Kartika Rinakit Adhe
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Kegiatan Story telling melalui Media Buku Cerita Pop Up terhadap Kemampuan Literasi dan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Nur Afifah; Kartika Rinakit Adhe; Rachma Hasibuan; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap kemampuan literasi dan berbicara anak usia dini. Penggunaan media pop-up diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar multisensorik yang interaktif dan konkret untuk merangsang keterlibatan aktif anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen melalui desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian mencakup anak-anak usia 5–6 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan teknik analisis data menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap peningkatan literasi dan keterampilan berbicara anak-anak. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media visual interaktif dalam kegiatan bercerita dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan secara efektif mengoptimalkan perkembangan bahasa pada anak-anak usia dini.
Efektivitas Model Role Play Berbasis Budaya Lokal dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa dan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Arifatul Husna; Rachma Hasibuan; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Denok Dwi Anggraini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model role play dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun di TK Al-Ihsan Omben, Kabupaten Sampang. Latar belakang didasarkan pada temuan awal bahwa kemampuan bahasa dan sosial anak belum optimal, ditandai dominasi bahasa daerah, rendahnya kepercayaan diri berbicara, serta kesulitan berinteraksi kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen nonrandomized pretest-posttest control group. Subjek berjumlah 30 anak dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=15) dengan perlakuan role play selama enam minggu dan kelompok control (n=15) dengan pembelajaran rutin. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrument tervalidasi dan dianalisis dengan uji Mann-whitney U. hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata kemampuan bahasa meningkat dari 52,4 menjadi 78,6 (N-Gain=0,55) dan keterampilan sosial dari 50,1 menjadi 76,9, dibandingkan kelompok control yang meningkat minimal (p=0,001<0,05). Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan skrenario role play berbasis budaya lokal sampangnyang meningkatkan relevansi dan efektivitas intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa role play berbasis budaya lokal tidak hanya meningkatkan produksi bahasa, tetapi juga memfasilitasi interaksi sosial melalui konstruksi makna kolaboratif serta berkontribusi secara teoritis dan praktis.
Strategi Adaptasi Digital: Inovasi Guru dalam Pembelajaran Berbasis Permainan Digital untuk Anak Usia Dini Ainun Najah; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq&#039;faroh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8390

Abstract

Permainan digital dapat memberikan landasan bagi pemahaman teknologi untuk mengubah anak menjadi pencipta teknologi yang memiliki kecakapan digital, berpikir kritis, dan adaptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis integrasi permainan digital sebagai strategi inovasi guru dalam pembelajaran anak usia dini. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode Milles dan Huberman. Pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian 10 guru PAUD, dan anak usia 5-6 tahun di TK Al Falah. Hasilnya guru berperan sebagai fasilitator memanfaatkan permainan digital yang dikombinasikan dengan metode konvensional secara seimbang. Inovasi permainan digital terbukti meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar, serta menstimulasi kognitif, bahasa, motorik, dan sosio-emosional. Pentingnya pemilihan konten permainan disesuaikan dengan kebutuhan minat anak. Integrasi permainan digital yang terarah dapat mentransformasi pembelajaran menjadi interaktif dan menarik.
Furnitur Pintar Modular untuk Stimulasi Kemandirian dan Interaksi Sosial Anak Prasekolah Saraswati Ayu Indhiraswari; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq&#039;faroh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan fitur pintar modular pada furnitur PAUD sebagai upaya stimulasi kemandirian dan interaksi sosial anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap standar perkembangan anak, kurikulum, serta teknologi sederhana. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu mengidentifikasi kendala di kelas, merancang fitur furnitur, dan menyusun contoh penerapannya dalam kegiatan belajar. Hasil kajian konseptual menunjukkan bahwa furnitur dengan fitur sederhana, seperti lampu pengingat dan penanda kerja kelompok, dapat membantu anak belajar mandiri dan berinteraksi tanpa harus selalu diingatkan oleh guru. Respon otomatis dari furnitur mendorong anak memahami kebiasaan baik secara bertahap. Disimpulkan bahwa furnitur pintar modular dapat menjadi sarana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak secara alami serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, mandiri, dan kondusif.
Efektifitas Permainan Tradisional Sunda Manda Modifikasi untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini Nur Rohmatul Imamah; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Andi Kristanto; Nurul Istiq’faroh; Muhammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1793

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak usia dini khususnya rasa percaya diri, merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menumbuhkan kepercayaan diri adalah melalui permainan tradisional yang dimodifikasi, seperti permainan Sunda Manda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan tradisional Sunda Manda modifikasi dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, di mana peneliti hadir langsung untuk mengamai dan mendokumentasikan perilaku anak selama kegiatan bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum permainan diberikan, tingkat kepercayaan diri anak masih rendah, ditandai dengan perilaku pasif, enggan tampil, dan takut mencoba tantangan. Setelah mengikuti permainan Sunda Manda modifikasi, terjadi peningkatan signifikan pada indikator keberanian mencoba, kemampuan mengambil giliran, ekspresi saat bermain, dan kesediaan tampil di depan teman. Anak menjadi lebih antusias, percaya diri, dan mampu mengekspresikan diri secara positif. Kesimpulannya, permainan tradisional Sunda Manda modifikasi efektif sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini.
Pemanfaatan Media Digital dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini di Abad 21 Inayatul Aini; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini, khususnya mereka yang berusia 4-5 tahun di TK Muslimat Rejoslamet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi untuk memahami bagaimana media digital dalam pembelajaran dapat merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis para anak, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menarik kesimpulan yang logis, dan mengevaluasi data dengan lebih baik. mereka juga menunjukkan minat dan motivasi yang tinggi terhadap aktivitas pembelajaran yang melibatkan media digital tersebut. Hasil ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky yang menekankan pentingnya dukungan dari alat dan lingkungan untuk memperluas zona perkembangan proksimal anak. Penelitian ini merekomendasikan agar media digital diintegrasikan ke dalam kurikulum PAUD dengan penyediaan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan penggunaan media digital serta menggabungkannya dengan metode konvensional untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini sangat berarti untuk mendukung pengembangan generasi abad 21.
Efektivitas Penggunaan Media Wayang Monopoli dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Eny Damayanti; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Muhammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1808

Abstract

Anak yang terbiasa berpikir kritis cenderung mampu mengajukan pertanyaan, menalar, dan mengevaluasi situasi secara lebih mandiri. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Wayang Monopoli dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 30 anak yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan media Wayang Monopoli dan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen kemampuan berpikir kritis disusun berdasarkan indikator kemampuan mengajukan pertanyaan, memberikan alasan, menawarkan alternatif solusi, dan menarik kesimpulan sederhana. Hasil analisis data menggunakan uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t(28) = 4.21, p < 0.05). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata yang lebih tinggi (gain score 23.4%) dibandingkan kelompok kontrol (8.1%). Temuan ini menunjukkan bahwa media Wayang Monopoli mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual sehingga merangsang proses berpikir tingkat tinggi pada anak. Dengan demikian, media Wayang Monopoli efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini.
Efektivitas Eksperimen Sains dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun Fatima Devi Rakhmasari; Ruqoyyah Fitri; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1845

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting untuk membentuk karakter anak yang bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, teliti, serta mampu mengamati, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Namun, tidak semua anak memiliki kemampuan berpikir kritis yang berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan eksperimen sains. Indikator yang digunakan meliputi mengobservasi, merumuskan masalah, menganalisis, dan mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 anak kelompok B usia 5-6 tahun (12 perempuan dan 8 laki-laki). Sumber data berasal dari guru dan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif (statistik deskriptif persentase ketuntasan) dan kualitatif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis anak. Pada pratindakan, ketuntasan hanya mencapai 25%. Setelah siklus I meningkat menjadi 40%, dan pada siklus II mencapai 75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan eksperimen sains efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
Parenting Patterns in Migrant Families And Their Effects on Early Childhood Socio-Emotional and Cognitive Development Hosnol Hotimah; Rachma Hasibuan; Mallevi Agustin Ningrum; Kartika Rinakit Adhe; Denok Dwi Anggraini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2144

Abstract

This study aims to explore parenting patterns in Madurese migrant families and analyze their impact on early childhood socio-emotional and cognitive development. This study employs a qualitative approach with a case study design involving 5–8 Madurese migrant families with children aged 2–6 years. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings indicate that parenting patterns in Madurese migrant families tend to be collective, involving extended family members such as grandparents or close relatives. This pattern provides positive impacts, including children’s social adaptability, empathy, and independence; however, it also presents challenges such as emotional longing, weakened parent–child attachment, difficulties in emotional regulation, and limited cognitive stimulation, which may lead to uneven academic development. Therefore, strengthening communication between parents and children, enhancing the capacity of substitute caregivers, and providing context-based policy support are necessary to minimize the negative impacts of migration on early childhood development.
Optimalisasi Higher Order Thinking Skills Anak Uisa Dini melalui Pemanfaatan Wordless Picture Book Puteri Puteri; Ruqoyyah Fitri; Sri Setyowati; Suharti Suharti; Nurul Istiq'faroh; Kartika Rinakit Adhe
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2385

Abstract

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) perlu dikembangkan sejak dini karena perkembangan otak mencapai puncaknya pada usia 0–8 tahun. Penelitian ini mengkaji penggunaan buku bergambar tanpa teks (Wordless Picture Book/WPB) sebagai instrumen stimulasi HOTS pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis kerangka PRISMA, dengan menelusuri database Google Scholar, ERIC, Scopus, dan SpringerLink untuk publikasi tahun 2015–2024. Dari 309 artikel yang ditemukan, 30 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan WPB secara konsisten menstimulasi empat dimensi HOTS utama, yaitu penalaran inferensial, berpikir kritis, konstruksi makna kreatif, dan penalaran evaluatif-etis. Efektivitasnya sangat ditentukan oleh kualitas mediasi pedagogis orang dewasa, relevansi budaya konten visual, serta kompetensi guru dalam teknik berbagi buku secara dialogis. Sebaliknya, dominasi pembelajaran berpusat pada guru, minimnya panduan berbasis bukti, dan kesalahpahaman tentang fungsi pedagogis WPB menjadi hambatan utama penerapannya. Kajian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan WPB secara sistematis ke dalam kurikulum PAUD Indonesia sebagai strategi berbasis bukti untuk menumbuhkan kapasitas kognitif tingkat tinggi sejak usia dini.