Celli Geovani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AN ERROR ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL MISTAKES BASED ON CONTRASTIVE ANALYSIS Sabrina Salsabila; Siti Ismahani; Nadhifa Shofi Andara; Nurul Fadilah Tambunan; Celli Geovani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11952

Abstract

ABSTRACT Grammatical errors remain a major challenge for English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesian higher education. However, studies integrating Error Analysis (EA) and Contrastive Analysis (CA) to identify the sources of errors in the context of Islamic higher education remain limited. This study aims to analyze the grammatical errors made by EFL students through a combined EA and CA approach. A mixed-methods design was employed involving 20 students from the TBI-3 class of the 2023 cohort at the State Islamic University of North Sumatra (UINSU), Medan. Data were collected through essay-writing tasks and analyzed using both quantitative and qualitative methods. The findings revealed 300 grammatical errors across six major categories, with subject–verb agreement errors being the most dominant. Most errors were influenced by first-language transfer (Indonesian), supporting the predictions of Contrastive Analysis regarding cross-linguistic influence in second-language acquisition. Inter-rater reliability demonstrated a high level of agreement (κ ≥ 0.81). These findings confirm that the integration of EA and CA is effective in identifying patterns of grammatical errors and can serve as a basis for developing more targeted grammar instruction for Indonesian EFL learners.  ABSTRAK Kesalahan gramatikal masih menjadi kendala utama bagi pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di perguruan tinggi Indonesia. Namun, penelitian yang mengintegrasikan Analisis Kesalahan (Error Analysis/EA) dan Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis/CA) untuk mengidentifikasi sumber kesalahan dalam konteks perguruan tinggi Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan gramatikal mahasiswa EFL melalui pendekatan gabungan EA dan CA. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan melibatkan 20 mahasiswa kelas TBI-3 Angkatan 2023 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan. Data diperoleh melalui tugas menulis karangan dan dianalisis secara kuantitatif serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 300 kesalahan gramatikal dalam enam kategori utama, dengan kesalahan kesesuaian subjek-predikat sebagai bentuk yang paling dominan. Sebagian besar kesalahan dipengaruhi oleh transfer bahasa pertama (Bahasa Indonesia), sehingga mendukung prediksi Analisis Kontrastif mengenai pengaruh lintas bahasa dalam pemerolehan bahasa kedua. Reliabilitas antarpenilai menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi (κ ≥ 0,81). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi EA dan CA efektif untuk mengidentifikasi pola kesalahan gramatikal serta dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran tata bahasa yang lebih tepat bagi pembelajar EFL Indonesia.
THE LEVEL OF STUDENTS' SELF-CONFIDENCE IN SPEAKING ENGLISH Celli Geovani; Aisyah Amru; Ade Aisyah Nazhwandini Panjaitan; Annisa Annisa
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13209

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is a crucial factor influencing students' ability to speak English. Students with high self-confidence tend to participate more actively in communication, whereas those with low self-confidence often experience anxiety and hesitation when expressing their ideas. Although the relationship between self-confidence and speaking ability has been widely investigated, empirical evidence describing students' levels of self-confidence in English-speaking contexts remains limited. Therefore, this study aimed to describe students' levels of self-confidence in speaking English. This study employed a quantitative approach using a descriptive research design. The participants consisted of 29 students from the Tadris Bahasa Inggris (TBI) Study Program, selected using total sampling. Data were collected through a 20-item questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including mean scores, percentages, and frequency distributions. The findings revealed that the majority of students demonstrated a low level of self-confidence, with an overall mean score of 2.21, while 62.07% of the participants were classified in the low self-confidence category. Students' self-confidence was influenced by vocabulary mastery, pronunciation ability, fear of making mistakes, and classroom environment. These findings suggest that students' self-confidence profiles can serve as an empirical basis for lecturers to design more effective speaking instruction aimed at enhancing students' confidence, classroom participation, and speaking performance. ABSTRAK Kepercayaan diri merupakan faktor penting yang memengaruhi kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Siswa dengan kepercayaan diri tinggi cenderung lebih aktif berkomunikasi, sedangkan siswa dengan kepercayaan diri rendah sering mengalami kecemasan dan keraguan saat menyampaikan ide. Meskipun hubungan antara kepercayaan diri dan kemampuan berbicara telah banyak dikaji, pemetaan tingkat kepercayaan diri siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris masih memerlukan bukti empiris sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 29 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri atas 20 butir pernyataan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, persentase, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan diri pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 2,21 dan persentase 62,07%. Kepercayaan diri mahasiswa dipengaruhi oleh penguasaan kosakata, kemampuan pengucapan, rasa takut melakukan kesalahan, serta lingkungan kelas yang memengaruhi kesiapan mereka untuk berkomunikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa profil kepercayaan diri mahasiswa dapat menjadi dasar empiris bagi dosen dalam merancang strategi pembelajaran berbicara yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi kelas, dan performa berbicara mahasiswa.