Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kontribusi Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi Bagus Rizky Faturachman; Deviana Sari; Sufirna Nofri Yanti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64336

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator penting dalam menilai kemandirian fiskal daerah. Pajak hotel dan pajak restoran merupakan komponen pajak daerah yang memiliki potensi besar dalam mendukung PAD, terutama di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penerimaan pajak hotel dan pajak restoran, mengukur kontribusinya terhadap PAD, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk optimalisasi pendapatan daerah di Kota Bekasi selama periode 2019–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah, laporan keuangan daerah, dan publikasi resmi. Analisis data dilakukan melalui rasio pertumbuhan, kontribusi, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan pajak hotel dan pajak restoran mengalami fluktuasi, terutama pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, namun kembali meningkat pada periode 2021–2024. Kontribusi pajak hotel terhadap PAD berada pada kisaran 2,92%–4,42%, sedangkan pajak restoran sebesar 12,08%–14,42%, sehingga pajak restoran memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan pajak hotel. Tingkat efektivitas kedua pajak secara umum berada pada kategori efektif hingga sangat efektif karena realisasi penerimaan sebagian besar mencapai bahkan melampaui target. Dengan demikian, pajak hotel dan pajak restoran memiliki peran strategis dalam meningkatkan PAD dan memperkuat kapasitas fiskal daerah. Optimalisasi kebijakan dapat dilakukan melalui digitalisasi sistem perpajakan, perluasan basis pajak, dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Peran Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi Dalam Pengungkapan Kasus Fraud Gita Lamarwati Kesuma Putri; Deviana sari
Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Teknologi Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Teknologi Edisi Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahaputra Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56870/brk65q13

Abstract

This study aims to examine the influence of the role of Forensic Accountants and Investigative Audits in detecting fraudulent activities. In addition, the study is expected to provide benefits in both theoretical and practical aspects. Theoretically, this research can serve as an additional reference for studies discussing the role of Forensic Accountants in uncovering fraud cases, including corruption. Practically, the findings of this study are expected to contribute insights for the government in formulating solutions to address fraud and corruption, as well as to provide input for authorities in developing policies for corruption eradication in Indonesia. The research method employed is a qualitative approach combined with a literature review. The results indicate that forensic accounting and investigative auditing play a crucial role in detecting and controlling fraud. Forensic Accountants have a very important role in uncovering fraud cases, as forensic accounting is capable of identifying early clues or indications of fraud that may lead to fraudulent activities within an organization or company. The primary task of a Forensic Accountant after fraud has occurred is to detect the fraud itself. This process is part of an investigative audit that focuses on fraud detection. Fraud detection can be carried out using two methods, namely Critical Point Auditing (CPA) and Job Sensitivity Analysis (JSA). An investigative audit is a type of examination conducted based on strong reasons to perform an investigation. In uncovering fraud cases within institutions or agencies, forensic accounting applies investigative auditing to criminal acts. Investigative audits aim to identify and disclose fraud or criminal activities; therefore, the approaches, procedures, and techniques used in this type of audit differ from those used in financial audits, performance audits, and other special-purpose audits. 
Pemberdayaan Sanggar Budaya Muli Mekhanai Ujung Aspal dan Inovasi Tapis Melalui Digitalisasi Promosi dan Tata Kelola Berbasis Desa Wisata di Desa Kelawi, Lampung Selatan Deviana Sari; Adelina Anum; Supriyanto; Syades Sefira Safitri; Mela Desvia; Uswatul Hasanah
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1505

Abstract

Kain tapis merupakan warisan budaya khas Lampung yang menyimpan nilai filosofis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, namun pemanfaatannya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terkendala oleh rendahnya kapasitas produksi, minimnya diversifikasi produk, lemahnya tata kelola usaha, serta keterbatasan literasi digital dalam pemasaran. Kondisi serupa dijumpai pada pengelolaan destinasi wisata Pantai Minang Ruwa di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, yang masih menerapkan sistem retribusi manual sehingga rawan kebocoran pendapatan dan minim data kunjungan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan pengrajin tapis di Sanggar Budaya Muli Mekhanai Ujung Aspal serta pengelola Pantai Minang Ruwa melalui lima agenda utama, yaitu peningkatan kuantitas produksi dan inovasi produk tapis, penyusunan business plan, penguatan tata kelola dan laporan keuangan, pengembangan sistem e-ticketing berbasis digital, serta pelatihan pengelolaan media sosial dan konten promosi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research yang meliputi tahap sosialisasi dan asesmen kebutuhan, pelatihan partisipatif, pendampingan implementasi, serta evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra dalam diversifikasi desain produk tapis fungsional, kemampuan menyusun rencana bisnis yang aplikatif, penerapan pencatatan keuangan sederhana berbasis pemisahan kas usaha dan pribadi, penggunaan prototipe tiket elektronik berbasis kode QR untuk pengelolaan kunjungan pantai, serta peningkatan intensitas dan kualitas konten promosi di media sosial. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem UMKM budaya berbasis desa wisata yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada kelompok usaha kerajinan tradisional lain di Indonesia.
Penguatan Tata Kelola dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana pada Kelompok Sadar Wisata Pantai Minang Rua, Lampung Selatan Sufirna Nofri Yanti; Alfina; Deviana Sari; Susi Nofitasari; Mela Desvia; Jenny Anisa Fitri; Rahmat Agus Wahyudi
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1506

Abstract

Destinasi wisata berbasis masyarakat umumnya menghadapi kendala klasik dalam tata kelola organisasi dan pengelolaan keuangan. Pantai Minang Rua, yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, masih mengelola administrasi secara manual tanpa sistem pencatatan keuangan yang tertib, sehingga menyulitkan pelaporan kepada anggota, pemerintah desa, maupun pemangku kepentingan lain. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan menyusun sistem laporan keuangan sederhana yang aplikatif bagi pengurus Pokdarwis Pantai Minang Rua. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan tata kelola, pendampingan penyusunan SOP, serta pelatihan pencatatan keuangan berbasis spreadsheet yang mengacu pada prinsip Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengurus terhadap prinsip good governance, tersusunnya struktur organisasi yang lebih jelas, serta tersedianya format pencatatan kas masuk-keluar, buku besar sederhana, dan laporan keuangan bulanan yang berkelanjutan. Evaluasi pascapelatihan mencatat peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 47 menjadi 78, atau meningkat sekitar 66%. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi Pokdarwis lain dalam meningkatkan akuntabilitas dan keberlanjutan pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas.