Mohammad Syahidul Haq
Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Furnitur Pintar Modular untuk Stimulasi Kemandirian dan Interaksi Sosial Anak Prasekolah Saraswati Ayu Indhiraswari; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq'faroh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan fitur pintar modular pada furnitur PAUD sebagai upaya stimulasi kemandirian dan interaksi sosial anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap standar perkembangan anak, kurikulum, serta teknologi sederhana. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu mengidentifikasi kendala di kelas, merancang fitur furnitur, dan menyusun contoh penerapannya dalam kegiatan belajar. Hasil kajian konseptual menunjukkan bahwa furnitur dengan fitur sederhana, seperti lampu pengingat dan penanda kerja kelompok, dapat membantu anak belajar mandiri dan berinteraksi tanpa harus selalu diingatkan oleh guru. Respon otomatis dari furnitur mendorong anak memahami kebiasaan baik secara bertahap. Disimpulkan bahwa furnitur pintar modular dapat menjadi sarana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak secara alami serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, mandiri, dan kondusif.
Penerapan Metode Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Ekskresi Manusia Dwi Ardiyanti; Titin Suwanti; Wiwin Yulianingsih; Mohammad Syahidul Haq; Fina Akmalia Putri
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3095

Abstract

Rendahnya hasil belajar biologi pada materi sistem ekskresi manusia menunjukkan perlunya penerapan pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa melalui penerapan metode inkuiri pada pembelajaran sistem ekskresi manusia. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI program IPA. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara konsisten dari siklus I ke siklus II, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal, serta peningkatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa metode inkuiri efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sistem ekskresi manusia. Secara teoretis dan praktis, penelitian ini berkontribusi terhadap penguatan pembelajaran biologi berbasis student-centered learning di sekolah menengah.
Implementasi Link and Match Berbasis Ekosistem Vokasi antara SMK dan Dunia Usaha, Dunia Industri, serta Dunia Kerja Mudianto Mudianto; Imron Rosadi; Wiwin Yulianingsih; Mohammad Syahidul Haq; Nita Julia Anggraini
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3099

Abstract

Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan Program Link and Match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) disajikan dalam artikel ini. Terlepas dari perkembangan ekonomi yang cepat di Kabupaten Mojokerto, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMA/SMK masih tinggi, mencapai 6,76% pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SMK dan ketersediaan lapangan kerja. Ini juga menunjukkan adanya perbedaan antara kompetensi lulusan SMK dan kebutuhan dunia kerja. Untuk mencapai program ini, link and match telah dioptimalkan dengan fokus pada penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kapasitas pendidik, pemanfaatan teknologi pembelajaran, memperkuat kolaborasi strategis dengan DUDIKA, dan pengembangan tempat kerja kolaboratif sebagai tempat untuk inovasi dan kolaborasi. Program juga membantu peserta didik lebih siap untuk bekerja karena mendorong pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman kerja nyata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kerja tim lintas pemangku kepentingan telah terbentuk, perjanjian kerja sama telah dibuat antara SMK dan DUDIKA, dan pembinaan pendidik telah dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan industri. Secara praktis, program ini meningkatkan peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja.