Ikhwan Abdullah
Institut Teknologi, Sains, Dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Kepala di Griya Sehat Fitri Jakarta Endah Fitriawati; Chantika Mahadini; Ikhwan Abdullah; Puspo Wardoyo
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25203

Abstract

ABSTRACT Headache is a symptom of an underlying disease or may indicate the presence of an organic (neurological) disorder, a stress response, vasodilation (migraine), skeletal muscle tension (tension-type headache), or a combination of these factors. Acupuncture therapy is a safe treatment with minimal side effects that can facilitate the flow of energy, influence blood circulation, support the transport of nutrients required by the body, and stimulate the nervous system, making it a preferred alternative in the management of headache cases. This case study research aimed to determine the benefits of acupuncture care in headache cases at Griya Sehat Fitri, Jakarta. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions involving a 45-year-old female patient experiencing headaches. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine (TCM). The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Wind Pathogen with Qi and Blood (Xue) Deficiency, with the applied therapeutic principles being pain relief, Qi tonification, and Blood (Xue) tonification. The evaluation results demonstrated a gradual improvement in the participant’s condition, characterized by a reduction in headache complaints, increased energy levels, improved appetite, a change in tongue color to pink, and an overall condition that appeared fresher and more vigorous. Keywords: Headache, Acupuncture Therapy, Qi and Xue Deficiency.  ABSTRAK Nyeri kepala merupakan gejala dari suatu penyakit atau mengindikasikan adanya penyakit organik (neurologik), respon stres, vasodilatasi (migrain), ketegangan otot skeletal (sakit kepala karena tegang), atau kombinasi dari faktor-faktor ini. Terapi akupunktur merupakan terapi yang aman, memiliki efek samping yang minimal, dapat melancarkan aliran energi, mempengaruhi aliran darah, transportasi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh serta merangsang sistem saraf, sehingga menjadi alternatif terpilih dalam menangani kasus nyeri kepala. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Kasus Nyeri Kepala di Griya Sehat Fitri Jakarta. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang perempuan berusia 45 tahun yang mengalami nyeri kepala. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Patogen Angin Defisien Qi dan Darah dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah Hentikan nyeri, Tonifikasi Qi dan Xue. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi partisipan secara bertahap, yang ditandai dengan berkurangnya keluhan nyeri kepala, meningkatnya energi tubuh, membaiknya nafsu makan, perubahan warna lidah menjadi merah muda, serta kondisi umum partisipan yang lebih segar dan bertenaga. Kata Kunci: Nyeri kepala, Terapi Akupunktur, Defisien Qi dan Xue
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Osteoartritis Sendi Lutut di Klinik Saraf Kejepit dan Nyeri Center Bogor Yoan Rizki Yani Pardede; Mayang Wulandari; Amal Prihatono; Ikhwan Abdullah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25206

Abstract

ABSTRACT Osteoarthritis is a degenerative disease of the joints. It can affect all joints in the body; however, it most commonly involves the joints of the hands, knees, hips, and spine, and is characterized by cartilage degeneration within the joints. The symptoms of osteoarthritis are progressive in nature. Acupuncture works by activating nerve fibers, triggering anti-inflammatory responses, stimulating the release of endorphins to reduce pain, inhibiting oxidative processes that damage cartilage, and improving joint range of motion. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for patients with osteoarthritis at the Klinik Saraf Kejepit dan Nyeri Center Bogor. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions involving one female participant aged 55 years who suffered from knee osteoarthritis. Data collection techniques included observation (Wang), interviews (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Liver and Kidney Deficiency, with therapeutic principles focused on pain relief and tonification of the Liver and Kidney. The results of the therapy evaluation showed gradual and consistent improvement, as indicated by the resolution of knee pain, improved walking ability, enhanced sleep quality, and improvements in tongue and pulse examination. Keywords: Osteoarthritis, Knee Joint, Acupuncture Therapy.  ABSTRAK Osteoartritis merupakan suatu penyakit degeneratif pada persendian. Osteoartritis dapat merusak semua sendi di tubuh, tetapi Osteoartritis paling sering memengaruhi sendi tangan, lutut, pinggang, dan tulang belakang, ditandai dengan penampilan kerusakan tulang rawan pada sendi. Gejala Osteoartritis bersifat progresif. Akupunktur bekerja dengan mengaktivasi serabut saraf, memicu respon anti-inflamasi, merangsang pelepasan endorfin untuk mengurangi nyeri, menekan oksidasi yang merusak tulang rawan, serta meningkatkan ruang gerak sendi. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Osteoartritis di Klinik Saraf Kejepit dan Nyeri Center Bogor. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan perempuan berusia 55 tahun yang mengalami Osteoartritis lutut. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Defisiensi Hati dan Ginjal dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah Hilangkan nyeri dan Tonifikasi Hati Ginjal. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, ditandai dengan hilangnya nyeri lutut, membaiknya kemampuan berjalan, meningkatnya kualitas tidur, serta perbaikan hasil pemeriksaan lidah dan nadi. Kata Kunci: Osteoartritis, Sendi Lutut, Terapi Akupunktur.
Asuhan Akupunktur Pada Pasien Hipertensi di Klinik Sinshe AI SIN TCM Yogyakarta Kuryati Kuryati; Amal Prihatono; Ikhwan Abdullah; Puspo Wardoyo
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25208

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a condition characterized by an abnormal and persistent increase in blood pressure observed across multiple measurements, caused by one or more risk factors that fail to function properly in maintaining normal blood pressure. Acupuncture can reduce blood pressure by stimulating acupuncture points to facilitate and regulate the flow of Qi in the body, thereby restoring Yin–Yang balance. This single-case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for a patient with hypertension at Sinshe Ai Sin TCM Clinic, Yogyakarta. The study was conducted as a single-case design over six therapy sessions involving one male participant aged 50 years who had been experiencing hypertension for the past six months. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Liver Yang Hyperactivity, with therapeutic principles focused on calming the Liver, suppressing excessive Liver Yang, and clearing heat. The therapeutic evaluation results demonstrated gradual and consistent improvement. The participant’s blood pressure decreased from 170/100 mmHg during the first therapy session to 130/80 mmHg by the sixth session. Complaints of headache and abdominal bloating resolved, sleep quality improved, and emotional stability was enhanced. Keywords: Hypertension, Acupuncture Therapy, Liver Yang Hyperactivity.  ABSTRAK Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan tekanan darah yang disebabkan satu atau beberapa faktor risiko yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam mempertahankan tekanan darah secara normal. Akupunktur dapat menurunkan tekanan darah dengan cara merangsang titik akupunktur untuk menghantarkan serta melancarkan Qi tubuh dalam upaya menyeimbangkan Yin Yang. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Aupunktur pada pasien Hipertensi di Klinik Sinshe Ai Sin TCM Yogyakarta. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang  partisipan  laki-laki  berusia  50  tahun  yang mengalami Hipertensi sejak 6 bulan yang lalu. Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi (Wang),  wawancara  (Wen),  pendengaran  dan  penciuman  (Wen),  dan  perabaan (Qie)   sesuai   standar   ilmu   pengobatan   Tiongkok.   Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Hiperaktivitas Yang Hati dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah Menenangkan Hati, menekan Yang Hati yang berlebih, dan membersihkan panas. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten. Tekanan darah partisipan mengalami penurunan dari 170/100 mmHg pada terapi pertama menjadi 130/80 mmHg pada terapi ke-6. Keluhan sakit kepala dan perut kembung menghilang, kualitas tidur membaik, serta kondisi emosional menjadi lebih stabil. Kata Kunci: Hipertensi, Terapi Akupunktur, Hiperaktivitas Yang Hati.
Asuhan Akupunktur pada Kasus Frozen Shoulder di Praktik Mandiri Ionetherapy Semarang Iwan Isbikhan; Ikhwan Abdullah; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25237

Abstract

ABSTRACT The upper extremities play a crucial role in almost all daily activities, and frozen shoulder is a condition characterized by restricted shoulder movement. Frozen shoulder presents with varying degrees of severity, ranging from mild to severe pain, as well as differing levels of limitation in the range of motion of the glenohumeral joint. Acupuncture has been widely used and proven effective in the management of frozen shoulder, particularly in reducing pain, decreasing stiffness, and improving patients’ quality of life. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for a frozen shoulder case at the Ionetherapy Independent Practice in Semarang. The study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one male participant aged 45 years who had been experiencing frozen shoulder for the past two weeks. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Qi and Blood Stagnation, with therapeutic principles focused on relieving pain and promoting the smooth flow of Qi and Blood. The evaluation results showed gradual and consistent improvement, including a progressive reduction in shoulder pain and stiffness until the symptoms resolved by the sixth therapy session, accompanied by an increased range of shoulder motion and improved ability to perform daily activities without limitation. Keywords: Frozen Shoulder, Acupuncture Therapy, Qi and Blood Stagnation.  ABSTRAK Anggota gerak atas memiliki keterlibatan yang sangat tinggi dalam semua aktifitas, frozen shoulder termasuk kondisi dimana gerakan bahu menjadi terbatas. Frozen Shoulder memiliki tingkatan kepararahan yang bervariasi mulai dari nyeri ringan sampai berat dan tingkatan keterbatasan seberapa besar terhadap gerakan sendi glenohumeral. Akupunktur telah banyak digunakan dan terbukti efektif dalam pananganan Frozen Shoulder, terutama dalam menurunkan nyeri, menurunkan kekakuan, dan memperbaiki kualitas hidup pendritanya. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Kasus Frozen Shoulder di Praktik Mandiri Ionetherapy Semarang. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 45 tahun yang mengalami Frozen Shoulder sejak 2 minggu yang lalu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Stagnasi Qi dan Darah dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah mengilangkan nyeri, memperlancar Qi dan Darah. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, seperti berkurangnya nyeri dan kekakuan bahu secara bertahap hingga keluhan menghilang pada terapi keenam, disertai dengan meningkatnya rentang gerak bahu dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Kata Kunci: Frozen Shoulder,Terapi Akupunktur, Stagnasi Qi dan Darah.
Asuhan Akupunktur Pada Pasien Nyeri Menstruasi di Rumah Terapi Medical Hacking Bekasi Fitri Yanti; Ikhwan Abdullah; Amal Prihatono; Mayang Wulandari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25223

Abstract

ABSTRACT Menstrual pain or dysmenorrhea is one of the most common gynecological complaints among women of reproductive age. This condition is characterized by lower abdominal pain, cramps, lower back soreness, and discomfort that can interfere with daily activities. From the perspective of Traditional Chinese Medicine (TCM), menstrual pain is often caused by Qi and Xue stagnation, Cold Stagnation, or Qi and Xue deficiency, which disrupts the smooth circulation of blood and energy in the uterus. Acupuncture offers a safe, effective, and non-pharmacological approach with minimal side effects. This study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one 27-year-old female participant who had experienced menstrual pain for the past two months. Data collection techniques included observation (Wang), inquiry/interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with Traditional Chinese Medicine diagnostic standards. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Qi and Blood Deficiency, with therapeutic principles focusing on tonifying Qi and Blood, strengthening the Spleen, and improving uterine function. Evaluation of the therapeutic outcomes showed that after six acupuncture sessions, menstrual pain was no longer experienced, headaches resolved, sleep quality improved, emotional stability increased, and menstrual blood returned to normal in terms of both volume and color. The prognosis of the therapy was considered good; therefore, the treatment was deemed sufficient and temporarily concluded. Keywords: Menstrual Pain, Acupuncture Therapy, Qi and Blood Deficiency.  ABSTRAK Nyeri menstruasi atau dismenore merupakan salah satu keluhan ginekologis yang paling umum di kalangan wanita usia reproduktif. Kondisi ini ditandai dengan nyeri perut bagian bawah, kram, nyeri punggung bawah, dan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dari perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), nyeri menstruasi sering disebabkan oleh stagnasi Qi dan Xue, stagnasi dingin, atau defisiensi Qi dan Xue, yang mengganggu kelancaran sirkulasi darah dan energi di rahim. Akupunktur menawarkan pendekatan yang aman, efektif, dan non-farmakologis dengan efek samping minimal. Studi ini dilakukan sebagai studi kasus tunggal selama enam sesi terapi yang melibatkan satu partisipan wanita berusia 27 tahun yang mengalami nyeri menstruasi selama dua bulan terakhir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), pertanyaan/wawancara (Wen), mendengarkan dan mencium (Wen), dan palpasi (Qie), sesuai dengan standar diagnostik Pengobatan Tradisional Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Defisiensi Qi dan Darah, dengan prinsip terapeutik yang berfokus pada penguatan Qi dan Darah, penguatan Limpa, dan peningkatan fungsi rahim. Evaluasi hasil terapeutik menunjukkan bahwa setelah enam sesi akupunktur, nyeri menstruasi tidak lagi dialami, sakit kepala hilang, kualitas tidur membaik, stabilitas emosional meningkat, dan darah menstruasi kembali normal baik dari segi volume maupun warna. Prognosis terapi dianggap baik; oleh karena itu, pengobatan dianggap cukup dan diakhiri sementara. Kata Kunci: Nyeri Menstruasi, Terapi Akupunktur, Defisiensi Qi dan Darah.
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Xiao Ke di Rumah Sehat Ath-Thib Holistic Tangerang Ika Cahyanti; Puspo Wardoyo; Ikhwan Abdullah; Amal Prihatono
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25233

Abstract

ABSTRACT Xiao Ke is a term in Chinese Medicine that describes a disease condition similar to the characteristic symptoms of Diabetes Melitus in Western Medicine, including excessive thirst (polydipsia), excessive appetite (polyphagia), frequent urination (polyuria), weight loss, and body weakness. Acupuncture is considered a safe, rational, effective, affordable, and natural treatment option and serves as an alternative therapy to reduce the incidence of Xiao Ke or Diabetes Melitus. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care in a patient with Xiao Ke at Rumah Sehat Ath-Thib Holistic Tangerang. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions on a 44-year-old male participant with Diabetes Melitus. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with Traditional Chinese Medicine diagnostic standards. The selection of acupuncture points was based on the Yang Xiao Zheng syndrome, with the therapeutic principle of nourishing Yin and clearing heat pathogens (deficiency-type). The evaluation results showed that the treatment objectives were achieved and the problems were resolved, indicated by a decrease in blood glucose levels and improvement in the participant’s condition. Supporting factors that contributed to the success of the acupuncture care included good cooperation between the researcher and the participant in providing and undergoing therapy, as well as adherence to the given recommendations. Keywords: Diabetes Melitus, Xiao Ke, Acupuncture Therapy.  ABSTRAK Xiao Ke merupakan istilah dalam Chinese Medicine yang menggambarkan suatu kondisi penyakit mirip dengan gejala khas Diabetes Melitus (berupa rasa haus berlebihan (polidipsia), selera makan berlebihan (polifagia), sering buang air kecil (poliuria), penurunan berat badan, serta kelemahan tubuh) dalam Kedokteran Barat. Akupunktur menjadi salah satu pilihan pengobatan yang aman, rasional, efektif, murah, dan alami menjadi alternatif terpilih dalam menekan frekuensi penyakit Xiao Ke atau Diabetes Melitus. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Xiao Ke di Rumah Sehat Ath-Thib Holistic Tangerang. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 44 tahun yang memiliki penyakit Diabetes Melitus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Yang Xiao Zheng dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah memupuk Yin dan membersihkan patogen panas (bersifat xu). Hasil evaluasi terapi menunjukkan tujuan tercapai dan masalah teratasi yaitu penurunan kadar gula darah dan perbaikan kondisi partisipan. Faktor pendukung yang mempengaruhi keberhasilan dari asuhan akupunktur adalah adanya kerjasama yang baik antara penulis dan partisipan dalam memberi dan menjalani terapi serta saran yang diberikan. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Xiao Ke, Terapi Akupunktur
Asuhan Akupunktur Pada Pengencangan Wajah di Klinik Kesehatan dan Kecantikan Salvinai Kota Tangerang Devinawati Devinawati; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah; Amal Prihatono
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25204

Abstract

ABSTRACT Facial appearance is one of the important aspects in supporting an individual’s self-confidence. As age increases, facial skin undergoes various physiological changes such as decreased elasticity, the formation of fine lines and wrinkles, and sagging skin. Facial acupuncture can stimulate local Qi and blood circulation, enhance collagen production, improve facial muscle tone, and reduce fine lines, thereby producing a firmer, more youthful, and refreshed facial appearance without invasif procedures. This study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one female participant aged 36 years who experienced skin aging problems. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Lung Yin and Blood Deficiency, with therapeutic principles focusing on nourishing Lung Yin and Blood and cooling the skin. Evaluation of the therapeutic outcomes after six treatment sessions showed improvements, including facial skin that was no longer dry and scaly, the disappearance of wrinkles around the eyes, a fresher and less pale facial appearance accompanied by new hair growth, healthier-looking lips, a stronger voice, and an increase in menstrual blood volume. Keywords: Facial Rejuvenation, Acupuncture Therapy, Lung Qi and Yin Deficiency.  ABSTRAK Penampilan wajah merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang rasa percaya diri seseorang. Seiring bertambahnya usia, kulit wajah mengalami berbagai perubahan fisiologis seperti penurunan elastisitas, terbentuknya garis halus, kerutan, serta kulit yang tampak kendur. Akupunktur wajah dapat menstimulasi aliran Qi dan darah lokal, meningkatkan produksi kolagen, memperbaiki tonus otot wajah, serta mengurangi garis-garis halus, sehingga memberikan efek wajah yang lebih kencang dan tampak lebih muda, segar tanpa prosedur invasif. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang sebagai  partisipan  perempuan  berusia 36 tahun yang memiliki masalah Penuaan Kulit. Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi (Wang),  wawancara  (Wen),  pendengaran  dan  penciuman  (Wen),  dan  perabaan (Qie)   sesuai   standar   ilmu   pengobatan   Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Defisiensi Darah dan Yin Paru dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah menutrisi Yin dan Darah Paru, mendinginkan Kulit. Evaluasi hasil terapi menunjukkan setelah enam kali sesi terapi, menunjukkan hasil berupa kulit wajah tidak lagi kering dan bersisik, hilangnya kerutan di sekitar mata, wajah tampak lebih segar dan tidak pucat disertai pertumbuhan anak rambut serta bibir tampak segar, suara menjadi lebih bertenaga, dan jumlah darah haid yang keluar mulai meningkat. Kata Kunci: Pengencangan Wajah, Terapi Akupunktur, Defisiensi Qi dan Yin Paru.
Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Scapula Kiri dan Kanan di Rumah Terapi Hanaya Cianjur Eva Hanaya Awari; Chantika Mahadini; Ikhwan Abdullah; Puspo Wardoyo
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25363

Abstract

ABSTRACT Scapular pain, as part of the shoulder anatomy, is a common musculoskeletal complaint in the community. In clinical practice, a number of patients present with persistent scapular pain that interferes with daily activities and is not fully responsive to conventional therapy. Acupuncture is a holistic therapy based on Traditional Chinese Medicine (TCM) principles, aimed at promoting the flow of Qi, resolving blood stasis, and relieving pain. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care in a case of left and right scapular pain at Hanaya Therapy Clinic, Cianjur. The study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving a 40-year-old female participant experiencing scapular pain. Data collection techniques included observation (Wang), inquiry (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The evaluation results showed a positive therapeutic response. By the third therapy session, pain began to decrease and the participant was able to move her arms with less limitation. By the fifth to sixth sessions, the pain had resolved and the participant was able to resume normal activities. These findings indicate that acupuncture therapy was beneficial in alleviating scapular pain in this study. It is recommended that the results of this case study be used as a reference for future research. Keywords: Scapular Pain, Acupuncture Therapy, Case Study.  ABSTRAK Nyeri skapula merupakan bagian dari anatomi bahu merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering ditemui di masyarakat. Dalam praktik klinis, sejumlah pasien datang dengan keluhan nyeri area skapula yang bersifat persisten, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan tidak sepenuhnya responsif terhadap terapi konvensional. Akupunktur merupakan terapi holistik sesuai prinsip TCM yang bertujuan melancarkan Qi, mengatasi stasis darah, dapat meredakan nyeri. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pada  pelaksanaan Asuhan Akupunktur pada Kasus Nyeri Scapula Kiri dan Kanan di Rumah Terapi Hanaya Cianjur. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang  partisipan  perempuan  berusia  40  tahun  yang mengalami nyeri skapula. Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi (Wang),  wawancara  (Wen),  pendengaran dan  penciuman  (Wen),  dan  perabaan (Qie)   sesuai   standar   ilmu   pengobatan   Tiongkok. Hasil evaluasi pelaksanaan terapi menunjukkan respon yang baik. Pada sesi terapi ketiga, nyeri mulai berkurang dan partisipan sudah dapat menggerakkan lengan tanpa terlalu banyak hambatan. Pada sesi terapi kelima hingga keenam, nyeri menghilang dan partisipan dapat beraktivitas normal. Hal ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur memberikan manfaat untuk mengatasi nyeri belikat dalam penelitian ini. Disarankan hasil penelitian studi kasus ini dapat dipergunakan sebagai bahan referensi dan acuan untuk penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Nyeri Skapula, Terapi Akupunktur, Studi Kasus.