Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Marchantia polymorpha dan Sphagnum spp. sebagai Bioindikator Timbal di Kawasan Lalu Lintas Padat Kota Palu: Comparison of the Effectiveness of Marchantia polymorpha and Sphagnum spp. as Lead Bioindicators in Heavy Traffic Areas of Palu City Ardini Wulandari; Alricha; Fatimah Maulida; Darasita Zahra Dayanun; Siti Rahmatia Pratiwi; Moh. Baitullah Amaludin; Awwalini Maghfirah Salim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9411

Abstract

enelitian biomonitoring kualitas udara dengan bioindikator lumut semakin berkembang sebagai alternatif metode pemantauan konvensional yang umumnya membutuhkan biaya tinggi, peralatan canggih, dan tenaga ahli. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas dua jenis lumut, yaitu lumut hati Marchantia polymorpha dan lumut gambut Sphagnum spp., dalam menyerap logam berat timbal (Pb) pada lingkungan dengan tingkat pencemaran lalu lintas berbeda di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penggunaan lumut dipilih karena kemampuannya menyerap polutan langsung dari atmosfer melalui permukaan tubuh tanpa adanya sistem pembuluh atau kutikula pelindung. Penelitian dilakukan dengan dua pendekatan lokasi. Marchantia polymorpha digunakan pada kawasan SPBU Pertamina Martadinata yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi. Sementara itu, Sphagnum spp. ditempatkan pada kawasan lampu merah Jalan Suprapto, Besusu Tengah, yang merupakan titik akumulasi emisi kendaraan bermotor. Selain mengukur akumulasi timbal, penelitian ini juga menganalisis faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, curah hujan, dan arah angin untuk melihat pengaruh kondisi mikroklimat terhadap penyerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. polymorpha, dengan permukaan talus yang lebar, mampu mengakumulasi timbal secara efektif di lingkungan urban tropis yang terpapar polutan kendaraan. Di sisi lain, Sphagnum spp. memiliki sel hialin yang mampu menyerap air dan logam berat dengan lebih tinggi, sehingga responsif terhadap perubahan kelembaban dan kondisi mikroklimat. Temuan ini menegaskan bahwa kedua jenis lumut merupakan bioindikator efektif dengan keunggulan masing-masing, dan berpotensi digunakan sebagai metode biomonitoring yang murah, praktis, serta mendukung pengendalian pencemaran udara di kawasan perkotaan.
Pemanfaatan Kain Perca Menjadi Produk Kreatif Bernilai Ekonomis di TPS3R Huntap Tondo 1: Utilization of Fabric Scraps into Creative Products with Economic Value at TPS3R Huntap Tondo 1 Ardini Wulandari; Darasita Zahra Dayanun; Siti Rahmatia Pratiwi; Fatimah Maulida; Moh. Baitullah Amaludin; Marjan Marhum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11605

Abstract

Kain perca merupakan salah satu limbah tekstil yang sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menambah timbulan sampah rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan kain perca menjadi produk kreatif bernilai ekonomis seperti tas, sandal, dan taplak meja. Sosialisasi dilaksanakan di TPS3R Huntap Tondo 1 dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa Teknik Lingkungan dan pengelola TPS3R. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi pembuatan produk, diskusi interaktif, serta praktik sederhana pengolahan kain perca. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pesertamemiliki antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan limbah tekstil sebagaiproduk kerajinan yang dapat mendukung pengurangan sampah sekaligusmeningkatkan nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini memberikanpemahaman mengenai konsep reduce, reuse, dan recycle (3R) dalampengelolaan sampah berkelanjutan. Melalui kegiatan ini diharapkanpeserta mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh secara mandiriserta mengembangkan inovasi produk berbahan dasar kain perca dilingkungan masyarakat. Fabric scraps are a type of textile waste that is often underutilized and has the potential to increase household waste. This community service activity aims to improve participants' knowledge and skills in utilizing fabric scraps into creative, economically valuable products such as bags, sandals, and tablecloths. The outreach program was held at the TPS3R Huntap Tondo 1 with participants consisting of Environmental Engineering students and TPS3R managers. The implementation method included material delivery, product-making demonstrations, interactive discussions, and simple practices for processing fabric scraps. The results of the activity showed that participants were highly enthusiastic about utilizing textile waste as craft products that can support waste reduction while increasing economic value. In addition, this activity provided an understanding of the concept of reduce, reuse, and recycle (3R) in sustainable waste management. Through this activity, it is hoped that participants will be able to apply the skills they have acquired independently and develop innovative products made from fabric scraps in the community.