Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Limboto: Overview of Knowledge About Anemia in Adolescent Girls at SMA Negeri 1 Limboto Vidya A. Lasimpala; Vivien Novarina A. Kasim; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8168

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi dimana keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normalnya (12g/dl). Adapun normal kadar (Hb) pada Wanita 12-15 g/dl dan pria 13-17 g/dl. Faktor yang menjadi penyebab utama remaja rentan mengalami anemia yaitu sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, tidak mengkonsumsi zat besi Ketika menstruasi serta kurangnya pengetahuan yang dimiliki tentang anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Limboto. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif dengan pendekatan descriptive survey, Teknik pengambilan sampel menggunakan propotionate stratified random sampling dengan populasi 636 responden dan sampel sebanyak 246 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frequensi, hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan remaja putri dengan kategori pengetahuan baik 139 responden (56,5%), cukup 106 responden (43,1%), kurang 1 responden (4%). Oleh karena itu untuk penelitian mendatang di harapkan dapat menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan atau status anemia melalui pendekatan analtik dan disarankan sebaiknya dapat menambahkan variabel lain untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja putri.
The Relationship between Stress Level and Emotional Eating Behavior and Adolescent Nutritional Status at SMA Negeri 7 Gorontalo City Tasmi S. Djafar; Vivien Novarina A. Kasim; Siti Hajar Salawali
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10650

Abstract

Adolescent nutritional status is an important indicator of health influenced by physical and psychosocial factors. In adolescence, academic stress and changes in eating behavior often contribute to the emergence of nutritional problems, both undernutrition and overnutrition. This condition is suspected to be related to stress levels and emotional eating behavior tendencies. This study aims to determine the relationship between stress levels and emotional eating behaviors with adolescent nutritional status at SMA Negeri 7 Gorontalo City. This study used a quantitative design with a cross sectional approach. The research sample amounted to 163 adolescents who were selected based on criteria, namely adolescents with a minimum level of stress in the mild category, not undergoing a diet program, and not having chronic diseases. Sample selection was taken using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. This research instrument uses the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire and the Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Bivariate analysis using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between stress levels and nutritional status of adolescents (p-Value = 0.000). Meanwhile, there was a significant relationship between emotional eating behavior and adolescent nutritional status (p-Value = 0.000). It is hoped that it can be an information and evaluation material for adolescents, schools, and related parties in understanding the relationship between stress levels, emotional eating behaviors, and adolescent nutritional status. These findings can also serve as a basis for consideration in promotive and preventive efforts that focus on adolescent mental health and eating behavior in the school environment.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Risiko Cedera Pada Pemain Badminton Di Trisaka Sport Kota Gororntalo: The Relationship Between Body Mass Index and Injury Risk in Badminton Players at Trisaka Sport, Gorontalo City Sri Wahyuni Gaga; Vivien Novarina A. Kasim; Ibrahim Suleman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7710

Abstract

Olahraga adalah suatu bentuk aktifitas yang sering dilakukan manusia dan merupakan aktifitas fisik yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan.contoh cabang olahraga Badminton, olahraga badminton merupakan olahraga yang memiliki tingkat risiko cedera yang tinggi. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan risiko cedera adalah status gizi, status gizi merupakan gambaran dari Indeks Massa Tubuh (IMT) yang menggambarkan keadaan gizi seseorang, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan atau kelebihan berat badan."Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan risiko cedera pada pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gororntalo. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gorontalo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah probability sampling yaitu metode pemilihan sampel secara acak/random dengan sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 31 orang (31.0%) memiliki IMT obesitas, overweight sebanyak 27 orang (27.0%) sementara masing-masing sebanyak 44 orang (44.0%) memiliki IMT normal dan underweight. Selain itu sebanyak 63 orang (63.0%) memiliki tingkat risiko cedera tinggi, sebanyak 25 orang (25.0%) memiliki risiko cedera sedang dan sebanyak 12 orang (12.0%) memiliki risiko cedera rendah. Berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara indeks massa tubuh dan risiko cedera pada pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gorontalo. Dengan p value 0,000 (<0,05) dan nilai koefisien 0,667 termasuk dalam kategori hubungan kuat. Diharapkan agar pemain badminton dapat memperhatikan status gizi khusunya mengenai postur tubuh terutama terkait dengan dampaknya terhadap risiko cedera.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Di Puskesmas Kota Timur: The Relationship Between Body Mass Index and the Incidence of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) at the East Kota Community Health Center Alyaa Aladawiyah Lalapa; Vivien Novarina A. Kasim; Nirwanto K. Rahim; Erwin Purwanto
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8254

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan gastrointestinal kronis. GERD adalah suatu gangguan saluran pencernaan di mana isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan GERD adalah peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas diduga dapat meningkatkan tekanan intraabdomen sehingga memperburuk gejala GERD. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 238 responden dan sampel sebanyak 149 responden dengan penyakit GERD maupun non-GERD di Puskesmas Kota Timur. Instrumen penelitian yaitu alat ukur IMT untuk menilai status gizi seseorang berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data menggunakan uji ChiSquare, dengan hasil p-value 0,007 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian gerd (p-value<0,05). Kesimpulannya, bahwa terdapat hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di Puskesmas Kota Timur.