, pengendalian monopoli, pengelolaan zakat, pendistribusian kekayaan, dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat lemah berdasarkan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan keseimbangan sosial. Penelitian ini menegaskan konsep intervensi proporsional sebagai karakteristik khas ekonomi Islam sekaligus memperkuat kajian mengenai hubungan negara dan pasar dalam sistem ekonomi modern. Dengan demikian, ekonomi Islam menawarkan paradigma ekonomi yang menyeimbangkan efisiensi pasar, tanggung jawab sosial, dan keadilan distributif secara proporsional dalam hubungan antara negara, pasar, dan masyarakat. Kata Kunci: peran negara, ekonomi Islam, kapitalisme, sosialisme, intervensi proporsional.
Epistemologi Al-Qur’an: Studi Atas Integrasi Wahyu Dan Akal Dalam Tafsir Kontemporer Saeed Fayzul Hayat; Achmad Abubakar; Halimah Basri
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 2 (2025): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v17i2.2312

Abstract

The issue of the relationship between revelation and reason has again become an important focus in contemporary exegetical studies along with the development of rational and scientific approaches to the Qur'an (Q.S. Al-'Alaq [96]: 1–5). This study aims to uncover the epistemological construction of Qur'anic exegesis that seeks to integrate revelation as a source of transcendental truth and reason as an interpretive instrument in understanding the divine message. This study uses a descriptive qualitative approach with library research methods through content and comparative analysis of classical and modern exegetical works such as Fakhruddin al-Razi, Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, Muhammad Syahrur, Quraish Shihab, and Seyyed Hossein Nasr. The results show that the integration of revelation and reason is the foundation for a scientific, religious, and humanistic exegetical paradigm. The novelty of this research lies in the attempt to formulate an integrative epistemological model of interpretation that methodologically synthesizes Seyyed Hossein Nasr's Scientia Sacra concept and Fazlur Rahman's Double Movement theory to build a rational and spiritual interpretation framework. Academically, this research recommends the development of an interpretation curriculum and methodology based on integrative epistemology so that Qur'anic interpretation functions not only as a spiritual source but also as a contextual and adaptive intellectual guide to the challenges of the modern era