Nadhifa Shofi Andara
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SYNTAX IN TIKTOK CAPTIONS: A STUDY OF SENTENCE FORMS AND FUNCTIONS Sabrina Salsabila; Nurul Fadilah Tambunan; Nadhifa Shofi Andara; Celli Geovanni; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9084

Abstract

This study examines the syntactic forms and sentence functions found in TikTok captions as a representation of digital language communication. TikTok is a social media platform that integrates visual content and text, in which captions play a significant role in conveying meaning and interaction. This research employs a qualitative descriptive approach based on syntactic theories proposed by Chomsky, Givón, Halliday, O’Grady, and Aarts. The data consist of three English captions taken from the TikTok accounts @beaulinaa, @Rikey, and @lilly3ls. The findings reveal that TikTok captions predominantly use simple sentence structures with a high degree of ellipsis as a strategy of linguistic economy while maintaining acceptable grammatical patterns. In terms of function, the captions demonstrate pragmatic variation, including declarative, imperative, and expressive functions used for self-presentation, social relationship building, and audience engagement. These findings indicate that TikTok caption syntax represents a distinctive register of digital English that balances syntactic simplicity with communicative effectiveness in social media contexts. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bentuk sintaksis dan fungsi kalimat yang terdapat dalam caption TikTok sebagai representasi komunikasi bahasa digital. TikTok merupakan platform media sosial yang memadukan konten visual dan teks, di mana caption berperan penting dalam membangun makna dan interaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori sintaksis dari Chomsky, Givón, Halliday, O’Grady, dan Aarts. Data penelitian berupa tiga caption berbahasa Inggris yang diambil dari akun TikTok @beaulinaa, @Rikey, dan @lilly3ls. Hasil analisis menunjukkan bahwa caption TikTok cenderung menggunakan kalimat sederhana dengan tingkat elipsis yang tinggi sebagai bentuk ekonomi bahasa, namun tetap mempertahankan struktur gramatikal yang dapat diterima. Dari segi fungsi, caption menampilkan keragaman fungsi pragmatik, seperti deklaratif, imperatif, dan ekspresif, yang digunakan untuk presentasi diri, pembentukan relasi sosial, serta peningkatan keterlibatan audiens. Temuan ini menunjukkan bahwa sintaksis caption TikTok membentuk ragam bahasa Inggris digital yang khas, yang menyeimbangkan kesederhanaan struktur sintaksis dengan efektivitas komunikasi dalam konteks media sosial.
AN ERROR ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL MISTAKES BASED ON CONTRASTIVE ANALYSIS Sabrina Salsabila; Siti Ismahani; Nadhifa Shofi Andara; Nurul Fadilah Tambunan; Celli Geovani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11952

Abstract

ABSTRACT Grammatical errors remain a major challenge for English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesian higher education. However, studies integrating Error Analysis (EA) and Contrastive Analysis (CA) to identify the sources of errors in the context of Islamic higher education remain limited. This study aims to analyze the grammatical errors made by EFL students through a combined EA and CA approach. A mixed-methods design was employed involving 20 students from the TBI-3 class of the 2023 cohort at the State Islamic University of North Sumatra (UINSU), Medan. Data were collected through essay-writing tasks and analyzed using both quantitative and qualitative methods. The findings revealed 300 grammatical errors across six major categories, with subject–verb agreement errors being the most dominant. Most errors were influenced by first-language transfer (Indonesian), supporting the predictions of Contrastive Analysis regarding cross-linguistic influence in second-language acquisition. Inter-rater reliability demonstrated a high level of agreement (κ ≥ 0.81). These findings confirm that the integration of EA and CA is effective in identifying patterns of grammatical errors and can serve as a basis for developing more targeted grammar instruction for Indonesian EFL learners.  ABSTRAK Kesalahan gramatikal masih menjadi kendala utama bagi pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di perguruan tinggi Indonesia. Namun, penelitian yang mengintegrasikan Analisis Kesalahan (Error Analysis/EA) dan Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis/CA) untuk mengidentifikasi sumber kesalahan dalam konteks perguruan tinggi Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan gramatikal mahasiswa EFL melalui pendekatan gabungan EA dan CA. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan melibatkan 20 mahasiswa kelas TBI-3 Angkatan 2023 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan. Data diperoleh melalui tugas menulis karangan dan dianalisis secara kuantitatif serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 300 kesalahan gramatikal dalam enam kategori utama, dengan kesalahan kesesuaian subjek-predikat sebagai bentuk yang paling dominan. Sebagian besar kesalahan dipengaruhi oleh transfer bahasa pertama (Bahasa Indonesia), sehingga mendukung prediksi Analisis Kontrastif mengenai pengaruh lintas bahasa dalam pemerolehan bahasa kedua. Reliabilitas antarpenilai menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi (κ ≥ 0,81). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi EA dan CA efektif untuk mengidentifikasi pola kesalahan gramatikal serta dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran tata bahasa yang lebih tepat bagi pembelajar EFL Indonesia.
THE IMPACT OF AI-ASSISTED SPEAKING APPLICATIONS ON EFL STUDENTS' ORAL FLUENCY AND CONFIDENCE Imelda Kurniati; Lili Elisa Rahma; Nadhifa Shofi Andara; Didik Santoso
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13084

Abstract

ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has introduced innovative language learning applications with the potential to improve English speaking skills. However, empirical evidence regarding students' perceptions of AI-assisted speaking applications, particularly their influence on oral fluency, confidence, speaking anxiety, and learning motivation, remains limited. Investigating these aspects is important because affective factors substantially influence the success of speaking performance among English as a Foreign Language (EFL) learners. This study aimed to examine students' perceptions of the impact of AI-assisted speaking applications on speaking performance and affective learning outcomes. A quantitative survey design was employed involving 15 undergraduate students from the English Education Program selected through purposive sampling. Data were collected using a structured four-point Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics. The findings revealed that 86.7% of participants perceived AI applications as improving oral fluency, 80% reported increased speaking confidence, 86.7% experienced reduced speaking anxiety, and 86.6% indicated higher motivation to practice English independently. The study concludes that AI-assisted speaking applications are effective supplementary learning tools that enhance both speaking performance and learners' psychological readiness, supporting more autonomous and sustainable EFL learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan berbagai aplikasi pembelajaran bahasa yang berpotensi meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Meskipun demikian, penelitian mengenai persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan aplikasi berbasis AI, khususnya yang berkaitan dengan kelancaran berbicara, kepercayaan diri, speaking anxiety, dan motivasi belajar, masih relatif terbatas. Kajian ini penting karena aspek afektif dan psikologis berperan besar dalam keberhasilan pembelajaran berbicara pada pembelajar English as a Foreign Language (EFL). Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa mengenai dampak penggunaan aplikasi latihan berbicara berbasis AI terhadap kemampuan berbicara dan faktor-faktor afektif yang mendukung pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,7% responden menyatakan AI membantu meningkatkan kelancaran berbicara, 80% melaporkan peningkatan kepercayaan diri, 86,7% merasa speaking anxiety berkurang, dan 86,6% menyatakan AI meningkatkan motivasi berlatih secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi berbasis AI merupakan media pendukung yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara sekaligus memperkuat kesiapan psikologis mahasiswa dalam pembelajaran EFL.