Almira Rahma Fadhila
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Structured ICT learning as local content curriculum: The practice at SD Budiluhur Almira Rahma Fadhila
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.162

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) into learning at the primary school level is a key effort in addressing the challenges of 21st-century education. This study is driven by the need to understand how ICT is concretely integrated in primary schools, particularly in curriculum planning and the implementation of learning that aligns with students' needs. Employing a qualitative research design with a case study method, this research aims to provide an in-depth and contextual description. Data collection techniques include interviews and observations. The objective of this study is to describe the ICT integration process at Budiluhur Primary School and to identify the supporting and inhibiting factors that influence its success. The findings reveal that Budiluhur Primary School has developed a structured model of ICT integration through internal policies, continuous teacher training, infrastructure development, and the establishment of a school ICT development team. The study also highlights that despite challenges such as technical limitations and varying levels of teacher competence, successful integration can still be achieved through collaborative strategies, visionary leadership, and strong internal support from the school.   Abstrak Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran pada jenjang sekolah dasar menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami integrasi TIK yang dilakukan secara nyata di sekolah dasar, khususnya dalam perencanaan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus untuk memberikan gambaran yang mendalam dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses integrasi TIK di SD Budiluhur serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Budiluhur telah mengembangkan model integrasi TIK yang terstruktur melalui kebijakan internal, pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan infrastruktur, dan pembentukan tim pengembang TIK sekolah. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan teknis dan perbedaan tingkat kompetensi guru, keberhasilan integrasi tetap dapat dicapai melalui strategi kolaboratif, kepemimpinan yang visioner, dan dukungan internal yang kuat dari pihak sekolah. Kata Kunci: implementasi kurikulum TIK; integrasi teknologi; pembelajaran TIK; sekolah dasar
Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Asisten Belajar Dalam Pembelajaran Pemrograman Almira Rahma Fadhila; Fathanah Hamidah Tsaqib; Rizka Nabila Khairani
Indonesian Journal of Science, Technology and Humanities Vol. 4 No. 1 (2026): IJSTECH - June 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/ijstech.v4i1.2101

Abstract

Meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran pemrograman memunculkan berbagai temuan mengenai manfaat, risiko, dan tantangan implementasinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis AI yang digunakan, tujuan penerapan, dampak, serta tantangan implementasinya dalam pembelajaran pemrograman. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2022-2026, sehingga diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI dan Large Language Models (LLM) merupakan teknologi yang paling banyak digunakan, diikuti oleh berbagai teknologi AI lainnya. AI dimanfaatkan untuk mendukung personalisasi pembelajaran, pemberian umpan balik otomatis, pemecahan masalah, peningkatan keterlibatan belajar, serta proses pengajaran dan evaluasi. Secara umum, AI memberikan manfaat berupa peningkatan kinerja akademik, pemahaman konsep, pengalaman belajar yang lebih personal, dan efisiensi pengajar. Namun, implementasinya juga menghadirkan risiko ketergantungan, penurunan kemampuan berpikir kritis, potensi kecurangan akademik, serta isu akurasi, etika, dan privasi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu dilakukan secara bijak untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko yang ada