Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBASIS AUDIOVISUAL MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 WITA PONDA Arjia; Gazali; Yunidar; Agustan; Ulfah
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rvz09c45

Abstract

Abstract: This study aims to develop audiovisual-based learning media for writing observational report texts using the inquiry method for eighth-grade students of SMPN 1 Wita Ponda and to test its validity, practicality, and effectiveness. The study used a research and development method with stages of needs analysis, design, development, validation, trial, and product revision. The research subjects included material experts, media experts, Indonesian language teachers, and eighth-grade students. The research instruments were validation sheets, practicality questionnaires, and pretest and posttest writing skills tests. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques, N-gain calculations, and paired t-tests. The results showed that the developed learning media were in the very valid and very practical categories. The effectiveness test showed a significant increase in students' writing skills with a moderate N-gain value and significant t-test results. Thus, audiovisual-based learning media with the inquiry method is feasible and effective for use in learning to write observational report texts in junior high schools. Keyword: Learning Media Development, Writing Report Texts, Inquiry Method   Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi berbasis audiovisual menggunakan metode inkuiri pada siswa kelas VIII SMPN 1 Wita Ponda serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, uji coba, dan revisi produk. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, guru bahasa Indonesia, dan siswa kelas VIII. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket kepraktisan, serta tes pretest dan posttest keterampilan menulis. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif, perhitungan N-gain, dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dan sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan menulis siswa dengan nilai N-gain kategori sedang dan hasil uji t yang signifikan. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis audiovisual dengan metode inkuiri layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi di SMP. Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Menulis Teks Laporan, Metode Inquiri  
Kemampuan Menulis Puisi Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bungku Wahyuli. R. Zubair; Ulfah; Ade Nurul Izatti G. Yotolembah; Juniati; Hasnur Ruslan
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI G SMA Negeri 1 Bungku melalui model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), (2) mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan siswa dalam menulis puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes menulis puisi, dan kuesioner. Instrumen penilaian menggunakan rubrik dari Suharsimi Arikunto dengan empat aspek: pemilihan judul, diksi, imaji, dan kedalaman makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan menulis puisi siswa setelah menerapkan model experiential learning mencapai 79,38% dalam kategori Baik. Sebanyak 15 siswa (62,5%) berada pada kategori Sangat Baik, 8 siswa (33,33%) kategori Baik, dan 1 siswa (4,17%) kategori Cukup Baik. Pada aspek pemilihan judul, 54,17% siswa mencapai kategori sangat menarik; aspek diksi 54,17% sangat kreatif dan indah; aspek imaji 41,67% ekspresif; aspek kedalaman makna 54,17% sangat penuh makna. Faktor penyebab kesulitan siswa meliputi keterbatasan leksikal dan pemilihan diksi puitis, rendahnya literasi membaca karya sastra, hambatan psiko-emosional (tidak percaya diri dan takut dinilai), minimnya pengalaman menulis puisi, serta keterbatasan waktu penelitian.