Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendampingan Budidaya Bebek Petelur dan Pengurusan Legalitas Usaha di Kampung Kapinango Desa Kartasana Eli Apud Saepudin; Ujang Hibar; Dian Samudra; Achmad Nashrudin Priatna; Asnawi Asnawi; Fitria Pertiwi; Dani Darmawan
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.578

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi warga melalui budidaya bebek petelur di Kampung Kapinango, Desa Kartasana. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif, melalui tahapan observasi lapangan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan usaha, serta evaluasi program. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa budidaya bebek petelur memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, ditandai dengan tingginya permintaan telur bebek di pasar lokal yang relatif stabil. Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan melalui pelatihan budidaya yang mencakup pemeliharaan, pengelolaan pakan, serta pengelolaan hasil produksi. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pendampingan berkelanjutan dan fasilitasi penyediaan sarana dan prasarana dasar guna menunjang keberhasilan usaha masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Dampak yang dihasilkan tidak hanya berupa peningkatan pendapatan rumah tangga, tetapi juga terciptanya peluang usaha baru serta dibukanya lapangan kerja di lingkungan sekitar. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemui beberapa kendala, seperti keterbatasan modal usaha, rendahnya pengetahuan teknis awal masyarakat, serta lemahnya harga pakan yang mempengaruhi biaya produksi. Sebagai tindak lanjut, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait, khususnya dalam akses permodalan, pelatihan lanjutan, serta penguatan jaringan pemasaran hasil ternak. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui budidaya bebek petelur terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah pedesaan
Analysis of the implementation of flood disaster management policy reviewed from law number 24 of 2007 concerning disaster management in Banten province Rizki Amilia; Fitria Pertiwi; M. Nassir Agustiawan; Reza Damayanti
Journal of Law Science Vol. 8 No. 3 (2026): July: Law Science
Publisher : Institute Of computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jls.v8i3.7207

Abstract

Banten Province is one of the regions with a high level of flood vulnerability due to rainfall, environmental damage, land conversion, and low public awareness of disaster mitigation. This study uses a qualitative research method with a normative and empirical juridical approach through literature studies, observations, and analysis of the implementation of local government policies in flood disaster management. The results show that the implementation of disaster management policies in Banten Province has referred to the principles stipulated in Law Number 24 of 2007, covering the pre-disaster, emergency response, and post-disaster stages. However, policy implementation still faces various obstacles, such as limited facilities and infrastructure, poor coordination between agencies, minimal disaster education for the community, and weak supervision of regional spatial planning. In addition, community participation in disaster mitigation and preparedness is still not optimal. The local government through the Regional Disaster Management Agency (BPBD) has made various efforts, such as compiling disaster hazard maps, mitigation outreach, and emergency response during floods, but their effectiveness still needs to be improved. This study concludes that the successful implementation of flood disaster management policies in Banten Province requires synergy between the government, the community, and other stakeholders to create an effective, integrated, and sustainable disaster management system in accordance with the mandate of laws and regulations.