Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kesadaran Ekologis Masyarakat Pesisir melalui Aksi Penanaman Mangrove di Kawasan Lantebung, Kota Makassar Hasri Hasri; Sri Wahyuni Mu’mang; Muhammad Idris Jafar; Nur Fadillah Amir; Fidaus
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5269

Abstract

Kawasan pesisir memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan ekologis, sosial, dan ekonomi masyarakat, namun rentan mengalami degradasi akibat abrasi, pencemaran, alih fungsi lahan, dan rendahnya kepedulian lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir adalah melalui konservasi mangrove berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat pesisir melalui aksi penanaman mangrove di Kawasan Lantebung, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada 13 April 2025 dengan melibatkan 20 orang peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan koordinasi, edukasi lingkungan, demonstrasi teknik penanaman, aksi penanaman mangrove, refleksi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi mengenai fungsi ekologis mangrove hingga praktik penanaman di lapangan. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran mangrove sebagai pelindung pantai, penahan abrasi, habitat biota pesisir, penyerap karbon, dan pendukung ekowisata. Aksi penanaman mangrove juga menjadi media pembelajaran langsung yang mendorong kepedulian, kerja sama, dan tanggung jawab peserta terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan aksi nyata efektif dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Keberlanjutan kegiatan perlu didukung melalui pemantauan bibit, perawatan kawasan, dan kolaborasi antara masyarakat, pengelola kawasan, pemerintah, dan perguruan tinggi