Mayang Wulandari
Institut Teknologi, Sains, Dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Asuhan Akupunktur Pada Penderita Osteoartritis Sendi Lutut di Klinik Saraf Kejepit dan Nyeri Center Bogor Yoan Rizki Yani Pardede; Mayang Wulandari; Amal Prihatono; Ikhwan Abdullah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25206

Abstract

ABSTRACT Osteoarthritis is a degenerative disease of the joints. It can affect all joints in the body; however, it most commonly involves the joints of the hands, knees, hips, and spine, and is characterized by cartilage degeneration within the joints. The symptoms of osteoarthritis are progressive in nature. Acupuncture works by activating nerve fibers, triggering anti-inflammatory responses, stimulating the release of endorphins to reduce pain, inhibiting oxidative processes that damage cartilage, and improving joint range of motion. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for patients with osteoarthritis at the Klinik Saraf Kejepit dan Nyeri Center Bogor. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions involving one female participant aged 55 years who suffered from knee osteoarthritis. Data collection techniques included observation (Wang), interviews (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Liver and Kidney Deficiency, with therapeutic principles focused on pain relief and tonification of the Liver and Kidney. The results of the therapy evaluation showed gradual and consistent improvement, as indicated by the resolution of knee pain, improved walking ability, enhanced sleep quality, and improvements in tongue and pulse examination. Keywords: Osteoarthritis, Knee Joint, Acupuncture Therapy.  ABSTRAK Osteoartritis merupakan suatu penyakit degeneratif pada persendian. Osteoartritis dapat merusak semua sendi di tubuh, tetapi Osteoartritis paling sering memengaruhi sendi tangan, lutut, pinggang, dan tulang belakang, ditandai dengan penampilan kerusakan tulang rawan pada sendi. Gejala Osteoartritis bersifat progresif. Akupunktur bekerja dengan mengaktivasi serabut saraf, memicu respon anti-inflamasi, merangsang pelepasan endorfin untuk mengurangi nyeri, menekan oksidasi yang merusak tulang rawan, serta meningkatkan ruang gerak sendi. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Osteoartritis di Klinik Saraf Kejepit dan Nyeri Center Bogor. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan perempuan berusia 55 tahun yang mengalami Osteoartritis lutut. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Defisiensi Hati dan Ginjal dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah Hilangkan nyeri dan Tonifikasi Hati Ginjal. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, ditandai dengan hilangnya nyeri lutut, membaiknya kemampuan berjalan, meningkatnya kualitas tidur, serta perbaikan hasil pemeriksaan lidah dan nadi. Kata Kunci: Osteoartritis, Sendi Lutut, Terapi Akupunktur.
Asuhan Akupunktur pada Kasus Frozen Shoulder di Praktik Mandiri Ionetherapy Semarang Iwan Isbikhan; Ikhwan Abdullah; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25237

Abstract

ABSTRACT The upper extremities play a crucial role in almost all daily activities, and frozen shoulder is a condition characterized by restricted shoulder movement. Frozen shoulder presents with varying degrees of severity, ranging from mild to severe pain, as well as differing levels of limitation in the range of motion of the glenohumeral joint. Acupuncture has been widely used and proven effective in the management of frozen shoulder, particularly in reducing pain, decreasing stiffness, and improving patients’ quality of life. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for a frozen shoulder case at the Ionetherapy Independent Practice in Semarang. The study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one male participant aged 45 years who had been experiencing frozen shoulder for the past two weeks. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Qi and Blood Stagnation, with therapeutic principles focused on relieving pain and promoting the smooth flow of Qi and Blood. The evaluation results showed gradual and consistent improvement, including a progressive reduction in shoulder pain and stiffness until the symptoms resolved by the sixth therapy session, accompanied by an increased range of shoulder motion and improved ability to perform daily activities without limitation. Keywords: Frozen Shoulder, Acupuncture Therapy, Qi and Blood Stagnation.  ABSTRAK Anggota gerak atas memiliki keterlibatan yang sangat tinggi dalam semua aktifitas, frozen shoulder termasuk kondisi dimana gerakan bahu menjadi terbatas. Frozen Shoulder memiliki tingkatan kepararahan yang bervariasi mulai dari nyeri ringan sampai berat dan tingkatan keterbatasan seberapa besar terhadap gerakan sendi glenohumeral. Akupunktur telah banyak digunakan dan terbukti efektif dalam pananganan Frozen Shoulder, terutama dalam menurunkan nyeri, menurunkan kekakuan, dan memperbaiki kualitas hidup pendritanya. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Kasus Frozen Shoulder di Praktik Mandiri Ionetherapy Semarang. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 45 tahun yang mengalami Frozen Shoulder sejak 2 minggu yang lalu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Stagnasi Qi dan Darah dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah mengilangkan nyeri, memperlancar Qi dan Darah. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, seperti berkurangnya nyeri dan kekakuan bahu secara bertahap hingga keluhan menghilang pada terapi keenam, disertai dengan meningkatnya rentang gerak bahu dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Kata Kunci: Frozen Shoulder,Terapi Akupunktur, Stagnasi Qi dan Darah.
Asuhan Akupunktur Pada Pasien Nyeri Menstruasi di Rumah Terapi Medical Hacking Bekasi Fitri Yanti; Ikhwan Abdullah; Amal Prihatono; Mayang Wulandari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25223

Abstract

ABSTRACT Menstrual pain or dysmenorrhea is one of the most common gynecological complaints among women of reproductive age. This condition is characterized by lower abdominal pain, cramps, lower back soreness, and discomfort that can interfere with daily activities. From the perspective of Traditional Chinese Medicine (TCM), menstrual pain is often caused by Qi and Xue stagnation, Cold Stagnation, or Qi and Xue deficiency, which disrupts the smooth circulation of blood and energy in the uterus. Acupuncture offers a safe, effective, and non-pharmacological approach with minimal side effects. This study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one 27-year-old female participant who had experienced menstrual pain for the past two months. Data collection techniques included observation (Wang), inquiry/interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with Traditional Chinese Medicine diagnostic standards. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Qi and Blood Deficiency, with therapeutic principles focusing on tonifying Qi and Blood, strengthening the Spleen, and improving uterine function. Evaluation of the therapeutic outcomes showed that after six acupuncture sessions, menstrual pain was no longer experienced, headaches resolved, sleep quality improved, emotional stability increased, and menstrual blood returned to normal in terms of both volume and color. The prognosis of the therapy was considered good; therefore, the treatment was deemed sufficient and temporarily concluded. Keywords: Menstrual Pain, Acupuncture Therapy, Qi and Blood Deficiency.  ABSTRAK Nyeri menstruasi atau dismenore merupakan salah satu keluhan ginekologis yang paling umum di kalangan wanita usia reproduktif. Kondisi ini ditandai dengan nyeri perut bagian bawah, kram, nyeri punggung bawah, dan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dari perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), nyeri menstruasi sering disebabkan oleh stagnasi Qi dan Xue, stagnasi dingin, atau defisiensi Qi dan Xue, yang mengganggu kelancaran sirkulasi darah dan energi di rahim. Akupunktur menawarkan pendekatan yang aman, efektif, dan non-farmakologis dengan efek samping minimal. Studi ini dilakukan sebagai studi kasus tunggal selama enam sesi terapi yang melibatkan satu partisipan wanita berusia 27 tahun yang mengalami nyeri menstruasi selama dua bulan terakhir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), pertanyaan/wawancara (Wen), mendengarkan dan mencium (Wen), dan palpasi (Qie), sesuai dengan standar diagnostik Pengobatan Tradisional Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Defisiensi Qi dan Darah, dengan prinsip terapeutik yang berfokus pada penguatan Qi dan Darah, penguatan Limpa, dan peningkatan fungsi rahim. Evaluasi hasil terapeutik menunjukkan bahwa setelah enam sesi akupunktur, nyeri menstruasi tidak lagi dialami, sakit kepala hilang, kualitas tidur membaik, stabilitas emosional meningkat, dan darah menstruasi kembali normal baik dari segi volume maupun warna. Prognosis terapi dianggap baik; oleh karena itu, pengobatan dianggap cukup dan diakhiri sementara. Kata Kunci: Nyeri Menstruasi, Terapi Akupunktur, Defisiensi Qi dan Darah.
Asuhan Akupunktur Pada Pengencangan Wajah di Klinik Kesehatan dan Kecantikan Salvinai Kota Tangerang Devinawati Devinawati; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah; Amal Prihatono
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25204

Abstract

ABSTRACT Facial appearance is one of the important aspects in supporting an individual’s self-confidence. As age increases, facial skin undergoes various physiological changes such as decreased elasticity, the formation of fine lines and wrinkles, and sagging skin. Facial acupuncture can stimulate local Qi and blood circulation, enhance collagen production, improve facial muscle tone, and reduce fine lines, thereby producing a firmer, more youthful, and refreshed facial appearance without invasif procedures. This study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one female participant aged 36 years who experienced skin aging problems. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Lung Yin and Blood Deficiency, with therapeutic principles focusing on nourishing Lung Yin and Blood and cooling the skin. Evaluation of the therapeutic outcomes after six treatment sessions showed improvements, including facial skin that was no longer dry and scaly, the disappearance of wrinkles around the eyes, a fresher and less pale facial appearance accompanied by new hair growth, healthier-looking lips, a stronger voice, and an increase in menstrual blood volume. Keywords: Facial Rejuvenation, Acupuncture Therapy, Lung Qi and Yin Deficiency.  ABSTRAK Penampilan wajah merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang rasa percaya diri seseorang. Seiring bertambahnya usia, kulit wajah mengalami berbagai perubahan fisiologis seperti penurunan elastisitas, terbentuknya garis halus, kerutan, serta kulit yang tampak kendur. Akupunktur wajah dapat menstimulasi aliran Qi dan darah lokal, meningkatkan produksi kolagen, memperbaiki tonus otot wajah, serta mengurangi garis-garis halus, sehingga memberikan efek wajah yang lebih kencang dan tampak lebih muda, segar tanpa prosedur invasif. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang sebagai  partisipan  perempuan  berusia 36 tahun yang memiliki masalah Penuaan Kulit. Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi (Wang),  wawancara  (Wen),  pendengaran  dan  penciuman  (Wen),  dan  perabaan (Qie)   sesuai   standar   ilmu   pengobatan   Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Defisiensi Darah dan Yin Paru dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah menutrisi Yin dan Darah Paru, mendinginkan Kulit. Evaluasi hasil terapi menunjukkan setelah enam kali sesi terapi, menunjukkan hasil berupa kulit wajah tidak lagi kering dan bersisik, hilangnya kerutan di sekitar mata, wajah tampak lebih segar dan tidak pucat disertai pertumbuhan anak rambut serta bibir tampak segar, suara menjadi lebih bertenaga, dan jumlah darah haid yang keluar mulai meningkat. Kata Kunci: Pengencangan Wajah, Terapi Akupunktur, Defisiensi Qi dan Yin Paru.
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Hemoroid di Klinik Assyifa Medika Bogor Ado Sadroi; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini; Leny Candra Kurniawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25205

Abstract

ABSTRACT Hemorrhoids are the dilation and inflammation of venous blood vessels in the anal region, originating from the hemorrhoidal plexus, and constitute a condition that can interfere with daily activities and reduce an individual’s quality of life. Acupuncture plays a role in inhibiting pain and regulating autonomic nerve stimulation, particularly the sympathetic nervous system, thereby improving dilated venous blood vessels. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for a patient with hemorrhoids at Assyifa Medika Clinic, Bogor. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions involving one male participant aged 40 years who had experienced hemorrhoids for one month. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with Traditional Chinese Medicine (TCM) standards. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Damp-Heat in the Lower Jiao, with the therapeutic principle of clearing heat and dampness. The evaluation results showed gradual and consistent improvement, a progressive reduction in pain, improved bowel movement patterns, and the disappearance of the sensation of incomplete defecation by the final therapy session. Keywords: Hemorrhoids, Acupuncture Therapy, Damp-Heat in the Lower Jiao.  ABSTRAK Hemoroid merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus, berasal dari plexus hemorrhoidalis yang merupakan suatu penyakit berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup seseorang. Akupunktur berperan dalam menghambat nyeri dan meregulasi rangsangan saraf otonom terutama saraf simpatis sehingga dapat memperbaiki pembuluh darah vena yang melebar. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Hemoroid di Klinik Assyifa Medika Bogor. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 40 tahun yang mengalami Hemoroid sejak 1 bulan yang lalu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Lembab Panas di Jiao Bawah dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah Membersihkan panas dan lembap. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, berkurangnya nyeri secara bertahap, membaiknya pola buang air besar, serta hilangnya rasa tidak tuntas setelah BAB pada sesi terapi akhir. Kata Kunci: Hemoroid, Terapi Akupunktur, Lembab Panas di Jiao Bawah.