Fathanah Hamidah Tsaqib
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Informatics education practices and global relevance in madrasah in the Kurikulum Merdeka Fathanah Hamidah Tsaqib
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.233

Abstract

This study was motivated by the need to deepen understanding of how computer science is implemented in madrasahs within the Kurikulum Merdeka, while also addressing contemporary challenges through education relevant at the local, national, and global levels. This study holistically explores the practice of computer science education in madrasahs in the context of the Kurikulum Merdeka, which has thus far been focused more on public schools. The purpose of this study is to provide a comprehensive picture of how Informatics is taught in madrasahs and how its implementation can address contemporary challenges at the local, national, and global levels. This study uses a qualitative approach that applies the interview method in data collection. The results show that the curriculum is implemented in stages using a project-based learning approach that integrates Islamic values. The curriculum is developed in accordance with the policies of Kemendikbud and Kemenag, creating a unique learning experience that remains aligned with national objectives. Locally, the learning supports the character and needs of the surrounding community; nationally, it demonstrates the adaptation of cross-ministerial policies; and globally, it equips students with digital literacy and 21st-century competencies.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami secara mendalam bagaimana mata pelajaran Informatika diimplementasikan di madrasah dalam konteks Kurikulum Merdeka, sekaligus menjawab tantangan zaman melalui pendidikan yang relevan secara lokal, nasional, dan global. Penelitian ini mengeksplorasi secara holistik praktik pembelajaran Informatika di madrasah dalam konteks Kurikulum Merdeka, yang selama ini lebih banyak difokuskan pada sekolah umum. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana Informatika diajarkan di madrasah serta bagaimana pelaksanaannya dapat menjawab tantangan zaman baik secara lokal, nasional, maupun global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menerapkan metode wawancara dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai keislaman. Kurikulum disusun berdasarkan kebijakan Kemendikbud dan Kemenag, menciptakan pembelajaran yang khas namun tetap selaras dengan tujuan nasional. Secara lokal, pembelajaran mendukung karakter dan kebutuhan komunitas sekitar; secara nasional menunjukkan adaptasi kebijakan lintas kementerian; dan secara global, membekali murid dengan literasi digital dan kompetensi abad ke-21. Kata Kunci: Informatika; Kurikulum Merdeka; madrasah; sejarah Informatika
Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Asisten Belajar Dalam Pembelajaran Pemrograman Almira Rahma Fadhila; Fathanah Hamidah Tsaqib; Rizka Nabila Khairani
Indonesian Journal of Science, Technology and Humanities Vol. 4 No. 1 (2026): IJSTECH - June 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/ijstech.v4i1.2101

Abstract

Meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran pemrograman memunculkan berbagai temuan mengenai manfaat, risiko, dan tantangan implementasinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis AI yang digunakan, tujuan penerapan, dampak, serta tantangan implementasinya dalam pembelajaran pemrograman. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2022-2026, sehingga diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI dan Large Language Models (LLM) merupakan teknologi yang paling banyak digunakan, diikuti oleh berbagai teknologi AI lainnya. AI dimanfaatkan untuk mendukung personalisasi pembelajaran, pemberian umpan balik otomatis, pemecahan masalah, peningkatan keterlibatan belajar, serta proses pengajaran dan evaluasi. Secara umum, AI memberikan manfaat berupa peningkatan kinerja akademik, pemahaman konsep, pengalaman belajar yang lebih personal, dan efisiensi pengajar. Namun, implementasinya juga menghadirkan risiko ketergantungan, penurunan kemampuan berpikir kritis, potensi kecurangan akademik, serta isu akurasi, etika, dan privasi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu dilakukan secara bijak untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko yang ada