Rizka Nabila Khairani
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Asisten Belajar Dalam Pembelajaran Pemrograman Almira Rahma Fadhila; Fathanah Hamidah Tsaqib; Rizka Nabila Khairani
Indonesian Journal of Science, Technology and Humanities Vol. 4 No. 1 (2026): IJSTECH - June 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/ijstech.v4i1.2101

Abstract

Meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran pemrograman memunculkan berbagai temuan mengenai manfaat, risiko, dan tantangan implementasinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis AI yang digunakan, tujuan penerapan, dampak, serta tantangan implementasinya dalam pembelajaran pemrograman. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2022-2026, sehingga diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI dan Large Language Models (LLM) merupakan teknologi yang paling banyak digunakan, diikuti oleh berbagai teknologi AI lainnya. AI dimanfaatkan untuk mendukung personalisasi pembelajaran, pemberian umpan balik otomatis, pemecahan masalah, peningkatan keterlibatan belajar, serta proses pengajaran dan evaluasi. Secara umum, AI memberikan manfaat berupa peningkatan kinerja akademik, pemahaman konsep, pengalaman belajar yang lebih personal, dan efisiensi pengajar. Namun, implementasinya juga menghadirkan risiko ketergantungan, penurunan kemampuan berpikir kritis, potensi kecurangan akademik, serta isu akurasi, etika, dan privasi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu dilakukan secara bijak untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko yang ada
Curriculum alignment for industrial demands in computer networking at SMK Insan Mandiri Rizka Nabila Khairani
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 2 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, August 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i2.737

Abstract

The development of digital technology encourages vocational education to produce graduates who are not only technically competent but also adaptable to the ever-changing needs of industry. This study examines the implementation strategy of Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) expertise program at SMK Insan Mandiri in responding to the increasingly complex demands of the workforce. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews with the vice principal for curriculum and productive teachers as key informants. The results indicate integration among Project-Based Learning (PjBL), technical certification programs, and industry partners' involvement in curriculum development and practice-based assessment. The core competencies developed include network management, server virtualization, cybersecurity, and fiber optic technology. However, challenges such as limited facilities, low interest in theoretical learning, and a lack of local context in learning planning remain. This study provides an empirical contribution to the literature on vocational education during the transition to the national curriculum. Its practical implications highlight the importance of school autonomy in learning innovation and the need to strengthen strategic collaboration between schools and industry to better prepare graduates to face the challenges of a dynamic digital workforce.   Abstrak Perkembangan teknologi digital mendorong pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah. Penelitian ini mengkaji strategi implementasi program keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) di SMK Insan Mandiri dalam merespons tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru produktif sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan adanya integrasi antara Project-Based Learning (PjBL), program sertifikasi teknis, serta keterlibatan mitra industri dalam penyusunan kurikulum dan asesmen berbasis praktik. Kompetensi utama yang dikembangkan mencakup manajemen jaringan, virtualisasi server, keamanan siber, serta teknologi fiber optik. Namun, tantangan seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya minat terhadap pembelajaran teoritis, dan kurangnya konteks lokal dalam perencanaan pembelajaran masih ditemukan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur pendidikan vokasi pada masa transisi kurikulum nasional. Implikasi praktisnya menyoroti pentingnya otonomi sekolah dalam inovasi pembelajaran serta perlunya penguatan kolaborasi strategis antara sekolah dan industri agar lulusan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja digital yang dinamis. Kata Kunci: implementasi kurikulum; kolaborasi industri; pembelajaran berbasis proyek; pendidikan vokasional