Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakterisasi Gugus Fungsi Ekstrak Daun Jambu Jamaika (Syzygium malaccense) Menggunakan Spektroskopi Inframerah (FTIR) Karina primatyas Ningrum; Elly Mulyani; Nadia Miftahul Jannah
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.49004

Abstract

Jambu jamaika (Syzygium malaccense) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan fenolik, yang berpotensi sebagai antioksidan. Namun, informasi terkait karakterisasi gugus fungsi senyawa dalam ekstrak daun tanaman ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gugus fungsi dalam ekstrak daun jambu jamaika menggunakan spektroskopi inframerah (FTIR). Ekstrak daun diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000–400 cm⁻¹. Hasil analisis menunjukkan adanya pita serapan utama pada 3249 cm⁻¹ yang mengindikasikan gugus hidroksil (O–H), 2922 cm⁻¹ (C–H alifatik), 1714 cm⁻¹ gugus karbonil (C=O), 1608 cm⁻¹ ikatan rangkap aromatik (C=C), dan 1032 cm⁻¹ (C–O). Keberadaan gugus-gugus fungsi tersebut mengindikasikan dominasi senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstrak jambu jamaika. Senyawa-senyawa ini diketahuo berperan penting dalam aktivitas antioksidan melalui donasi elektron atau atom H. Selain itu, profil spektrum FTIR yang diperoleh dapat digunakan sebagai fingerprint pada ekstrak tanaman. Dengan demikian, ekstrak daun tanaman ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Analisis FTIR juga terbukti sebagai metode cepat, efektif, dan non-destruktif untuk karakterisasi gugus fungsi serta mendukung strandarisasi bahan alam khususnya ekstrak tanaman.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK RAWAT INAP DI RSUD KEPAHIANG Dewi Winni Fauziah; Elly Mulyani; Gina Lestari
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24361

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia. Meskipun mayoritas kasus ISPA dipicu oleh infeksi virus, antibiotik kerap diresepkan, yang berpotensi memicu terjadinya resistensi apabila penggunaannya tidak dilakukan secara tepat. Evaluasi penggunaan antibiotik diperlukan untuk menilai ketepatan indikasi, obat, dosis, dan rute pada pasien anak. Penelitian ini menerapkan desain penelitian non-eksperimental dengan pendekatan observasional deskriptif, dimana data dikumpulkan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak dengan ISPA yang menjalani rawat inap di RSUD Kabupaten Kepahiang periode Januari–Desember 2024, menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 pasien. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada pedoman DiPiro edisi ke-7 dan ke-9. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien ISPA berada pada rentang usia 1–5 tahun (57,58%) dan didominasi oleh pasien laki-laki (60,61%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 60,61%, ketepatan pemilihan obat 60,61%, ketepatan dosis 98,48%, serta ketepatan rute pemberian mencapai 100%.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU JAMAIKA (SYZYGIUM MALACCENSE) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Elly Mulyani; Herlina Herlina; Dewi Winni Fauziah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24417

Abstract

Daun jambu jamaika (Syzygium malaccense) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jambu jamaika menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.          Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dievaluasi melalui uji organoleptis, rendemen, dan susut pengering. Identifikasi flavonoid dilakukan secara kualitatif menggunakan skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara kuantitatif menggunakan kuersetin sebagai baku pembanding pada panjang gelombang maksimum 434 nm.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu jamaika positif mengandung flavonoid pada prekasi warna (Uji Wilstater, Uji Bate-Smith dan Uji NaOH 10%) dengan nilai RF sempel (0,97cm) terhadap nilai RF baku pembanding ( 0,97cm). Hasil pengukuran kadar menggunakan spektrofotometri di dapatkan kadar flavonoid total rata-rata sebesar 15%, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan herbal.