Leny Candra Kurniawan
Institut Teknologi, Sains, Dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asuhan Akupunktur Pada Klien Tinitus di Klinik SKNC Bogor Kiki Hendrawan; Chantika Mahadini; Puspo Wardoyo; Leny Candra Kurniawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25207

Abstract

ABSTRACT Tinnitus is the perception of sound in the absence of an external sound source. It is a symptom that can be associated with various causes and triggering factors, most commonly occurring alongside sensorineural hearing loss, particularly bothersome tinnitus without clear otologic pathology. Acupuncture works by stimulating points around the ear and along meridians related to the ear, thereby helping to normalize cochlear function and the auditory nervous system. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for clients with tinnitus at the SKNC Clinic Bogor. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions involving one male participant aged 50 years who experienced tinnitus. Data collection techniques included observation (Wang), interviews (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the Kidney Yin Deficiency syndrome, with therapeutic principles focused on eliminating tinnitus and tonifying Kidney Yin. The therapy evaluation results showed gradual and consistent improvement, with the primary complaint of tinnitus no longer being perceived, additional complaints such as dizziness and sleep disturbances resolving, and the participant’s overall condition improving. Keywords: Tinnitus, Acupuncture Therapy, Kidney Yin Deficiency.  ABSTRAK Tinitus adalah persepsi suara tanpa adanya sumber suara eksternal. Tinitus merupakan gejala yang dapat dikaitkan dengan berbagai penyebab dan faktor pencetus, paling sering bersamaan dengan gangguan pendengaran sensorineural, terutama tinitus yang mengganggu tanpa patologi telinga yang jelas. Akupunktur bekerja dengan menstimulasi titik di sekitar telinga dan meridian yang berhubungan dengan telinga, sehingga membantu menormalkan fungsi koklea dan sistem saraf auditorik. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Klien Tinitus di Klinik SKNC Bogor. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 50 tahun yang mengalami Tinitus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Yin Ginjal Defisien dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah hilangkan Tinitus dan Tonifikasi Yin Ginjal. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, keluhan utama berupa tinitus sudah tidak dirasakan lagi, keluhan tambahan seperti pusing dan gangguan tidur menghilang, serta kondisi umum partisipan menjadi lebih baik. Kata Kunci: Tinitus, Terapi Akupunktur, Yin Ginjal Defisien.
Asuhan Akupunktur pada Kasus Frozen Shoulder di Praktik Mandiri Ionetherapy Semarang Iwan Isbikhan; Ikhwan Abdullah; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25237

Abstract

ABSTRACT The upper extremities play a crucial role in almost all daily activities, and frozen shoulder is a condition characterized by restricted shoulder movement. Frozen shoulder presents with varying degrees of severity, ranging from mild to severe pain, as well as differing levels of limitation in the range of motion of the glenohumeral joint. Acupuncture has been widely used and proven effective in the management of frozen shoulder, particularly in reducing pain, decreasing stiffness, and improving patients’ quality of life. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for a frozen shoulder case at the Ionetherapy Independent Practice in Semarang. The study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one male participant aged 45 years who had been experiencing frozen shoulder for the past two weeks. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Qi and Blood Stagnation, with therapeutic principles focused on relieving pain and promoting the smooth flow of Qi and Blood. The evaluation results showed gradual and consistent improvement, including a progressive reduction in shoulder pain and stiffness until the symptoms resolved by the sixth therapy session, accompanied by an increased range of shoulder motion and improved ability to perform daily activities without limitation. Keywords: Frozen Shoulder, Acupuncture Therapy, Qi and Blood Stagnation.  ABSTRAK Anggota gerak atas memiliki keterlibatan yang sangat tinggi dalam semua aktifitas, frozen shoulder termasuk kondisi dimana gerakan bahu menjadi terbatas. Frozen Shoulder memiliki tingkatan kepararahan yang bervariasi mulai dari nyeri ringan sampai berat dan tingkatan keterbatasan seberapa besar terhadap gerakan sendi glenohumeral. Akupunktur telah banyak digunakan dan terbukti efektif dalam pananganan Frozen Shoulder, terutama dalam menurunkan nyeri, menurunkan kekakuan, dan memperbaiki kualitas hidup pendritanya. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Kasus Frozen Shoulder di Praktik Mandiri Ionetherapy Semarang. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 45 tahun yang mengalami Frozen Shoulder sejak 2 minggu yang lalu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Stagnasi Qi dan Darah dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah mengilangkan nyeri, memperlancar Qi dan Darah. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, seperti berkurangnya nyeri dan kekakuan bahu secara bertahap hingga keluhan menghilang pada terapi keenam, disertai dengan meningkatnya rentang gerak bahu dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Kata Kunci: Frozen Shoulder,Terapi Akupunktur, Stagnasi Qi dan Darah.
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Radang Prostat di Rumah Sehat “Ah” Tangerang M. Subhan Banil Azhari; Amal Prihatono; Puspo Wardoyo; Leny Candra Kurniawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25260

Abstract

ABSTRACT Prostatitis is an inflammatory condition of the prostate gland that can be caused by bacterial infection or non-infectious processes, and it can cause symptoms such as pelvic pain, pain during urination, or urinary tract dysfunction. Acupuncture can be used as an adjunctive therapy for prostatitis and is a safe, rational, effective, inexpensive, and natural treatment, making it a preferred alternative to reduce the frequency of prostatitis. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care in patients with prostatitis at Rumah Sehat “AH” Tangerang. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions on one male participant aged 70 years who suffered from prostatitis. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) according to the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the Damp-Heat syndrome, with therapeutic principles aimed at eliminating heat pathogens, draining dampness, and promoting urination. The evaluation results showed that the objectives were achieved and the problems were resolved, as indicated by a reduction in the participant’s urinary problems. Supporting factors influencing the success of acupuncture care included good cooperation between the researcher and the participant in providing and undergoing therapy, as well as adherence to the given recommendations. Keywords: Prostate Inflammation, Acupuncture Therapy, Damp-Heat Syndrome.  ABSTRAK Radang Prostat merupakan suatu kondisi peradangan pada kelenjar prostat yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun proses non-infeksi, dan dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri panggul, nyeri saat berkemih, atau gangguan fungsi saluran kemih. Akupunktur dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada penyakit radang prostat, merupakan pengobatan yang aman, rasional, efektif, murah dan alami menjadi alternatif terpilih dalam menekan frekuensi penyakit radang prostat. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Radang Prostat di Rumah Sehat “AH” Tangerang. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 70 tahun yang mengalami radang prostat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Lembab Panas dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah mengeliminasi patogen panas, menyalurkan patogen lembab dan melancarkan perkemihan. Hasil evaluasi menunjukkan tujuan tercapai dan masalah teratasi yang ditandai dengan berkurangnya masalah berkemih partisipan. Faktor pendukung yang mempengaruhi keberhasilan dari asuhan akupunktur adalah adanya kerjasama yang baik antara penulis dan partisipan dalam memberi dan menjalani terapi serta melakukan saran yang diberikan. Kata Kunci: Radang Prostat, Terapi Akupunktur, Sindrom Lembab Panas
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Hemoroid di Klinik Assyifa Medika Bogor Ado Sadroi; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini; Leny Candra Kurniawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25205

Abstract

ABSTRACT Hemorrhoids are the dilation and inflammation of venous blood vessels in the anal region, originating from the hemorrhoidal plexus, and constitute a condition that can interfere with daily activities and reduce an individual’s quality of life. Acupuncture plays a role in inhibiting pain and regulating autonomic nerve stimulation, particularly the sympathetic nervous system, thereby improving dilated venous blood vessels. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for a patient with hemorrhoids at Assyifa Medika Clinic, Bogor. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions involving one male participant aged 40 years who had experienced hemorrhoids for one month. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with Traditional Chinese Medicine (TCM) standards. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Damp-Heat in the Lower Jiao, with the therapeutic principle of clearing heat and dampness. The evaluation results showed gradual and consistent improvement, a progressive reduction in pain, improved bowel movement patterns, and the disappearance of the sensation of incomplete defecation by the final therapy session. Keywords: Hemorrhoids, Acupuncture Therapy, Damp-Heat in the Lower Jiao.  ABSTRAK Hemoroid merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus, berasal dari plexus hemorrhoidalis yang merupakan suatu penyakit berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup seseorang. Akupunktur berperan dalam menghambat nyeri dan meregulasi rangsangan saraf otonom terutama saraf simpatis sehingga dapat memperbaiki pembuluh darah vena yang melebar. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Hemoroid di Klinik Assyifa Medika Bogor. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 40 tahun yang mengalami Hemoroid sejak 1 bulan yang lalu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Lembab Panas di Jiao Bawah dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah Membersihkan panas dan lembap. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, berkurangnya nyeri secara bertahap, membaiknya pola buang air besar, serta hilangnya rasa tidak tuntas setelah BAB pada sesi terapi akhir. Kata Kunci: Hemoroid, Terapi Akupunktur, Lembab Panas di Jiao Bawah.