Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Validation of Genetic Markers for AmpC, AAC, and RNR3 Genes in Potentially Present Pathogens Organisms in Fecal Sludge Musyahadah, Ummu Syauqah Al; Hamid, Radhiyah Mardhiyah; Nasir, Alricha
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9623

Abstract

The issue of sanitation and water pollution due to fecal waste has become a serious concern in Indonesia, particularly after it was revealed that approximately 70% of the community's drinking water sources are contaminated with human feces. Determining safe waste management requirements necessitates indicators confirming the contamination-free nature of the waste management methods. Pathogen testing indicators for fecal waste are highly diverse. The current standard testing is the culture-based method for microorganisms and microscopy observation for helminths. However, molecular detection tools for these pathogens can give higher sensitivity and specificity in a relatively shorter time of technical processing. In this research, we designed primers for molecular-based diagnostics on three pathogens exhibiting extreme survival capabilities under various environmental conditions. The species-coupled genes are AmpC for Escherichia coli, AAC for Mycobacterium tuberculosis, and RNR3 for Ascaris lumbricoides. The design of molecular-based biomarkers and their specificity tests were conducted using web-based bioinformatics programs to prevent unintended dimers. Ultimately, primers were validated by conventional gradient PCR on available positive controls and a sample from processed fecal sludge. The PCR validation test showed that the designed primers were validated to amplify the intended target with the right size without unspecific bands on the positive controls. Meanwhile, the AAC gene for E. coli was detected in the sample from the fecal sludge.
Inovasi Eco Brick dalam upaya Pengelolaan Sampah Plastik sebagai Produk Furniture: Eco-Brick Innovation for Plastic Waste Management as Furniture Products Alricha; Salim, Awwalini Maghfirah; Anita Pratiwi; Dayanun, Darasita Zahra; Pratiwi, Siti Rahmatia; M Marjan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9397

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi isu global yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama di kawasan perkotaan. Salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah plastik adalah melalui pemanfaatan Eco Brick, yaitu botol plastik yang diisi dengan sampah anorganik untuk dijadikan bahan atau material sebagai bahan baku produk furniture ramah lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi atau sosialisi kepada masyarakat terkait pengolahan limbah anorganik menjadi Eco Brick sebagai bahan dasar pembuatan furniture yang kuat, estetis, dan fungsional, serta memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan di BTN Bumi Roviga RT 03 RW 11, Kelurahan Tondo, Kota Palu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat Bumi Roviga memperoleh pengetahuan baru terkait cara mengolah dan memanfaatkan sampah anorganik seperti plastik dan botol mineral sebagai bahan untuk membuat produk furniture yang bernilai tambah dan tentunya berkontribusi dalam penurunan sampah di wilayah sekitar.
Perbandingan Efektivitas Marchantia polymorpha dan Sphagnum spp. sebagai Bioindikator Timbal di Kawasan Lalu Lintas Padat Kota Palu: Comparison of the Effectiveness of Marchantia polymorpha and Sphagnum spp. as Lead Bioindicators in Heavy Traffic Areas of Palu City Ardini Wulandari; Alricha; Fatimah Maulida; Darasita Zahra Dayanun; Siti Rahmatia Pratiwi; Moh. Baitullah Amaludin; Awwalini Maghfirah Salim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9411

Abstract

enelitian biomonitoring kualitas udara dengan bioindikator lumut semakin berkembang sebagai alternatif metode pemantauan konvensional yang umumnya membutuhkan biaya tinggi, peralatan canggih, dan tenaga ahli. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas dua jenis lumut, yaitu lumut hati Marchantia polymorpha dan lumut gambut Sphagnum spp., dalam menyerap logam berat timbal (Pb) pada lingkungan dengan tingkat pencemaran lalu lintas berbeda di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penggunaan lumut dipilih karena kemampuannya menyerap polutan langsung dari atmosfer melalui permukaan tubuh tanpa adanya sistem pembuluh atau kutikula pelindung. Penelitian dilakukan dengan dua pendekatan lokasi. Marchantia polymorpha digunakan pada kawasan SPBU Pertamina Martadinata yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi. Sementara itu, Sphagnum spp. ditempatkan pada kawasan lampu merah Jalan Suprapto, Besusu Tengah, yang merupakan titik akumulasi emisi kendaraan bermotor. Selain mengukur akumulasi timbal, penelitian ini juga menganalisis faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, curah hujan, dan arah angin untuk melihat pengaruh kondisi mikroklimat terhadap penyerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. polymorpha, dengan permukaan talus yang lebar, mampu mengakumulasi timbal secara efektif di lingkungan urban tropis yang terpapar polutan kendaraan. Di sisi lain, Sphagnum spp. memiliki sel hialin yang mampu menyerap air dan logam berat dengan lebih tinggi, sehingga responsif terhadap perubahan kelembaban dan kondisi mikroklimat. Temuan ini menegaskan bahwa kedua jenis lumut merupakan bioindikator efektif dengan keunggulan masing-masing, dan berpotensi digunakan sebagai metode biomonitoring yang murah, praktis, serta mendukung pengendalian pencemaran udara di kawasan perkotaan.