Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Mahasiswa dalam Meningkatkan Solidaritas dan Kepekaan Sosial Melalui Kegiatan Santunan Anak Yatim di Desa Sikur Lombok Timur Ernaliana; Rona Restu Victoria
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i1.771

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dan kepekaan sosial mahasiswa melalui pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan santunan anak yatim di Desa Sikur, Lombok Timur. Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter sosial mahasiswa di tengah tantangan era digital yang berpotensi menurunkan intensitas interaksi sosial, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan perencanaan, koordinasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mahasiswa didampingi oleh dosen dalam proses pembentukan kepanitiaan, penggalangan dana, penyusunan program, hingga pelaksanaan santunan dan buka puasa bersama anak yatim. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan yang terstruktur mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan pemecahan masalah. Selain itu, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung yang mendorong tumbuhnya empati, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat. Bagi anak-anak yatim, kegiatan ini memberikan manfaat berupa bantuan material, dukungan moral, motivasi belajar, serta peningkatan rasa percaya diri melalui interaksi yang positif dengan mahasiswa. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi dukungan institusi, partisipasi aktif mahasiswa, serta kerja sama masyarakat setempat, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan waktu dan pendanaan dapat diatasi melalui koordinasi yang baik. Dengan demikian, kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan melalui pendampingan mahasiswa terbukti efektif sebagai media pembelajaran sosial sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENYUSUN TEKS CERITA FANTASI SISWA SMP/ MTS KELAS VII Rona Restu Victoria; Ernaliana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.460

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII di MTS Nurul Yaqin Praya yang disebabkan oleh minimnya minat baca, kesulitan menuangkan ide, serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang monoton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio-visual terhadap kemampuan menyusun struktur teks cerita fantasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui teknik tes menulis yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu tes tanpa media audio-visual dan tes dengan intervensi media audio-visual pada sampel sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio-visual memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas tulisan siswa. Pada tahap awal tanpa media, nilai rata-rata klasikal siswa sebesar 73 (kategori Baik). Setelah diberikan stimulasi berupa penayangan video bertema petualangan, nilai rata-rata siswa meningkat drastis menjadi 87 (kategori Sangat Baik). Secara distribusi frekuensi, terjadi pemerataan kompetensi di mana 18 dari 20 siswa berhasil mencapai predikat sangat baik dan baik, serta kategori nilai kurang tereliminasi sepenuhnya. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media audio-visual efektif dalam meningkatkan daya imajinasi dan keterampilan menulis siswa, serta mampu mentransformasikan proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan terstruktur.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL MEDULLA SINCULASIS KARYA PAOX IBEN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Rudi erwin; Rona Restu Victoria
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 2 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i2.6634

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik sosial yang terdapat dalam novel Medulla Sinculasis karya Paox Iben serta menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya konflik tersebut melalui pendekatan sosiologi sastra. Novel ini mengangkat berbagai persoalan sosial masyarakat Lombok, khususnya kehidupan masyarakat marginal yang berhadapan dengan kekuatan ekonomi, politik, dan budaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa kutipan-kutipan naratif dan dialog yang mengandung konflik sosial dalam novel. Analisis dilakukan berdasarkan teori konflik sosial yang dikemukakan oleh Lewis A. Coser dan pendekatan sosiologi sastra yang memandang karya sastra sebagai representasi realitas sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial dalam novel Medulla Sinculasis meliputi konflik antara individu dengan kelompok, konflik antarkelompok sosial, konflik antara masyarakat marginal dengan pemegang kekuasaan, konflik ekonomi, konflik budaya, serta konflik lingkungan. Konflik-konflik tersebut muncul akibat adanya ketimpangan sosial, perebutan sumber daya, dominasi kekuasaan, marginalisasi masyarakat kecil, dan perbedaan kepentingan antar kelompok. Tokoh Nuruda sebagai tokoh utama mengalami transformasi dari seorang wisatawan menjadi aktivis sosial yang berusaha memperjuangkan hak-hak masyarakat marginal di Ampenan. Namun perjuangannya berhadapan dengan struktur kekuasaan yang lebih kuat sehingga berakhir tragis. Novel ini menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi media kritik sosial terhadap praktik ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat modern.